@copy right : Shine Fikri. Powered by Blogger.
Showing posts with label keluarga. Show all posts

Stress Release Seorang Ibu Banyak Anak


Tak menyangka akan diamanahi anak banyak dalam waktu yang cukup cepat. Kilas balik perkataanku dulu. Pernah suatu hari aku bilang sama bestieku, Ochy. "Pokoknya aku mau punya anak cukup 2 aja cy. Yang penting berkualitas. Ga mau banyak-banyak, khawatir ga keurus. Yes kualitas bukan kapasitas." Rupanya hal itu menjadi ujianku tersendiri. Allah menguji apa yang aku ucapkan. Kata "Pokoknya" seolah kita tuh lupa kehidupan kita ada yang mengurus.

Awalnya ga terima, kayak semacam ya Allah lelah bangeeet, ga sunggup, beneran mau nyerah. Denial. Tapi ini gimana? Amanah berupa makhluk hidup dan sebaik-baik makhluk pula yang Allah ciptakan dititipkan berturut-turut padaku. Masa iya mau dikasih orang, hmmm..."Sebagai manusia ikhtiar dong!" Ya, orang sih taunya di luar-luar aja ya, upaya aku untuk menjeda hamil juga sudah dilakukan, dipikir ga ada usaha.

5 Langkah Yang Harus Dilakukan Istri Pengusaha

 
9 dari 10 pintu rezeki ada dalam perdagangan.
 
Orang terlahir di dunia ini dengan karakter dan kebiasaan masing-masing. Karakter itulah yang akan menentukan bagaimana ia ke depan.
Saya sendiri merupakan keturunan pengusaha (maksudnya ibu bapak pedagang gitu), dari kecil sering sekali membantu orangtua berjualan, mulai dari melayani pelanggan yang kebanyakan petani yang pagi-pagi sudah memulai hari untuk pergi ke sawah sampai dalam tahap pembuatan dagangan itu sendiri. Ya, ibu dan bapak saya berjualan lauk dan sayur masak, terutama semur jengkol yang menjadi andalan.
 
Namun, apakah lantas saya sendiri menyukai perniagaan? Tidak! Apalagi saat memasuki jenjang SMK. Saya paling alergi sekali dengan berjualan. Pasalnya ketika itu, Penjualan merupakan jurusan paling bawah standarnya. Gengsi dong, kalau sekolah ujung-ujungnya jualan? Yang ada dipikiran saya ketika itu, anak kecil aja bisa, yang keren itu adalah pegawe kantoran, PNS, dan standar pekerjaan pada umumnya. Apalagi saya mengambil jurusan IT dimana otak saya dipenuhi koding dan angka-angka.

Tips Sehat Ala Keluarga Surya

Bismillah...

 

Piala dunia sudah di depan mata. Euforia nya sudah mulai terasa belakangan ini. Dari yang muda sampai yang tua membahas ini. Memang hobi tak mengenal usia. Termasuk anak-anak yang suka sekali bola. Tentu hobi ini sah-sah saja selama di ambang batas kewajaran. Namun ketika hobi itu justru berdampak pada menurunnya tingkat kesehatan karena belain begadang misalnya, Kita harus bagaimana? Terutama untuk Para Ibu yang sangat concern sekali terhadap kesehatan keluarga.

"Harus ngomel berapa kali sih biar kamu sadar?"
"Iya-iya." Kemudian diam-diam saat Kita lengah, si Bapak streamingan di hpnya.

Aktivitas Pagi

Bismillah...
Hai, selamat pagiii...
Ngapain aja di pagi ini?
Ga tidur lagi kan?
Ingat donk dengan hadist yg berbunyi : sesungguhnya keberkahan itu ada di pagi hari (kurang lebih isinya begitu).
Ehm, kalau saya ngapain aja ya?
Pagi selalu diriweuhkan dengan jadwalnya masak, setelah shalat malam, langsung buru-buru ke dapur pak-pik-peuk dengan bahan-bahan yg akan dimasak. Masak apa? Makaroni skutel. Untuk siapa? Untuk jualan dibawa adek k sekolahnya. Awalnya sih ini ide adek saya, "Teh coba jualan aja disekolah ena, ena yg jualin deh, latihan wirausaha." Katanya dengan mantap. Entahlah kesambet apa adekku itu. Semenjak gabung rohis jadi berubah drastis, xixi
Alhamdulillah yah... Bawa 20pcs abis, 30 abis, bawa berapapun selalu habis, jadilah saya menjadikan ladang ini sebagai suatu usaha yg berkelanjutan, ya meskipun baru mikro ya, lumayanlah buat jajan adek dan krucil... Untungnya pun bisa dikatan 100%. Modal balik, lebihnya pun seharga modal, xixi.. Kalau kata teman saya mba wiek (chef), ga ada salahnya dengan kapitalisasilah ya, wkwkwk, saya ngakak. Bukan apa-apa, harga normal kan memang 5rb ya, kalau saya turunkan harganya bisa-bisa bocah sekolah pada nyeletuk : daging apaan tuh yg dipake kok harganya murah?
Well, itulah bakulan saya yg tetangga sebelahpun bahkan tak tahu. Yg dengannya tetanggapun pernah bingung dengan hidup saya yg dikira cuma uncang-uncang angge. Saya bingung dengan mba Shine kan ga kerja kok ya santai aja, ga pontang-panting seperti saya, emang cukup apa buat keperluan popok, susu dll? xixi saya senyum-senyum doak. Tapi kemudian tetangga saya yg lain yg jawab : orang mah hidup bersyukur dengan apa yg ada, ga pusingin hidup tetangga. Hellooo, ini hidup gue kenapa lu pade yg repot, wkwk...
Don't judge! Ga mesti yg dirumah aja cuma hidup ongkang-ongkang kaki doank, kita ga tahu aja yg mereka kerjakan apa, once again, don't judge. Pekerjaan apapun itu (asal halal) ga mesti donk digembar-gembor ke tetangga.
Dan aktivitas kami setelah masak adalaaah belanja, muter-muter sesuka kami dengan suami dan krucil, beli nasi uduk, beli sayur, semuanya dikerjakan bareng-bareng. Mungkin ada yg mikir : manja amat beli sayur aja sekeluarga dibawa, ahaha, biarkan, yang penting kami semua happy. Kebersamaan yg indah mesti ya terlihat biasa saja.
Mumpung suami ada dirumahlah ya, beda hal jika suami udah ngurusin proyek lagi di luar kota untuk jangka waktu cukup lama. Saya ngegendol 2 krucil ya sudah biasa...
Begitulah, kadang hidup kita bahagia menjalani tapi orang lain malah repot mengurusi...
Yowes gitu aja...
Semoga aktivitas pagi kita selalu dipenuhi keberkahan, kebahagiaan dan keridhoan-Nya, aamiin