Monday, December 25, 2017

Kampung Wisata D'Jampang : Tempat Wisata Antimainstream Yang Berfaedah

Bismillah

Apa sih yang terlintas dalam benak kalian ketika ada yang mengatakan "kurang piknik lu". Pengen langsung nyebur kolam? Pasti. Lari ke hutan kemudian menyanyiku? Iya. Atau lari ke Pantai kemudian teriakku? haha, melow banget ya, segitunya. Karena di zaman now, "kurang piknik" merupakan kambing hitam dari segala permasalahan bahkan menjadi momok yang sangat mengerikan.

Dari pada melow, mending ikut aku yuk, menyaksikan betapa ada sebuah tempat yang bukan hanya sebagai tempat wisata, lebih dari itu membawa berkah tersendiri untuk umat. Masa sih?  Hari gini di jaman yang serba kapitalis mana ada? Eittss, jangan salah, ada dan saya telah membuktikaannnya, yaitu saat terpilih menjadi salah satu peserta Blogger Trip Zona Madina. Ya, tempat wisata itu adalah D'Jampang.

 

Apa Itu D'Jampang


Merupakan salah satu pengembangan kawasan terpadu Zona Madina yang programnya memberdayakan masyarakat dalam bidang wisata dan budaya. D'Jampang bukan hanya sekedar silat, ada juga memanah lho. Memanah siapa? Memanah hatimu *uhuks... Di tanah seluas 25 km² yang mencakup 4 kecamatan, D'jampang berada.

Nama Jampang yang diambil dari kesatria gagah berani dari Betawi. Hal ini yang menjadi pendorong untuk menggunakan Jampang sebagai maskot ketahanan melalui bela diri. Salah satunya silat yang merupakan akar budaya. Dompet Dhuafa melalui pemberdayaannya menghadirkan D'jampang sebagai wadah untuk menolak lupa akan sejarah budaya bangsa. Salah satunya silat yang menjadi fokus utama dalam menjaga melestarikan budaya dengan tidak melupakan kesejahteraan para pelatihnya.

Bertempat di  Jl. Raya Parung KM No.42, Jampang, Kemang, Bogor, Jawa Barat 16310. D'Jampang hadir memberikan solusi hiburan sekaligus pendidikan ditengah-tengah mainstrem-nya tempat wisata lainnya yang menjamur.

Bagaimana tidak, D'Jampang merupakan kawasan terpadu Zona Madina Dompet Dhuafa, yang mengintegrasikan sarana wisata untuk pemberdayaan umat. Dalam hal apa membedayakannya? Dari para guru silat yang digaji dengan layak, dari home industry yang dijadikan mata pencaharian warga dan dari keuntungan yang dialokasikan untuk program Dompet Dhuafa lainnya. Sudah tidak asing dong dengan Dompet Dhuafa? Yup, kiprahnya melekat sekali bagi Mustahik. 

Zona Madina mencakup 17 desa 4 kecamatan. Subhanallah, cakupan yang sangat luas ya. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai Wisata D'Jampang, mari kita menjelajah!

Jelejah D'Jampang



"Membangun Indonesia adalah dengan membangun desa-desa." -Zona Madina

Terdapat 50 zona wisata yang dapat dikunjungi, konsepnya unik dan variatif. Tergantung disesuaikan dengan ketertarikan para pengunjungnya. Paketnya pun lengkap dari mulai Agrowisata, Outbond sampai Dolanan. Pengunjung bisa menggunakan sepeda untuk berkeliling satu zona ke zona lainnya.Asiiik kan? Berwisata sambil goes. Sehat iya, seger pun dapat.

Nah, karena Dompet Dhuafa mengusung kawasan ini sebagai pembangunan desa, disana kita akan menemui 4 kampung wisata D'Jampang diantaranya, meliputi :

1. Kampung Budaya


Seperti telah dijelaskan di awal bahwa D'Jampang memiliki nilai budaya untuk destinasi wisata. Selain kita akan dilatih oleh para suhu yang sudah tidak diragukan lagi ilmu silatnya, kita juga akan menemukan banyaknya pusaka yang dirawat dengan baik diantaranya :

  • Kampung Silat Jampang dengan 40 perguruan
Wow, kebayang 40 perguruan berkumpul? Biasanya 2 saja sudah bentrok ya, ini sampai 40 alangkah banyaknya. Saya sendiri ketika itu diajarkan silat singkat, yaitu bagaimana cara untuk memproteksi diri rada takjub dengan waktu yang hanya beberapa menit saja, kita langsung bisa mempraktekan jurus silatnya, ciaaaat, ciaaat, ciaaat.. Pada hakikatnya silat bukan untuk berkelahi atau gaya-gayaan melainkan untuk perlindungan diri. Bagaimana cara melepaskan genggaman, bagaimana jika ditodong dibagian perut dan tekhnik lainnya yg membuat saya terpukau dan sampai sekarang masih terbayang, ilmunya masih nempel. Hanya saja jarang dipraktekan saja, huhu, kudu berlatih lansung lagi ni di D'Jampang.    


  •  Golok Jampang
Golok khas yang digunakan untuk bela diri silat. Disini bahkan goloknya dibuat sendiri oleh warga sehingga takaran untuk menyulap batu menjadi besi itu terwujud. Bukan hanya itu, disini terdapat kerajinana pandai besi seperti cangkul dan perkakas petani lainnya. Produknya didistribusi ke masyarakat melalui super market, mall dan lainnya.
 
  • Perpustakaan Silat
Namanya perpustakaan biasanya merupakan gudangnya ilmu. Nah disini kita akan mendapatkan kekayaan ilmu tentang bela diri silat. Dari mulai sejarah hingga prakteknya langsung.

Berangkat dari potensi ini, kemudian kampung D'Jampang dijadikan tempat wisata untuk berupaya memberdayakan masyarakat lokal.
Harapannya, Visi dari Kampung Wisata D'Jampang untuk menjadi Kampung Wirabudaya tercapai di tahun 2020, aamiin, Kita do'akan saja ya.
 
2. Kampung Agrowisata

Sumber daya alam yang melimpah juga terdapat di Kampung Jampang. Oleh karenanya,Kampng ini dijadikan destinasi Agrowisata sebagai pusat pengembangan wisata alam, diantaranya : Budidaya Ikan Hias, Ternak Kambing Nusantara, Budidaya Jamur, Tanaman Obat Keluarga, Budidaya Lele dan lain sebagainya. 


Cobain deh, maknyus. Lelenya berasa kriuk banget, hehe


Tak terhenti sampai disitu, Budidaya nya pun masih ada kelanjutannya yang kemudian dijadikan  pengolahan industri kreatif yang dikemas dalam produk bermutu tinggi. Seperti Kripik lele, salah satunya. Selain terjamin kehalalannya, no msg, kriuknya mantap (bisa dicemil dan pelengkap nasi), harganya pun relatif murah, hanya 10k saja.

Jadi, selain berwisata kita juga bisa berbelanja oleh-oleh ni. Khas tangan warga lokal.

3. Kampung Entrepreneur

Home industri yang telah disebutkan di atas, ada juga home industri lainnya yang tak kalah amazing. Apa hal? Disini insting ide kreatif dipancing untuk pemberdayaan ekonomi. Kita akan melihat bagaimana Tahu Iwul itu dibuat. Ada lagi Kerajinan batok kelapa yang disulap menjadi bentu beraneka ragam. 


Masya Allah, kreatif sekali bukan? Makanya don't underestimate deh sama kreatifitas anak bangsa. Jika insting bisnis selalu diasah, lama-lama apapun yang tidak mungkin akan menjadi mungkin! Nothing impossible, right


4. Kampung Sehat & Cerdas

Nah, di kampung ini jiwa, rasa kreatifitas kita akan dibentuk dengan mengolah materi-materi yang telah disediakan! Ingin cas-cis-cus bahasa Inggris? Bisa! Menguasai Science, Teknologi dan sebangsanya? Ada Bumi Pengembangan Insani. Memiliki pola hidup sehat? Rumah Sehat Terpadu, jawabannya.

Yup, semuanya tentu saja tidak lepas dari andil kebahagiaan. Apa sih hakikatnya bahagia? Bersyukur dengan nikmat sehat dan kecerdasan, setuju? Harus dong! :D

Ketiga pilar mewujudkan sehat & cerdas tersebut dapat ditemukan disini.

  •     Kampung inggris Jampang
Bagi yang ingin memperlancar bahasa Inggris. Karena kita tahu bahasa Inggris adalah bahasa bersama, bahasa internasional yang dimanapun orang pasti mempelajarinya jika ingin membuka cakrawala. Terlebih bagi para pelancong keliling dunia.

  •     Bumi pengembangan insani
Wadah ini menjembatani anak-anak cerdas berprestasi namun kurang beruntung dengan faktor ekonomi. Ya, karena bagaimanapun pendidikan adalah hak setiap anak bangsa. Tanpa pandang kasta.
 
  •     Rumah sehat terpadu
Rumah sehat yang peruntukannya bagi orang-orang yang menginginkan sehat. Kenapa penamaannya beda dengan RS lainnya? Karena DD percaya bahwa energi dari sebuah kata akan berdampak bagi yang mengucapkan atau pun yang mendengar. 

Dengan konsep yang Go Green dipenuhi dengan tanaman hidrophonik serta tumbuhan rimbun lainnya, RST tegak berdiri. RST diperuntukan untuk para mustahik demi kelayakan fasilitas yang mereka dapatkan. Bagaimana mengetahui bahwa pasien adalah mustahik atau bukan, dengan mensurvei terlebih dahulu, ada petugas khusus yang menyambangi langsung ke rumah-rumah para mustahik.


Lalu, satu hal, ada outbond yang bisa kita lakukan di D'Jampang. Flying fox dan wahana menantang lainnya. Sementara saya lebih memilih Outbond yang sedang hits ketika itu. Apalagi jika bukan Archery, uhuks...

Outbond

The Power of Emak-emak :D

Saat itu Ust. Herman menjelaskan bahwa ternyata memanah ada madzhabnya. Madzhab disini merupakan metode-metode yang dapat digunakan baik ketika perang atau hanya sekedar panahan jarak pendek. Ternyata berat juga lho menarik busurnya. Dalam memanah kita dituntut untuk fokus. Usahakan pandangan dibawah angka yang hendak kita bidik, hasilnya akan tepat sasaran. Namun untuk pemula seperti saya? Tutup muka deh, harus coba dan banyak latihan lagi, hihi...

Setelah berlatih beberapa kali dan hasilnya selalu melesat bahkan terlempar jauh dari daerah bidikannya, tangan saya berasa kretek-kretek, haha, ketahuan jarang olahraga.

Untuk setiap busur terdapat fungsinya masing-masing, runcingnya, pokoknya detail semua dijelaskan, hanya saja saya lupa fungsi masing-masing yang terletak pada busur maupun panahannya, maafkan.

Mengunjungi tempat wisata yang satu ini ibarat sekali mendayung, 2-3 pulau terlampaui. Banyak sekali manfaat yang akan kita dapat. So, apa faedah dari berwisata ke Kampung Wisata D'Jampang? Ini dia...

πŸ‘Œ Menambah wawasan mengenai kelestarian budaya Silat
πŸ‘Œ Inspirasi kebaikan yang tertanam disetiap sudut Kampung D'Jampang
πŸ‘Œ Melebur dengan alam dan mendapatkan edukasi tentangnya
πŸ‘Œ Ide kreatif yang patut dicontoh dalam setiap inovasi produk D'Jampang
πŸ‘Œ Menambah energi untuk saling berbagi
πŸ‘Œ Tertanam hati yang lembut dan jiwa peduli dengan adanya pemberdayaan wisata D'Jampang
πŸ‘ŒHati yang bahagia karena telah menaklukan challenge dari setiap outbond D'Jampang

Nah, bagaimana? Kampung Wisata yang antimainstream, bukan dengan beragam nilai budaya dan ruhani yang terdapat di dalamnya. 

Yuk, piknik ke D'Jampang! :)

21 comments:

  1. Keren dan mengedukasi. :D Pengen tahu rasa kripik lelenya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk diborong mba, bisa banget berkunjung ke D'Jampang mba :)

      Delete
  2. desa wisata lengkap, padahal nggak jauh dari ibukota, dan aku baru tau....
    hadeeh..., mudaha deh bisa mampir sini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya lengkap kap, udah gitu keren pula, ajak anak-anak juga mba kalau kemari, seru deh berwisata sambil belajar :D

      Delete
  3. Mbaa, pengen banget bisa ke kampung djampang. kalau akses dari DEpok berapa jam ya mbaa? Makasih :)
    Seru nih kalau bisa memanah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Deket banget mba, paling 1 jam nyampe. Apalagi kalau dari sawangan, setengah jam nyampelah mba. Yuk mba ajak kakak Ayyas main ke Djampang

      Delete
  4. Deket rumah euy, asik ada tempat baru untuk melepas penat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah kaaan, memang deket ya mba. Asik pula tempatnya.. Wajib atuh orang Sawangan mah mampir sini

      Delete
  5. Wahh. 17 drsa dan 4 kecamatan...luas banget cakupan wilayah D Jampang ya... nagus nih buat wisata keluarga. Mau coba the power of emaks ah..haha memanah ������

    ReplyDelete
  6. Waaah keren bangeeet! Mau ajak suami dan anak-anak ke sini aah. Kayanya bagus untuk wisata sekaligus belajar yaa.

    ReplyDelete
  7. Wiiih luas amaaaat.. Keren nih DD bikin sesuatu kayak gini. Memberdayakan masyarakat sekitar sekaligus bisa buat wisata juga. Masuknya bayar gak mba? Kalau mau belajar panahan bayar berapakah? Pingiiin nyobain.. :D

    ReplyDelete
  8. Wah keren ya ini dibantu Dompet Dhuafa juga ya. Idenya kreatif2.

    ReplyDelete
  9. sudah pernah dengar djampang tapi belum sempat kesana, paling enak bawa sepupu dan keponakan yang kecil jadi bisa bermain dan belajar di djampang

    ReplyDelete
  10. Wah luas juga yaa. Itu masuk ke tiap tempat wisata (wahana) bayar lagi ga ya? Enaknya memang bawa kendaraan pribadi ya.

    ReplyDelete
  11. Djampang in terkenal sekali legendanya mba, dulu ada komiknya , malah banyak. Aku belum pernah ke tempat wisata ini

    ReplyDelete
  12. Jampang di kawasan Bogor mana ya? Melegenda sekali tokoh Betawi ini dan ada tempat wisatanya pula.

    ReplyDelete
  13. baru tau ada nama kampung ini dan dijadikan tempat wisata pula. Makasih sharing infonya mba shine :)

    ReplyDelete
  14. Mau dong dipanah hatinya...eaaaaa.Galfok sama kripik lelenya. Br tau ada kripik lele. DJampang ini berbeda ya dg tempat wisata lainnya. Unik.

    ReplyDelete
  15. weleh kirain ini di setu babakan, ternyata di kemang bogor, mamacih mak untuk inpohnya

    ReplyDelete
  16. Udah tahu ada djampang, tp ampe sekarang belum kesampean ke sana huhuhu,

    ReplyDelete
  17. bak, cara buat blog kayak gini gimana ya?

    ReplyDelete