@copy right : Shine Fikri. Powered by Blogger.

Menahan Rindu



 Bismillah...

Ia tertatih, terhuyung menujuku dengan air mata bercucuran.

"Kenapa lagi Sahabat? Tenangkan dirimu..."

"Baru aku sadar bahwa bukan anak yang mampu membuatku bertahan. Namun perasaan ini yang begitu kuat kepadanya. Sehingga aku selalu cemburu namun merasakan kerinduan yang amat hebat." Bahunya tergoncang, Ia menangis sesenggukan.

"Hmmm..." Aku menarik nafas. Klise memang ya jika sudah soal perasaan.

Cermin Tak Pernah Berdusta

Cermin yang biasa kupandangi

di setiap hari...

Sekali lagi membiaskan bayangan diri...

wajah ini, mata ini

tempat segala dosa bermula

kan indahkah akhir sgala cita


apakah diriku ini

kan bercahaya bersinar di surga-Mu

menatap penuh rindu...

ataukah diriku ini

kan hangus legam terbakar dalam nyala

di neraka membara...


Sungguh berbeda yang nampak

dan... yang tersembunyi

hanya kepalsuan menipu...

topeng belaka

mata ini.. tubuh ini..

hati yang merajai diri

tlah bersalah hamba-Mu melangkah...


Cermin tak pernah berdusta...

yang indah topeng semata,

Ya Allah aku malu tlah tertipu...

Ampuni hamba seblum akhir waktu...


Ke manakah diriku ini berakhir

di surga atau di neraka-Mu

Aku takkan mampu..


Apakah diriku ini

kan bercahaya bersinar di surga-Mu

menatap penuh rindu...

Ataukah diriku ini kan hangus legam terbakar dalam nyala di neraka membara...


Selamatkan akuuuu...

amiin.... ra rabbal 'alamiin


Lirik lagu dari Star Five ini bener-bener deh, selalu bikin Aku nangis dari semenjak zaman SMA. Betul mungkin, ketika Kita disakiti terus menerus, yang harus dikoreksi bukan orang lain, namun diri kita sendiri. Barangkali semua ini terjadi tersebab dosa yang pernah Kita lakukan di masa lalu. Sehingga pantas untuk disakiti.

Oh, Allah. Sebanyak buih di lautan, sebesar gunung, seluas lautan dosaku, mohon ampunkanlah Aku dengan Rahmat Mu. Selamatkan Aku dari panasnya api neraka. Meski amalanku tak layak untuk ke surga Mu T.T



Hati-hati Kecanduan

Bismillah...

Ketika ayat Quran saja tidak mampu menyadarkan. Maka lisan manusia satupun tidak akan pernah mempan. 

Hanya taufik dan hidayah saja nanti yang akan menyapa. Datangnya entah kapan.

Betul bukan teman, bahwa ketika seseorang sudah candu dengan sesuatu maka walaupun hati kecilnya mengatakan salah namun dirinya denial.  Selalu membenturkan, membenarkan apa yg diperbuatnya. Atau justru playing victim, menunjuk yang menasehati adalah salah. 

Misal anak kecanduan games, ia akan menangis meraung-raung ketika orangtuanya tarik gadegetnya, ia akan berpikir orangtuanya tidak sayang, maka terapinya pun akan sulit dilakukan.

Seseorang yang mendekati zina, yang sering kontak mesra dengan pacar lillahnya (menurutnya) cinta2an, rindu2an. Maka akan sulit menyadari bahwa tindakannya adalah salah. Lho kan ga ngapa2in, cuma WAan, itupun isinya ga gimana2 kok. Bab ini pernah dibahas bahkan lisanpun yang ditransfer melalui jari, itu sudah kategori dosa besar, apalagi sampai membayangkan wajahnya, tergambar wajah dan kalimat2nya yang mendayu. Hmm, ngeri ya.

Yang dilarang Allah mendekatinya lho. Mendekatinya aja ga boleh ya, apalagi.. subhanallah...

Pun pecandu narkotik, menurutnya itu adalah kebahagiaan tersendiri ketika bisa nge-fly. Padahal rusak akal, rusak pikiran. Tapi dia tetap lari ketika ada seseorang yang ingin menyembuhkan, ia tetap berusaha mencari tempat untuk bisa nge-fly.


See? Kecanduan dalam apapun dapat merusak akal. Sehingga manusia ketika disuguhi ayat akan menolak mencari pembenaran. Dan mengulanginya lagi dan lagi karena rasa candu yang membuatnya nikmat. Setan memandu didalamnya. Follow me, kata setan. Terus ikuti langkahku, asik kan, luar biasa nikmatnya. Lanjutnya.


Bagi kamu yang sedang asik dengan sesuatu, hiburan boleh kok asal tau batasnya. Pun mungkin kontakan dengan lawan jenis 

Jika yang ditanyakan adalah seputar keluarga maka sebuah  kewajaran. Batasi batasi batasi, jangan sampai izzahmu jatuh hanya gara2 sering melayani yang belum halal. Manusia mungkin tak dapat menembus isi chatmu, tapi Allah tahu. Kira2 Lebih baik ditegur manusia atau Allah? 


Yuk, berbenah sahabat. Jangan sampai ketika Allah mencabut ruh kita, kita dalam kondisi sedang candu dengan sesuatu. Naudzubillah...


Caranya? Dengan memperbanyak mendekatkan diri pada Yang mencipta. Sebenarnya dengan ibadah saja, diri kita ini sudah luar biasa sibuk lho... Iya ga sih? Jadi buat yang macem2 itu malah ga sampe terpikirkan. Memang Rasul tuh udah yabg paling bener mencontohkan, hati2 dengan 2 nikmat yang melalaikan manusia yaitu  kesehatan dan waktu luang. Selanjutnya, buka mata buka hati, apakah benar perbuatanku ini secara syariat?


Karena saya belum menemukan dalil dari candu itu dihalalkan atau saya kurang jauh mainnya? Monggo share ya jika ada yang tahu. Ya kecuali candu pada Quran, candu pada ibadah, candu pada hal yang sifatnya positif, itu baru luar biasaaa... Masya Allah... Jempoool 4 buat kamu, hihi...

Nak, Engkaulah Alasan Seorang Ibu

Bismillah...

Dulu, sering saya merasa heran pada para perempuan yang tersakiti, terdzolimi, namun Ia tetap teguh mempertahankan  pernikahannya. Bahkan saat berkali-kali pasangannya selingkuh di depan mata kepalanya sendiri, benar-benar sudah melakukan zina, Ia menangis sejadi-jadinya namun Ia tetap sabar dan kembali.

"Mpo, kenapa ga minta udahan aja mpo? Anak-anak juga kan kasihan lihat ibu bapaknya berantem mulu, mpo." Tanya Saya pada ART yang pernah bantu di rumah.

"Saya mikirnya anak-anak teh."

Dan Bila Hati Dijadikan Meluap


 

Bismillah...

Eaaa, ngomonginnya hati melulu. Ada apa sih? Ada hati yang tersakiti, oooppss.. Ga sih, nyambung soal kisah sahabat yang sebelumnya, yang akhirnya jadi tulisan suka-suka di blog ini, jadi pengen cuap-cuap aja jadinya. Habis bagaimana ya gereget rasanya ingin menuliskan kisahnya. Seolah-olah, seakan-akan Aku sendiri yang mengalami. Betapa sakitnya membayangkannya ya, naudzubillah... dududu...

Ternyata jauuuh sebelum apapun terjadi Allah tuh sudah ngasih kode lho dalam Qur'an yang bahkan sudah familiar sekali diingatan Kita. iyup, siapa yang ga hafal surah an-Nas coba? Insya Allah kalau muslim kayaknya hafal ya... dan kayaknya jadi favorit saat Shalat, wkwk...

Jadi di surah an-Nas ayat 5 terkandung arti yang dalam sekali mengenai dada yang mengandung panglima tubuh kita, betul, ia bernama hati.

Sehat di Musim Pandemi Bersama Halodoc

Bismillah...


Kesehatan di musim pandemi merupakan sesuatu yang berharga sekali nilainya. Sebenarnya di musim biasa pun sehat tetaplah mahal ketika sehat itu tidak dijaga. Yang membedakan adalah kondisi, sehingga ketika ada salah satu yang sakit, semuanya dicurigai sakit karena wabah. Duh, Naudzubillah... Selama #dirumahaja pun begitu. Ada salah satu anggota sakit, misal ketika itu Nusaiba anak Saya yang kedua sakit, Saya khawatirnya luar biasa. Dilema mode on, mau ke Klinik atau RS ga mungkin karena di sana rentan penyebaran COVID-19. Didiemin tanpa ikhtiar pun ga gitu juga karena tetap butuh ikhtiar untuk penyembuhan. Akhirnya, ketika tetangga Saya mengirim pesan via WA, menanyakan kabar, Saya curhat deh tentang kondisi anak yang sedang sakit.

Resep Manisan Kolang-kaling Dan Manfaatnya


Bismillah...

Manisan Kolang-kaling mantap
Manisan Kolang-kaling segar

Hallo Temans, ga kerasa ya udah masuk Ramadhan hari ke 25, bagaimana puasanya? Lancar kan? Hampir menuju garis finish ya. Hayuk fastabiqul khairat! Meskipun puasa kali ini hanya dirumahaja, semoga teman-teman ga kehilangan ide ya untuk menu takjil dan berbuka puasanya. Karena ada nilai ibadah di setiap ikhtiar kita menyiapkan ke duanya untuk berbuka. Pahalanya Masya Allah ya...

Ngomong-ngomong soal takjil, Aku sebenernya udah dari sebelum Ramadhan bebikinan menu masakan dari kolang-kaling, entah itu di kolak ataupun dijadikan manisan. Ketika sukses membuatnya, bahagia rasanya jika bisa berbagi, ya meskipun hanya berbagi resep ya, hihi... Siapa tahu bisa membantu teman-teman yang emang ga mau riweuh urusan takjil tapi mau yang seger-seger.