@copy right : Shine Fikri. Powered by Blogger.

Stress Release Seorang Ibu Banyak Anak


Tak menyangka akan diamanahi anak banyak dalam waktu yang cukup cepat. Kilas balik perkataanku dulu. Pernah suatu hari aku bilang sama bestieku, Ochy. "Pokoknya aku mau punya anak cukup 2 aja cy. Yang penting berkualitas. Ga mau banyak-banyak, khawatir ga keurus. Yes kualitas bukan kapasitas." Rupanya hal itu menjadi ujianku tersendiri. Allah menguji apa yang aku ucapkan. Kata "Pokoknya" seolah kita tuh lupa kehidupan kita ada yang mengurus.

Awalnya ga terima, kayak semacam ya Allah lelah bangeeet, ga sunggup, beneran mau nyerah. Denial. Tapi ini gimana? Amanah berupa makhluk hidup dan sebaik-baik makhluk pula yang Allah ciptakan dititipkan berturut-turut padaku. Masa iya mau dikasih orang, hmmm..."Sebagai manusia ikhtiar dong!" Ya, orang sih taunya di luar-luar aja ya, upaya aku untuk menjeda hamil juga sudah dilakukan, dipikir ga ada usaha.

 

Coba mencari hikmah dibalik amanah yang banyak ini. Mungkin ini cara Allah untuk aku belajar lembut, penuh kasih sayang dan penyabar. Karena jujurly, aku tuh orangnya kurang suka anak-anak sebenarnya 😂. Anak orang maksudnya ya, kalau kayak anak saudara kayaknya malah ngemong deh dulu. Tapi masya Allah, Allah selalu hadapkan aku di kondisi harus berhadapan dengan anak-anak semenjak lajang dulu. Seperti ngajar TPA, ngajar ekskul kepenulisan anak-anak, ngajar TK, dll... Akhirnya yakin bahwa Allah tuh lagi menempa aku biar terbiasa dengan anak-anak.

 


Dan kelahiran anak ke-6 ini, buat aku tertekan luar biasa karena capeknya ga ketulungan. Bayi lahir, sementara ada anak-anak di rumah pada sakit cacar ketika itu. Bener-bener bikin spot jantung. Ketika pulang ke rumah pun demikian, 3 bayi yang aku handle. 1 newborn, 1nya baru lepas persapihan, 1laginya meskipun bageur pisan dia sedang sakit cacar yang bukan cacar biasa melainkan kena mata, infeksi sekunder. Luar biasa, sampai nangis-nangis dan bilang "Ya Allah, kenapa Engkau amanahkan anak banyak pada hamba yang tak becus ini. Alangkah baiknya andai aku mati saja ya Allah." Itu saking tiap hari begadang. Sampai-sampai ngurus diri sendiri aja ga bisa, ke kamar mandi aja harus nahan-nahan, dan akhirnya ngaruh pada ASI yang seret. Badan remuk, mati rasa. Rasanya aaaarrrgh, pengen jerit-jerit, wkwkwk. Lalu bagaimana aku bisa melalui itu semua? Yup betul, roda berputar. Tidak selamanya sedih itu sedih terus menerus, pun bahagia. Yakin saja ketika kita ditimpa ujian akan ada hal yang membahagiakan ketika sabar melaluinya. Dan ini yang aku lakukan, Stress release-ku untuk keluar dari ujian riweuhnya seorang Ibu banyak anak :

Penerimaan

Pertama banget yang harus dilakukan emang penerimaan. Apapun itu konteksnya bahwa ada hal yang ga bisa kita atur sesuai apa yg kita mau. Ada qada dan qadar Allah. Sadar sesadarnya bahwa menerima ketentuan-Nya adalah bagian dari ibadah. Dan dengan penerimaan ini, setengah dari masalah hilang, terasa ringan menjalaninya. Nah bagi yang merasa paling sedih sedunia, meratapi takdir tak berkesudahan, coba terima dulu kondisi kamu. Iya, jika bukan diri kita yang menerima apapun kondisi kita, mau siapa lagi... 

Selalu ingat ayat ini ya agar semakin paham bahwa Allah tuh sayaaang banget sama kita makanya kita diuji :
QS. Al-Baqarah ayat 286 : 

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."

Sabar Syukur

Ini dua tuh kunci banget. Meskipun kayak terdengar sepele tapi susahnya minta ampuuun jika dihadapkan pada kondisi-kondisi tertentu yang memang berat banget, menguras kesabaran. Begitupun dengan Syukur, harus selalu melihat hikmah dibalik apa yang terjadi. 
Sungguh tak segampang apa yang diucapkan. Dan circle yang mendukung tuh berharga banget untuk ngingetin kalau lagi oleng. 

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.”- (HR.Muslim).

Diwolesin atau Santuy

Alias diselowin aja apapun itu. Termasuk ketika anak tidur, inilah kesempatan untuk ibu juga ikut tidur. Sesimpel tidur itu hal yang paling spesial untuk ibu banyak anak sepertiku. Karena ini juga yang akan berdampak pada stress nggaknya seorang Ibu. Iya cukup tidur itu bagiku sebuah kewarasan, kalau kurang tidur, apalagi ga tidur-tidur beuh siap-siap aja berubah jadi zombie. 

ART

Mengurus anak tak bisa didelegasikan pada siapapun termasuk pada Asisten Rumah Tangga. Tapi mengurus rumah seperti nyapu ngepel, cuci baju setrika, masak, yang begitu-begitu bisa banget didelegasikan pada orang yang terpercaya tentunya. 

Makanya Alhamdulillah bangeeet, meskipun suami kerja, ada ART yang bisa diandalkan untuk urus rumah. Jadi kita sebagai Ibu bisa fokus pada anak-anak. Banyak orang yang beranggapan Big No punya ART, manja banget sih. Gitu ya. Ya pilihan masing-masing sih, kalau menurut kamu, kamu cukup kuat dan waras untuk mengurus semuanya, lanjutkan. Wonder woman banget berarti. Tapi bukan berarti yang punya ART seorang Ibu yang manja, karena hanya mengurus anak aja itu bikin hari si Ibu padat merayap seperti tak ada istirahatnya. 

Tidak ada yang salah atas pilihan setiap rumah. Yang salah, yang suka nyinyir dan saling menjatuhkan. 

Nge-Game

"Ochy merasa masih berjiwa muda, lebih bahagia setelah main game." Begitu kata my bestie suatu ketika, saat aku keheranan, kenapa dia suka main game. Akhirnya aku coba-coba, ternyata aku tuh ga bisa main game yang war-war gitu, bisanya yang selow, yang challenge nya hanya sebatas otak ga sampe harus menguras tenaga. Yang santai gitu-gitu deh. Dan jenis game yang aku mainkan ada di solitaire.org . Disitu ada menu game yang bisa kita mainkan yaitu Solitaire, Card, Mahjong, Hidden Object, Match 3, Logic Puzzles dan Word. 

Dan berikut beberapa game favoritku yang biasa aku mainkan di solitaire.org : 


Solitaire




Ini sih game legend dari zaman aku SMK ya. Pas banget jurusanku adalah IT, jadi sering banget jadi anak lab. Ngapain di Lab? Maen game solitaire lah, pake nanya, wkwk. Soalnya di zaman itu, game itu lagi naik daun dan ya kayaknya belum terlalu banyak game seperti sekarang sih. Di komputer lab-pun yanga ada cuma game itu. Jadi ngetrend banget sampe lupa pulang. Pernah disenggol ketika main game itu, pake kata-kata romantis yang dikirimkan lewat IP eh nggak taunya itu teman sekelas, uhuks. 

Back to topic, ini game masih sama dengan game zaman dulu, nyusun kartu gitu, challenge-nya harus selang-seling merah-hitam gitu, ga bisa di satu warna. 

Mahjong

 

Game ini lebih ke mencocokkan gambar yang diminta beberapa kali. Misal seperti Cooking Mahjong yaitu mencocokkan menu steak atau masakan lainnya dengan bahan-bahan yang sesuai dengan menu tersebut. Simple banget deh pokoknya. Tapi semakin kamu naik level semakin harus teliti dan cepat. 

Hidden Object



Hidden Object, seperti namanya yaitu mencari objek yang tersembunyi sesuai keyword benda yang kita pilih di main menu game tersebut. Game ini melatih konsentrasi dan ketajaman penglihatan kita. 

Logic Puzzles 


Ga nyangka bakal nemu Suddoku disini. Suddoku juga termasuk game legend ya karena sejak zaman dulu ketika pertama kali memiliki HP nokia, game-nya ga jauh-jauh dari ular tangga dan Suddoku. Game ini melatih ketelitian kita dalam menyusun angka di ruang yang kosong. Bagi kalian yang mau nostalgia, yuk cuus main game online Suddoku di Solitaire. 

Word

Game ini melatih kemampuan kosakata kita. Karena di banyaknya huruf-huruf yang keluar, kita harus mampu menyusunnya hingga menjadi sebuah kata bahkan kalimat. Dulu sih, pernah main Scramble Word langsung secara fisik ya waktu join English Club di Sekolah. Guru pembimbing langsung yang memfasilitasi game ini. Bener-bener melatih dan menambah kosakata. Eh, ternyata sekarang ada game online-nya gimana ga nostalgia coba. 

Dengan segala kelebihannya yang bisa kita mainkan, ada hal yang mungkin tambahan, ini saran ya bagi solitaire.org agar tampilan beranda lebih menarik para gamer atau orang biasa kayak aku yang Ibu-ibu biasa yang sekedar ingin melepas penat dan stress release. Tampilannya b  isa dibikin 3D sebagaimana menu-menu pada saat mulai game-nya, tampilannya udah bagus dan 3D. Dan entah ini karena jaringan atau bukan loadingnya masih terbilang lama. Karena game online mungkin bisa mobile friendly dan enteng ketika loading, jadi bisa sat-set ya saat perpindahan dari menu 1 ke menu lainnya, jika pemula seperti aku ingin menjajal-jajal dulu setiap menu game yang ada. 

Overall, dari semua stress release yang aku lakukan, ga mungkin banget bisa, jika tanpa andil dari support system di rumah. Mulai dari suami, Anak-anak (apalagi kakak-kakak yang udah ngerti), adikku, pokoknya Weslah kalian da best. Bisa saling dukung dan handle ketika raga ini berontak karena kepayahan. Alhamdulillah tsuma Alhamdulillah...

Untuk para Ibu di seluruh jagat, don't underestimate ya, karena kalian berharga dari apapun, lelah ini hanya sebentar, esok lusa ketika anak tumbuh dewasa bahkan kita akan merasa rindu dan kehilangan moment-moment saat anak tak mau jauh dari kita. Happy selalu, bu... 

2 comments

  1. Banyak orang yang berkata seperti itu, memang perihal anak sering jadi masalah yang bikin pusing. Benar ternyata dua anak cukup karena nyatanya saat lebih dari itu malah menyulitkan diri sendiri. Menjadi ibu tidak mudah, banyak hal yang perlu diurus. Game memang pelampiasan stress yang tepat, apalagi solitaire. Terima kasih informasinya!

    ReplyDelete
  2. Kaa.. aku mewek bacanyaa..
    Kenapa Allah memberikan hal ini kepadakuu?
    Karena Allah tau, aku mampu.

    Ini mantra banget agar hambaNya senantiasa bersyukur dan berserah diri dengan qada dan qadar Allah..

    Terima kasih untuk tulisannya. Relate bagi ibu-ibu dimana pun berada.

    Semoga kebahagiaan itu gak diletakkan di barang atau sesuatu yang bernilai.
    In syaa Allah lelahnya menjadi lillah.
    Barakallahu fiik, ka..

    ReplyDelete