Tuesday, July 2, 2019

Tantangan Dan Solusi Ibu Menyusui


Perjuangan selanjutnya setelah melahirkan adalah Menyusui. Fitrahnya selalu begitu. Dan tidak mudah untuk melewati fase ini. Namun bukan berarti tidak bisa. Karena sejatinya selalu ada perjuangan pada diri bernama Ibu.



Alhamdulillah Saya sendiri langsung menyusui anak-anak, maksudnya tidak melalui perantara dot. Bersyukur karena bisa 24jam membersamai anak-anak. Ya, meskipun kadang suka ngehang. Ketika dijalani, ternyata mudah-mudah saja kok.

Biasanya pasca melahirkan adalah pasca drama menyusui dimulai. Mulai dari ASI yang bengkak, merembes bahkan muncrat saking banyaknya dan tak jarang puting lecet yang sakitnya minta ampun. Saya yakin sih bukan hanya Saya yang mengalami itu semua. Ibu-ibu di sini bahkan di luar sana pasti pernah mengalami apa yang Saya alami. Iya ga?

Yang bahkan ketika puting lecet tuh, meringis menahan sakit namun tetap harus menyusui. Subhanallah dah rasanya. Hanya Ibu yang tahu.

Dengan tantangan tersebut bukan berarti berhak mengeluh namun tidaj mencari solusi. Oleh karenanya, berikut Solusi Saya menghadapi tantangan dalam menyusui :

1. Teraphi Pijat Payudara Sebelum lahiran

Ketika diketahui hamil, maka latihan pijat kantong ASI ini pun harusnya langsung dipraktekan. Fungsinya agar ASi keluar lancar setelah si jabang bayi lahir dan lebih siap untuk breastfeeding. Tapi jika sudah terlanjur lahiran, pijat pasca lahir pun bisa diupayakan.

2. Sedia Pompa Bayi

Sebaiknya siap sedia alat tempur ketika masa MengASIhi. Ibarat sedia payung sebelum hujan, sedia Pompa ASI sebelun bocor. Maksudnya agar yang rembes itu bisa tertampung maksimal sehingga tidak ada kata mubadzir.

Saya sendiri tipe ASI subur gitu yang kalau dibiarkan, ASI nya bisa merembes kemana-mana, sering banget bolak-balik ganti baju tersebab ASI rembes.

Selain itu, keuntungan dari memompa ASI adalah jika suatu waktu ada yang membutuhkan donor ASI bisa langsung disalurkan tidak keteteran Pompa dulu.

Saya sendiri menggunakan Harmony Breast Pump dari Medela. So far so good sih. Karena nyaman banget digunakan dan cenderung memompa ASI dengan sempurna tanpa drama. Sekilas tentang Harmony, Saya share di bawah ini ya :


Harmony merupakan pompa ASI manual pertama yang berdasarkan Teknologi Ekspresi 2-Fase. Teknologi ini meniru irama mengisap alami bayi.

Pegangan pompa yang ergonomis merangsang dan menghasilkan ASI yang melimpah sesuai dengan cara kerja mulut bayi saat menyusui.



Fitur utama dari pompa ASI Harmony :

  • Mudah dipasang, digunakan dan dibersihkan
  • Tidak bersuara dan tidak kentara dalam memompa
  • Ringan dibawa, sesuai dengan penggunaan di rumah dan bepergian.



3. Sedia Salep Yang Aman Untuk Ibu dan Bayi


Tantangan selanjutnya adalah perawatan puting ASI. Apalagi ketika baru melahirkan, puting akan terasa sakit dan cenderung lecet karena belum terbiasa dengan isapan mahkluk kecil nan lucu.

Pengalaman Saya ketika mengalami hal tersebut, salah satunya adalah mengoleskan salep. Namun, tidak sembarang salep karena bagaimanapun keamanan untuk bayi menjadi prioritas. Bayangkan saja kalau Kita salah memilih salep, alih-alih ingin menyembuhkan luka justru membahayakan untuk si kecil. Oleh karenanya Saya rekomendasikan Salep Purelan dari Medela.

Yang komposisinya 100% Lanolin USP/EP, alami dan tanpa bahan pengawet. Cocok digunakan juga untuk meringankan dan melembabkan kulit kering yang sensitif.

Cara penggunaannya cukup oleskan tipis pada bagian kulit yang kering atau puting luka.

Nah, itu dia tantangan dan solusi ala Saya sebagai Ibu Menyusui. Dan yang paling penting dari semuanya adalah Jangan Lupa untuk tetap bahagia. Karena Ibu menyusui rentan sekali stress. Jadi hempaskan saja omongan-omongan negatif dan stay to positive vibes.

1 comment: