@copy right : Shine Fikri. Powered by Blogger.
Showing posts with label Happy ^_^. Show all posts

#BahagiadiRumah Dengan Tersenyum

Bahagia di Rumah Ala Shine Fikri


“Bacain lagi Mi, tolong…”


Dengan tampang innocent Fathan (3 tahun) meminta saya untuk membaca ulang buku-buku cerita yang ia punya…


Hmmm, sudah berapa kali diulang sampai ndower tetap saja minta dan minta lagi.

Suatu sisi saya lelah, sisi lain saya bersyukur karena potensi minat baca terhadap buku sudah mulai tumbuh.


Lalu datang Nusaiba (1tahun) bawa-bawa mangkuk plastik yang ia ambil sendiri dari lemari piring dan menyodorkan ke saya…

“Mam… mamam…” Katanya dengan tampang memelas. Artinya ia ingin makan. Aduh, anak ini cepat sekali laparnya, baru saja makan sudah minta makan lagi… Keluh saya dalam hati.

“Biii, abiii…” Teriak saya memanggil-manggil suami yang sedang anteng dengan gadget-nya.

“Abiiii…” Saya ulangi teriakan berkali-kali. Masya Allah, masih tetap saja matanya terpaku ke layar gadget, seolah ia masuk terperangkap di dunia antah berantah. 

“Bo yo bantuin bi, ini anak-anaknya, pegang salah satu!” Kataku kesal.

“Eh iya maaf, aduh ini ada calon customer tanya.” Kini, ia jadi salah tingkah.

Aktivitas Pagi

Bismillah...
Hai, selamat pagiii...
Ngapain aja di pagi ini?
Ga tidur lagi kan?
Ingat donk dengan hadist yg berbunyi : sesungguhnya keberkahan itu ada di pagi hari (kurang lebih isinya begitu).
Ehm, kalau saya ngapain aja ya?
Pagi selalu diriweuhkan dengan jadwalnya masak, setelah shalat malam, langsung buru-buru ke dapur pak-pik-peuk dengan bahan-bahan yg akan dimasak. Masak apa? Makaroni skutel. Untuk siapa? Untuk jualan dibawa adek k sekolahnya. Awalnya sih ini ide adek saya, "Teh coba jualan aja disekolah ena, ena yg jualin deh, latihan wirausaha." Katanya dengan mantap. Entahlah kesambet apa adekku itu. Semenjak gabung rohis jadi berubah drastis, xixi
Alhamdulillah yah... Bawa 20pcs abis, 30 abis, bawa berapapun selalu habis, jadilah saya menjadikan ladang ini sebagai suatu usaha yg berkelanjutan, ya meskipun baru mikro ya, lumayanlah buat jajan adek dan krucil... Untungnya pun bisa dikatan 100%. Modal balik, lebihnya pun seharga modal, xixi.. Kalau kata teman saya mba wiek (chef), ga ada salahnya dengan kapitalisasilah ya, wkwkwk, saya ngakak. Bukan apa-apa, harga normal kan memang 5rb ya, kalau saya turunkan harganya bisa-bisa bocah sekolah pada nyeletuk : daging apaan tuh yg dipake kok harganya murah?
Well, itulah bakulan saya yg tetangga sebelahpun bahkan tak tahu. Yg dengannya tetanggapun pernah bingung dengan hidup saya yg dikira cuma uncang-uncang angge. Saya bingung dengan mba Shine kan ga kerja kok ya santai aja, ga pontang-panting seperti saya, emang cukup apa buat keperluan popok, susu dll? xixi saya senyum-senyum doak. Tapi kemudian tetangga saya yg lain yg jawab : orang mah hidup bersyukur dengan apa yg ada, ga pusingin hidup tetangga. Hellooo, ini hidup gue kenapa lu pade yg repot, wkwk...
Don't judge! Ga mesti yg dirumah aja cuma hidup ongkang-ongkang kaki doank, kita ga tahu aja yg mereka kerjakan apa, once again, don't judge. Pekerjaan apapun itu (asal halal) ga mesti donk digembar-gembor ke tetangga.
Dan aktivitas kami setelah masak adalaaah belanja, muter-muter sesuka kami dengan suami dan krucil, beli nasi uduk, beli sayur, semuanya dikerjakan bareng-bareng. Mungkin ada yg mikir : manja amat beli sayur aja sekeluarga dibawa, ahaha, biarkan, yang penting kami semua happy. Kebersamaan yg indah mesti ya terlihat biasa saja.
Mumpung suami ada dirumahlah ya, beda hal jika suami udah ngurusin proyek lagi di luar kota untuk jangka waktu cukup lama. Saya ngegendol 2 krucil ya sudah biasa...
Begitulah, kadang hidup kita bahagia menjalani tapi orang lain malah repot mengurusi...
Yowes gitu aja...
Semoga aktivitas pagi kita selalu dipenuhi keberkahan, kebahagiaan dan keridhoan-Nya, aamiin

Become Mommy ^_^

Bismillah...

Hai all, hehe, jadi malu... *tutup muka*
Ternyata sulit ya untuk istiqomah menulis selama di subang ini. Pasalnya, tau ga seeeh? Alhamdulillah saya udah lahiran, udah beneran jadi emak-emak, ihiiirrr... Ga tau kenapa kok pengen berbagi panjang lebar kronologis pas lahiran yaaa... Tapi, nantilah takut si dede (ngelirik anakku) keburu bangun. Yang jelas seruuunya minta ampun pas lahiran itu, kalau diingat-ingat bisa bikin ngakak sendiri, wkwkwk... Apalagi kalau ada suami wuiiih rasanya pengen ngakak mulu, soalnya dia selalu meledek dan memperagakan aksiku pas lahiran, ditambah lagi kalau ketemu bidan, ahahaha... au aahhh maluuu. Teriak-teriaknya itu lho yg bikin orang se-RT pada melek.  :D

Intinya emang pantes kalau surga itu diletakan dikaki ibu, perjuangannya wuiiih... mantabs bener. Tapi yg namanya seorang ibu ya pasti senang-senang aja karena melakukan semuanya dengan cintaaa, ehmmm...
Well, setelah brojol rasanya tuh setengah dunia milikku. Entah kenapa, si dede merupakan anugerah tersendiri yang bahagianya tiada terukur dengan nilai keduniawian. 

Ini Dia jagoanku ^_^

Welcome to the world, honey :D

Ehm, mau tau ga namanya siapa? Perkenalkan Fathan Al Farisi yang berarti Kemenangan Sang Pemberani. Lahir di Subang, 27 Februari 2013 dengan normal Alhamdulillah... Just call him, Fathan ^^. Meskipun usianya baru 1bulan lebih tapi sudah banyak tingkah, udah mau tengkurep segala, aksinya bikin ngakak dan kadang agak ngeselin gitu, hehe... Secara belum waktunya tapi dia pengen coba-coba -_-", kalau isengku kambuh, malah aku sih yg ngerjain dia, hihi kali-kali ngerjain dia, jangan emaknya mulu yg dikerjain :D

Okey dech, Mohon do'a terbaiknya yaaa semuaa :)
Sekian, terimakasih :D

Udah dulu yaaa, Fathan bangun, hihi...

Finally, Mitsaqan Ghalidza itu...

Bismillah...

10 Juni 2012
Menapaki jalan kehidupan baruuuuuuuu...

Semoga Sakinah, Mawadah wa Rahmah itu terwujud ya Rabb...
Ridhoi kami, tuntun kami hingga ke syurga-Mu, aamiin
Saaaaaaahhhh :D


Mari Melangkaaaah ^^
Semua orang memperebutkanku, wkwkwk



Masih Kaku :P

Kiriman Mba Fanny

Hari ini kugembira
Melangkah di udara
Pak pos membawa berita
Dari yang kudamba

Sepucuk surat yang manis
Warnanya pun merah hati
Bagai bingkisan pertama
Tak sabar kubuka

hehehe... bukan surat denk aslinya. Terus apa dunk? Kasih tau ga ya? Ehm... Yupz, betul sekali. Hadiah GiveAway Teka-teki dan cerpen mba Fani telah datang menjumpaiku. Dia melonjak-lonjak seolah ingin segera ku lahap! Wuuiiih, sabar ya say, nanti ku buka kok...

Cihuuuy, Finally , Cerpenku dimuat...

Bismillah...

Alhamdulillah ya Rabb.. Setelah masuk got Cerpen Rijek, terus si Nida minta direvisi, dan hari ini ada kabar bahagia menyerbuku. Tadaaaa... Cerpenku dimuat di Annida Online...

Embalut

Ehm, maaf ya blogger untuk sementara aku ga bisa update blog, dikarenakan sedang di Borneo nih ceritanya, ckckck...

Across the sea yg luar biasa! Ini adalah pertama kali kakiku menginjakan bumi bernama Borneo...

Minyak bumi, batu bara adalah sumber alam yg terdapat di bumi ini. 
Untuk atmosfer bisa dikatakan panas tapi tak sepanas yg teman-temanku bilang kok. Standartlah ya... Bekasi justru lebih panas kalau menurutku.

Udah ah, segitu dulu saja... Cerita lengkapnya bisa ditunggu setelah kaki saya tiba di Bekasi ya... Intinya sekarang pengen narsis, gkgkgk :P



Embalut, 18 Agustus 2011

Shine Fikri


Tentang Mu


Tentang mu yang begitu ku rindukan hadirnya...
Tentang mu yang begitu ku nantikan datangnya...
Tentang mu yang tak ingin ku lepas perginya...

Duhai Ramadhan, Janganlah Engkau pergi begitu saja tanpa meninggalkan esensi dan perbaikan pada diri ini.
Diri yang entah sampai kapan masa usianya diizinkan bertemu dengan mu lagi...

bukankah kau selalu datang tanpa diundang? Meskipun begitu, aku tak pernah ragu untuk menyambut mu dengan penuh senyuman dan air mata. Ya, air mata! Air mata bahagia, tentu...

Rabb... 
Jika Engkau berkenan, aku bermohon pada Mu, izinkanlah aku memeluk bulan suci yang penuh berkah ini dengan penuh kesempurnaan ibadah yang dibalut oleh Ikhlas dan Taqwa... 
Dan jadikanlah ia sebagai bulan tarbiyah yang mendidik ku untuk siap akan ditinggalkannya dan bertemu pada waktu yang aku tak pernah tahu, apakah bisa memeluknya kembali atau tidak...
Amin ya Rabb...

Ramadhan, I LOVE THE MOST!

Bekasi, 4 Agustus 2011

Shine Fikri
Yang selalu cinta dengan warna Ramadhan...

Marhaban Ya Ramadhan

Marhaban ya Ramadhan... Ya Allah, berilah kami kekuatan untuk meningkatkan iman, taqwa dan ketundukan pada bulan Ramadhan dan setelahnya... Aamiin

22

Waktu berjalan begitu pesatnya, meninggalkan berbagai kisah dan cerita bernama kenangan. Menyisakan beberapa lembar mozaik indah dan nestapa, suka duka, berpadu dalam lingkaran masa lalu.
28 juni 1989, aku terlahir polos tanpa membawa apapun juga. Kebahagiaan mungkin yang tersirat pada orang tua, yang ku rasakan sekarang adalah kebahagian dapat menjadi seorang pemenang. Bukankah, sejatinya setiap orang yang terlahir kedunia adalah pemenang? Ya, tentu saja, bagaimana tidak? Jutaan sperma telah berhasil kita kalahkan.
Hingga kini, pada usia dengan hitungan waktu mencapai angka 22 tahun ini, aku sadar, masih banyak impian dan targetku yang masih terbengkalai. Aku belum bisa menjadi apa-apa, hanya baru bisa menjadi aku yang sederhana.
Tapi yang ingin ku ungkapkan disini bukanlah sebuah perenungan diri tentang sebuah masa usia. Melainkan, ada banyak kebahagian di hari ini. Hari dimana 22 tahun lalu aku terlahir menantang dunia.
28 Juni 2011
Aku berangkat ke kantor seperti biasa. Tak ada yang istimewa, karena memang hanya sedikit saja yang tahu hari lahirku. Dan aku pun tidak mempermasalahkan akan ketidak tahuan mereka, aku enjoy dan tetap dalam porsi semangat seperti biasa.
Ternyata tanpa dinyana, ada salah satu teman kantorku mengetahui akan tanggal lahirku. Mungkin, ia ingat karena jejaring social FB telah memberikan alarm di beranda. Benar! Ketika aku membuka FB, wall ku telah dipenuhi oleh ucapan bela sungkawa atas berkurangnya umurku, hihi…
Hmmm… Do’a-do’a mereka, entah tulus atau tidak, aku aminkan dengan penuh kekhusyukan…
Begitupun teman kantor, kuliah, hingga teman SKSD ikut berdo’a yang diejawantahkan pada wall FB ku.
Satu hal yang aku herankan, mengapa orang-orang yang aku nantikan ucapannya justru tak sedikitpun menampakan batang hidungnya. Sekedar satu huruf pun tidak, atau bahkan bisikan pun lolos begitu saja tak bergeming via HP ku. Sebegitu pentingkah? Entah! Aku hanya merasa heran saja dan akhirnya aku berujar, ya sudahlah…
Tepat jam 5 sore, waktu dimana aku harus segera pulang, ketika kepalaku full dengan beban-beban yang menimpa dan refleks aku pun bersorak sorai dalam hati “Horrreee,,, akhirnya pulaaang!” fyuuuh, rasanya ingin segera menapakan kaki pada kamar mandi kosanku, keramas dan menghempaskan diri di atas kasur empuk ku, hmmm… betapa nyamannya.
Aku bereskan semua peralatanku, berpamitan pada finger print dan teman-teman lainnya, kemudian Go  menuju si beaty, jagoanku. Ketika memanaskan si beaty, tiba-tiba saja, seorang teman memanggilku dan menghampiriku…
Teman  : “Boleh pinjem charger-annya ga? Lowbet ni…”
Aku        : “Lha, emang charger mu kemana, mba?”
Teman  : “Tau tuh si Usman, ga bertanggung jawab dihilangkan begitu saja.”
Grrr… rasanya aku mulai kesal, kadar emosiku sudah mencapai kepala dengan latar belakang sebelumnya memang sudah merasa berat. Ga ikhlas rasanya ketika temanku itu membuka tasku dan mengambil chargeran laptopku (sensor : laptop kantor maksudnya,hehe)
Aku        : “Mba jangan lama-lama, aku mau pulaaaang!!!” Aku teriak sebisa mungkin, lokasi masih tetap nangkring di si beaty.
Teman  : “Yaelaaah, peliiit banget sih Cuma minjem charger doank!” Bernada ngajak perang.
Duuuh, gimana ni? Rasanya gatal banget pengen buru-buru pulang ke kosan, hiks… aku semakin gondok.
Dan akhirnya, temanku pun balik lagi, membawa charger laptopku, horaaay, asyiiik bentar doank  ternyata.
Teman  : “Eh, kayaknya aku mau pinjem laptop mu dech, di laptop ku charger nya ga bisa…” Ia merebut tasku. Ini benar-benar keterlaluan! Sudah tak bisa dibiarkan. Aku pun beranjak dan berusaha mengambil tas berisi laptop itu kembali ke tanganku.
Aku  : “Mba, apa-apaan sih? Aku sudah mau pulaaang…” Belum aku melanjutkan kegeramanku. Tiba-tiba, dari pintu kantor, ada Andis berlari membawa ember besar berisikan air yang ia acungkan menuju ku. Aku masih melongo tak mengerti! OMG, ini hari lahirku. Dan serta merta, setelah kesadaranku pulih, aku melarikan diri sekuat yang aku bisa. Teman-teman kantorku yang lain bermunculan keluar, seolah menyaksikan lomba balap karung yang dimainkan oleh aku dan andis. Mereka bersorak, menjerit-jerit, menertawakan dan bertepuk tangan tanpa diminta. Aku terus  berlari dan menjerit,  andis pun semakin dekat. Aku benar-benar tak habis pikir, secepat itukah larinya seorang pria? Huhu, akhirnya, Wuuuuuuurrrr!!! Isi ember itu, membasahi seluruh tubuhku… huaaaaaaaah… Basaaah kuyup, hiks…
Marah? Kesel? Sebel? Atau senang? Aku tak dapat membedakan semuanya itu. Perasaanku campur aduk, ingin rasanya membalas, menyiram andis dengan air yang sama. Tapi tak mungkin bisaaaa…
Andis     : “Selamat ya you guys, Gue puas ngerjain Lu, gimana mantap kan rasanya? Air comberan ditambah sisa es buah, kopi dan teh?hahaha…”
 Ia terbahak dan diikuti oleh teman-teman kantorku yang lainnya. Hoaaaah,,, tau kah? Ada atasan juga yang menyaksikan aku berlari seperti orang keserupun sambil teriak-teriak, oh tidaaaaaak! Aku malu bukan main.
Aku pun mencoba membersihkan semampuku, untung di taman kantor ada selang pipa air, aku benar-benar mandi basah kuyup…  Belum lama aku membersihkan jilbab, baju dan rok ku, dari belakang dengan entengnya melempar telur tepat di kepalaku. Plok! Errrhhh… Benar-benar tak bisa dimaafkan! Huhu… mereka tertawa renyah, tak ubahnya aku ini badut ngamen yang bisa ditanggap demi mengoyak tawa mereka, malangnya nasib mu nduk!
Pulang-pulang kedinginan, langsung ku menuju kamar mandi dan tentu saja merendam baju yang telah bau amis,,, emmm,, bad smell.
Dan setelah semuanya selesai, adzan isya pun terdengar, aku benar-benar tenggelam dalam shalat dan do’a-do’a yang ku munajatkan. Semoga Allah mengijabah, aamiin…
Berencana untuk rehat, setelah semuanya selesai… banyak sekali sms-sms masuk yang membuatku sensi. Dan kesemuanya itu dari teman kampusku. Apa-apaan coba maksudnya?
Teman kampusku menelpon, kalau ia akan datang ke kosanku, meminjam buku, huhu, malas rasanya aku untuk keluar kamar. Lelah sekali, hasil dari dikejar orang yang obsesi mengguyurku.

Dan ketika aku hendak beranjak mencari jilbab, teman-teman kampusku datang keroyokan di ambang pintu. Mengetuk pintu, kemudian taraaaaaaam, surprise! Ahahaha… scenario yang indah, kawaaan… mereka mempersembahkan kue tar cokelat bertabur cherry, emmm,,,yummiii… tsrreleeep..

Teman kampus : “Ayo dunk, tiup lilinnya dulu…”
Aku        : “duh, kalian ini apa-apaan sih? Kok ga ngasi tau dulu kalau mau datang?”
Teman kampus : “bukan surprise dunk namanya?”
Hmmm… hal yang membuatku bahagia adalah ketika orang-orang istimewa seperti kalian masih mau menyempatkan diri untuk sekedar membuat aku terkejut? Sungguh, aku terharu dan tak menyangka semua ini adalah rangkaian scenario kalian selama ini. Aku harus berkata apa? terimakasih! Itulah, satu-satunya yang bisa ku balas. Biar Allah yang membalas semua kebaikan kalian dengan kebaikan yang lebih baik, aaamiin…
Dan tahukah siapa yang membawa kue itu? Dia lah, the one of  my best.
Andai hari ini bisa terjadi setiap hari, pastikan aku sangat bahagia diperlakukan istimewa seperti itu. Dimana kau akan merelekan waktu mu untuk ku, pikiran mu focus pada ku dan mempersembahkan senyum istimewa itu padaku.
Rabbi, bagaimana aku harus melukis bahagia itu?
Syukurku tiada hingga…

Kado pun berdatangan untuk ku, dibungkus dengan kertas ungu, merah jambu, biru dan merah hati. Aku merasa bagai putri raja yang bahagia…
Subhanallah…


Terimakasih atas kado persahabatan ini ya Rabb ^_^