Friday, May 24, 2019

Halal Lifestyle Di Era Milenial

from pixabay

Makanan minuman halal kini jadi gaya hidup milenial. Tak terkecuali Pariwisata, telah banyak yang dibidik untuk dijadikan wisata halal.

Sebagai agama yang mayoritas di Indonesia persoalan halal ini telah melekat erat dalam pribadi muslim. Oleh karena itu, dengan banyaknya makanan minuman bahkan pariwisata halal semakin banyak pula muslimin terbantu dan merasa tenang ketika bepergian.



Bahkan pendidikan tentang halal haram ini telah diajarkan jauh sebelum Kita mengenyam sekolah dasar. Jadi anak kecil pun tahu dan bisa memastikan mana yang benar-benar halal dalam memilih jajanan (makanan).

Dalam banyak sektor, tentu saja ini membuka peluang untuk kemajuan Ekonomi Indonesia yang mandiri, berdaya dan sejahtera.

Festival Halal Food Di Palembang

Seperti tiga dasawarsa terakhir ini, ekonomi dan keuangan syariah mengalami perkembangan pesat baik secara global maupun nasional.

Dari data The State of the Global Islamic Economy Report 2018/19, pada tahun 2017 besaran pengeluaran makanan dan gaya hidup halal dunia mencapai USD 2.1 triliun. Hal tersebut diperkirakan akan terus tumbuh mencapai USD 3 triliun di tahun 2023.

Faktor utama pertumbuhan tersebut adalah peningkatan jumlah penduduk Muslim di dunia yang mencapai 1.84 miliar orang di tahun 2017, dan diperkirakan akan terus meningkat hingga 27.5 persen dari total populasi dunia di tahun 2023. Masya Allah...

Peningkatan tersebut tentu akan berdampak pada permintaan produk dan jasa halal yang terdiri dari makanan halal, pariwisata halal, fesyen muslim, rekreasi dan travel halal, serta farmasi dan kosmetik halal.

Nah, Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia berpeluang mengambil peran secara optimal dalam memenuhi permintaan ini.

Saya sendiri sudah menerapkan Halal Lifestyle dalam keseharian. Dan memang sedang digandrungi oleh Muslim di Era Milenial ini. Positifnya semakin banyak yang aware semakin banyak pula yang menerapkan gaya hidup sesuai dengan tuntunan Islam. Sementara dari segi negatifnya, Halal Lifestyle hanya sebagai gaya-gayaan bukan lagi sesuai dengan anjuran. It's oke karena semuanya berproses...

Langsung saja ya...

Konsumsi Makanan & Minuman Halal

Ini vital kalau menurut saya. Karena Kita ditentukan oleh apa yang Kita makan. Secuil barang haram saja masuk ke tubuh jangan harap keberkahan dapat Kita raih. Bahkan dalam sebuah hadits disebutkan

Wahai Saad perbaikilah makananmu maka engkau akan menjadi orang yang dikabulkan doanya. Demi Zat yang nyawa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh seorang hamba yang memakan sesuap makanan haram dalam perutnya maka tidak akan diterima amal ibadahnya selama empat puluh hari, dan siapa saja yang dagingnya tumbuh dari pekerjaan tidak halal dan hasil riba maka neraka lebih pantas untuknya.” (HR. Thabrani)

Ngeri ya? Selain itu, Makanan minuman yang halal itu jumlahnya banyak dan menyehatkan pula. Serta konsumsi makanan halal itu mewariskan amalan sholeh. Dan pastikan thoyyib ya artinya baik bagi tubuh, bukan yang merusak. Kalau istilah Dr. Zaidul Akbar makanan ciptaan Allah langsung.  Jadi ga ada pilihan untuk memilih makanan yang haram?

Pariwisata Halal

Saya sendiri menamainya Wisata Rohani. Dimana ketika mengunjunginya semakin berdetak dada Kita karena mengingat Allah... Didekat rumah Saya, saya menemuinya lho, salah satunya adalah D'Jampang Parung, Bogor. Setiap aktivitas membawa Kita rihlah dalam arti yang sebenarnya.

Makanan yang disuguhkanpun semua terjamin kehalalannya. Jadi bukan tidak mungkin Berwisata dapat mendatangkan amalan dan pahala.

Fashion Muslim

Nah ini dia yang sedang booming di Era Milenial ini. Meskipun Saya sudah berjilbab dari semenjak SMP, namun Saya baru menyadarinya bahwa perintah menutup aurat itu ada kaidahnya. Hingga ke dada, itu yang paling penting. Banyak yang menafsirkannya berjilbab hanya untuk bergaya dan terlihat cantik. Ga masalah sih, karena setiap orang memiliki proses masing-masing.

Yang disayangkan yang sudah paham namun karena menjunjung tinggi Fashion akhirnya, melenceng dari aturan. Hanya dapat gayanya namun lupa kewajibannya.

Oleh karena itu, kampanye halal harus disandingkan dengan kaidah dalam berbusana. Alhamdulillah nya sekarang ada komunitas Hijrah yang isinya para artis yang sudah hijrah dan mengedukasi masyarakat sehingga banyak yang terpengaruh positif olehnya.

Farmasi dan Kosmetik Halal
Meskipun ketika sifatnya darurat, obat yang bahan dasarnya haram kemudian menjadi mubah diperbolehkan. Namun, jika masih bisa diupayakan bahan dasar pembuatan obat-obatan yang halal, why not!

Begitupun Kosmetik, sekarang sudah banyak yang berlabel halal MUI sehingga sudah dipastikan kulit Kita terhindar dari yang non halal.

Harapannya, semakin beredarnya produk dan pariwisata atau bahkan Travel Halal semakin Indonesia bahkan dunia internasional maju dalam bidang Ekonomi Syariah. Karena ada nilai dalam setiap upaya yang dilakukan.

Hal ini sejalan dengan rapat Pleno Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) tanggal 5 Februari 2018, untuk menyusun Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024 (MEKSI) sebagai jawaban tantangan tersebut. Dan menjadi kompas jalan dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, sehingga berefek pada pengembangan ekonomi nasional.

Prof. Bambang P. S.  Brodjonegoro

Prof. Bambang P. S.  Brodjonegoro, selaku Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas sekaligus sebagai Sekretaris Dewan Pengarah KNKS, menerangkan bahwa : "Sebagai negara dengan populasi Muslim terbanyak, Indonesia menjadi konsumen terbesar produk halal pada pasar internasional. Namun sumbangsih kita dalam memproduksi produk halal dunia masih belum optimal. Dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi syariah melalui industri halal, diharapkan Indonesia mampu memaksimalkan kearifan lokal dalam menangkap peluang global. Target ekonomi syariah pada tataran domestik adalah peningkatan skala usaha, kemandirian dan kesejahteraan, sementara pada tingkat internasional adalah peningkatan peringkat Global Islamic Economy Indicator (GIEI)”.


Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024 (MEKSI) yang diluncurkan pada tanggal 14 Mei 2019. Isi Kerangka Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024 merekomendasikan 4 Strategi Utama untuk mengembangkan ekonomi syariah di Tanah Air yang terdiri dari:

  • (1) Penguatan rantai nilai halal (halal value chain/ HVC) dengan fokus sektor atau klaster yang dinilai potensial dan berdaya saing tinggi; 
  • (2) Penguatan sektor keuangan syariah, yang rencana induknya sudah dituangkan dalam Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (MAKSI) dan disempurnakan dalam rencana induk ini; (3) Penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai penggerak utama rantai nilai halal; 
  • (4) Pemanfaatan dan penguatan platform ekonomi digital dalam hal perdagangan (e-commerce, market place) dan keuangan (teknologi finansial) yang diharapkan bisa mendorong dan mengakselerasi pencapaian strategi lainnya.

Penguatan rantai nilai halal terdiri dari 5 klaster, yaitu:

(1) Klaster makanan dan minuman halal;

Ruang lingkup makanan halal mencakup daging, unggas, manisan, makanan kaleng dan beku, susu, roti, makanan organik, produk herbal, serta minuman. Data Global Islamic Economy Report (GIE) 2018/19 menyebutkan bahwa makanan dan minuman memegang saham terbesar dalam global halal industry yang bernilai USD 1,303 miliar. Makanan dan minuman halal diproyeksikan akan tumbuh mencapai USD 1,863 miliar pada tahun 2023.

Menurut laporan LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia), Indonesia adalah negara pengimpor pangan halal terbesar ke-4 di dunia. Sampai dengan saat ini, otoritas sertifikasi halal di Indonesia sepenuhnya ditangani oleh LPPOM MUI. Akan tetapi, di akhir tahun 2019 nanti seluruh otoritas sertifikasi halal akan diserahkan pada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH).

Beberapa negara yang sudah memiliki sertifikasi halal, diantaranya versi Malaysia membentuk Badan Otoritas Halal Internasional untuk mengatur dan mengawasi lembaga sertifikasi, serta melarang perilaku mencari keuntungan dan Turki membentuk Otoritas Akreditasi Halal. Sedangkan, Uni Emirat Arab membentuk Forum Akreditasi Halal Internasional. Forum ini memiliki anggota, seperti Spanyol, Kyrgystan, sampai Filipina.

(2) Klaster pariwisata halal;


Salah satu pasar potensial yang diprediksi terus meningkat dari tahun ke tahun yaitu kunjungan wisatawan Muslim. Menurut data dari Global Muslim Travel Index (GMTI 2019), Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai Destinasi Wisata Halal Dunia, bersama dengan Malaysia, mengungguli 130 destinasi dari seluruh dunia. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar di sektor pariwisata halal.

Diharapakan dengan potensi yang cukup besar di industri pariwisata halal, makanan dan minuman halal, Indonesia juga bisa membantu perekonomian negara khususnya perekonomian syariah.

(3) Klaster fesyen muslim;


  • Industri fesyen saat ini menjadi subsektor dari bidang ekonomi kreatif.
  • Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mencatat pada tahun 2016, industri fesyen menyumbang sekitar 18,01 persen terhadap PDB Ekonomi Kreatif. 
  • Menurut data dari Global Islamic Economy Report 2018-2019: Indonesia menduduki peringkat ke-2 dalam top 10 GIE indicator bidang fesyen Muslim dan menduduki peringkat ke-3 sebagai negara dengan pengeluaran Muslim apparel tertinggi. 
  • Salah satu penyebab pesatnya performa Indonesia dalam bidang industri fesyen Muslim di dunia adalah karena keaktifan Indonesia dalam menyelenggarakan berbagai pagelaran pameran fesyen Muslim berskala internasional. Di antaranya adalah Indonesian Muslim Fashion Week, the International Indonesian Islamic Fashion Fair, Muslim Fashion Festival Indonesia, dan yang terbaru adalah Modest Fashion Summit pada Desember 2018. 
  • Selain itu, kaum millenial juga mulai mendominasi piramida penduduk Indonesia. Dalam hal ini peran teknologi sudah sangat dikuasai sehingga dapat membantu industri fesyen Muslim yang berkembang melalui e-commerce. 
  • Dari Sensus Ekonomi 2016 BPS mencatat bahwa jumlah e-commerce di Indonesia mencapai 26,2 juta dengan peningkatan sebesat 17 persen dari 10 tahun terakhir. 
  • Badan Ekonomi Kreatif (2016) mencatat tiga masalah yang terdapat pada SDM di industri fesyen:
  • Rendahnya daya saing SDM karena kurangnya SDM yang berkualitas dan memiliki skill khusus di bidang teknis sehingga menghambat proses produksi; 
  • Kesadaran terhadap aspek keselamatan kerja masih rendah;
  • Tenaga SDM belum disiplin untuk mematuhi standar kompetensi kerja yang berlaku sehingga produktivitas menjadi rendah. 
  • Selain itu, tantangan terbesar dari pengusaha fesyen, terutama industri kecil dan menengah, adalah perihal permodalan. Menurut Kementerian Perindustrian, Industri Kecil Menengah (IKM) cenderung sulit untuk menjamin permodalan mereka karena bunga yang terlalu tinggi dari bank. 
  • Di sisi persaingan dengan negara lain, China merupakan salah satu negara yang mendominasi bidang industri fesyen. 


(4) Klaster media dan rekreasi halal


  • State of the Global Islamic Economy Report 2018/19 menyebutkan Muslim menghabiskan waktu untuk media dan rekreasi pada 2017 senilai USD 209 milyar. Pada 2023 nanti, Muslim diperkirakan menghabiskan USD 288 miliar untuk hal yang sama. 
  • Industri media dan rekreasi saat ini menjadi subsektor ekonomi kreatif yang potensial. 
  • Laju pertumbuhan PBD subsektor film, animasi dan video melonjak pesat seiring dengan peningkatan produksi dan penonton film nasional. Potensi film pun semakin didukung dengan maraknya berbagai aplikasi dan layanan video streaming yang berkembang. 
  • Internasional Federation of the Phonographic Industry (IFPI) dalam salah satu laporannya menyatakan bahwa Musik dapat menjadi penggerak perekonomian, menyerap tenaga kerja, ekspor, serta sumber pendapatan pajak.
 Dengan alasan tersebut, BEKRAF optimistis menjadikan subsektor musik sebagai prioritas. 
  • Industri aplikasi digital (apps) belakangan ini menjadi primadona dalam menyumbang penurunan angka pengangguran. 
  • Media dan Rekresi Halal sedang mengalami perkembangan yang positif. Namun, kurangnya fasilitas dan rendahnya literasi halal membuat industri media dan rekreasi perlu ditingkatkan. 

(5) Klaster farmasi dan kosmetik halal.


  • Farmasi dan kosmetik halal merupakan produk yang terbuat dari bahan yang sesuai dengan syariat Islam. Kandungan itu bebas dari unsur binatang yang diharamkan dan yang disembelih tidak sesuai dengan tuntunan Islam. Komoditas itu harus diproduksi dan diproses menggunakan alat yang tidak tercampur oleh zat yang tidak sesuai dengan syariat. 
  • Farmasi dan kosmetik halal merupakan harmonisasi dari syariat Islam, good manufacturing practice (GMP) serta bahan baku halal 
  • Saat ini Indonesia berada di posisi ke-4 sebagai negara dengan konsumsi produk farmasi terbanyak. Sementara pada sektor kosmetik, Indonesia merupakan negara kedua dengan jumlah konsumsi kosmetik terbesar setelah India. 
  • Kontribusi PDB industri kimia, farmasi dan obat tradisional mengalami kenaikan selama lima tahun. Selama kurun waktu 2014-2017 nilai pertumbuhan terbesar terjadi di tahun 2015 dengan tambahan nilai mencapai Rp 11.651,1 miliar. 
  • Produk perawatan kulit diprediksikan akan tumbuh sebesar 31 persen selama 2017-2022 dan akan dipimpin oleh daerah Asia Pasifik. 
  • Lima kunci utama mengembangkan industri kosmetik global: 


  1. Kecantikan yang telah menjadi gaya hidup. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran gaya hidup sehat untuk merawat diri dengan baik. 
  2. Aspek kebersihan, kesesuaian dengan etika,
dan kecantikan yang inklusif. Tren yang sedang berkembang pesat adalah kosmetik natural
 dengan bahan baku organik yang mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus memenuhi
tujuan sosial. 
  3. Pengalaman dan pemberdayaan. Pengalaman berfokus pada menaikkan ikatan emosional dengan konsumen. Salah satunya upaya yaitu pendekatan secara digital dengan ditingkatkannya pemilihan produk, pendidikan, dan pemantauan 
  4. Digital dan teknologi yang digencarkan. Interaksi antara produsen dan konsumen saat ini gencar dilakukan secara digital. 
  5. Berkembangnya persepsi premium pada produk kosmetik. 


  • Pada industri farmasi global terdapat peluang yang dapat dimanfaatkan: Pertama adalah penjualan obat Over the counter atau OT obat yang dapat dibeli secara bebas tanpa resep dokter) diperkirakan akan didominasi oleh Asia Pasifik sebesar persen hingga 2022. Kedua adalah kategori obat tidur dan penenang juga diprediksikan mengalami kenaikan penjualan selama 2017-2022. 
  • Faktor yang mempengaruhi hal ini yaitu meningkatnya tingkat stress pada masyarakat, tingginya tingkat kesibukan, dan gaya hidup yang serba cepat dan modern. 
  • Penjualan obat secara online dengan kategori vitamin dan suplemen diprediksi akan tumbuh pada periode yang sama. 


Sesuai dong dengan apa yang Saya sebutkan sebelumnya? :)

Sebelum peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah (MEKSI), Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) mengadakan pre-launching event yang bernama Indonesia Islamic Economy Festival (IIEFest). Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan industri halal di Indonesia kepada masyarat, sekaligus sebagai bentuk upaya dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjalankan gaya hidup halal.
Indonesia Islamic Economy Festival (IIEFest) telah diadakan di Trans Grand Ballroom, Bandung pada tanggal 26 April 2019. Rangkaian kegiatan acara ini adalah Talkshow Industri Digital Halal, Talkshow Pariwisata Halal, Talkshow Islamic Edutainment, Talkshow Muslim Modest Fashion, dan Expo Industri Halal yang diramaikan oleh para pelaku industri, regulator, start-up milenial, UKM dan masyarakat umum. Acara ini diresmikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Kepala Bappenas dan dihadiri oleh Kementerian dan lembaga terkait lainnya.

Untuk tahu info lengkapnya, sila kunjungi website dan social media nya ya 👇

Website: http://knks.go.id/
Instagram: @KNKS.ID
Twitter: @KNKS_ID
Facebook: Komite Nasional Keuangan Syariah
Youtube: Komite Nasional Keuangan Syariah

23 comments:

  1. Alhamdulillah memang halal sudah menjadi gaya hidup masa kini yang menambah kekuatan untuk semakin dekat kepada-NYA

    ReplyDelete
  2. Wah, jadi makin tenang kalau kemana-mana ya mbak. Semuanya serba halal. 😊

    Alhamdulillah

    ReplyDelete
  3. keuangan dan ekonomi syariah makin maju, mudah2an muslim Indonesia juga makin berdaya ya teh

    ReplyDelete
    Replies
    1. apalagi kalau kita yang jadi pemain utama, jadi pedagang/pengusaha industri halal, wah ga kebayang Indonesia bisa bangkit lg

      Delete
  4. Waah alhamdulillah ya, semakin kuat kehidupan Halal jaman sekarang

    ReplyDelete
  5. Wah ternyata doa tidak terkabul krn makanan kita ada yang mengandung ga halal ya.

    Ini acaranya dah leqat ya, shine? Kapan yaa diadain di JKT.. eh depok deh..

    ReplyDelete
  6. Alhamdulillah, makin ke sini banyak pihak yg "melek" dg kehalalan, gak hanya sektor food tapi di banyak sektor, dg begitu gak dipungkiri kalau halal lifestyle bakal jadi kebutuhan kita semua

    ReplyDelete
  7. Senang deh zaman sekarang masyarakat dan pemerintah saling mendukung kehalalan apapun, produk makanan, minuman, pariwisata, kosmetik, dll. Serem amat ya kalau amal ibadah kita selama 40 hari ga diterima Allah gara2 makan atau hasil pekerjaan dari ga halal hhhhmmm.

    ReplyDelete
  8. Sekarang kehalalan semakin menjadi concern baik di bidang kuliner, pariwisata, maupun fashion. Alhamdulillah ya semoga kinerja pemerintah semakin baik untuk merealisasikan tujuannya.

    ReplyDelete
  9. Aku pernah tuh mba mengalami kunjungan ke satu tempat wisata tapi binggung nyari kuliner halal :(. Dengan kegiatan ini semoga halal selalu menjadi bagian dalam nafas kehidupan kita ya mba. Aamiin

    ReplyDelete
  10. Alhamdulillah ikut seneng deh sudah banyak yang mendukung kehalalan setiap apa pun yang nantinya akan dipakai muslim muslimah ya, jadi gak perlu khawatir lagi

    ReplyDelete
  11. Aku baru belajar nih kak kalo halal lifestyle itu penting ya, selain terjamin kualitasnya kita pun merasa gak bersalah memakainya. Harus digalakkan terus.

    ReplyDelete
  12. Seneng banget sekarang halal sudah merupakan industri .jadi sudah tidak perlu khawatir lagi jika mau makan atau minum karena kita tinggal cari label halal, kosmetik juga sudah ada yang halal sehingga kita bisa tenang untuk memakainyaa

    ReplyDelete
  13. Alhamdulilah pemerintah semakin concern produk halal, insha Allah ke kita juga berkah ya mba..

    ReplyDelete
  14. Seneng nih pemerintah mulai menekankan gaya hidup halal di semua sektor, gk cuma ke makanan tapi ke pariwisata, kosmetik dll. Apalagi Indonesia ini penduduknya mayoritas muslim ya mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren banget ya KNKS aku pikir selama ini mereka ngurusin masalah zakat dna wakaf aja hahaa, ternyata skrg bikin masterplan ekonomi syariah jg utk diterapkan d Indonesia

      Delete
  15. Saat ini KNKS berupaya utk memberikan edukasi mengenai halal.lifestyle termasuk ttg merencanakan keuangan yg sehrsnya syariah juga. Perencanaan keuangan semata mata karena Allah dengan menggunakan produk perbankan syariah.

    ReplyDelete
  16. Enak ya ada dalam event kayak gini jadi tambah pengetahuan kita akan produk produk halal dan bagaimana cara mebdapatkannya ya

    ReplyDelete
  17. Di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim, produk yang berlabel halal pasti memiliki nilai lebih dan banyak dicari. Apapun produknya, halal dulu, baru beliiiii :)

    ReplyDelete
  18. Bagus sekali ya ini acaranya IIEFEST, karena menurutku halal lifestyle di Indonesia penting sekali. Yang mana di Indonesia adalah mayoritas penduduknya adalah beragama islam.

    ReplyDelete
  19. Wooww, ternyata Indonesia masuk dalam kategori atas penyedia item2 halal itu ya. Semoga makin kesini semua orang makin sadar dengan halal lifestyle, karena halal itu wajib gak bisa disepelekan karena segala hal yg masuk dalam tubuh ataupun digunakan kelak akan dipertanggungjawabkan yah.


    ReplyDelete
  20. Meskipun sempat menimbulkan pro kontra tapi banyaknya gelar halal di segala aspek ini malah memudahkan buat kita umat muslim, jadi lebih tenang kalau mau mengonsumsi atau menggunakan sesuatu

    ReplyDelete
  21. Iya dong harus itu karena semua produk dengan cara pembuatan, bahan dan semua prosesnya jika dengan yang halal semua jadi berkah.

    ReplyDelete