Sunday, December 30, 2018

Kebijaksaan Anak


Keinginan apa lagi yang kita tuntut dari anak agar anak bisa ini itu, anteng, ga rewel dan sebagainya. Begitu bnyak kita menuntut kewajiban, sementara hak anak sendiri seringkali terbengkalai... 



Buibu, mari kita renungkan,  ketika kita sering naik pitam akibat ulah anak, mungkin sifat mereka ini yang akan menentramkan hati kita. Begitu banyak kebijaksaan sifat dan fitrah anak yang bisa kita ingat dan jadikan senjata untuk meredam semua amarah di dada. Karena sejatinya, kesalahan bukan dari mereka melainkan dari diri sendiri yang kurang bersyukur...

Pengertian

Anak memiliki sifat pengertian, jauh melebihi empati orang dewasa. Ketika mereka memiliki adik lagi misalnya, mereka akan senang luar biasa meskipun intensitas ibunya lebih banyak ke adiknya. Saya merasa terharu ketika biasanya (belum ada adik bayi), mereka saling memeluk. Fathan meluk tangan saya yg kiri, Nusaiba yang kanan, tiba2 ketika ada adik mereka harus merelakan ibunya memeluk bayi. Dan tangis saya pecah ketika, Nusaiba dengan sangat pengertiannya memeluk kaki saya, mengelus-ngelusnya hingga menciumnya. Ya Allah, rasanya bagai ditampar. Kelelahan yang saya rasakan tidak ada apa-apanya dibanding pengertiannya yang berharga seperti ini.

Begitu pun Fathan, ketika hendak tidur. Dia hanya meminta saya untuk memberikan tangan saya sebentar untuk memeluknya. Kemudian pijat-pijat, kedua tangan, kepala hingga kaki. "Enak kan mi? Kasian Umi seharian ngurusin Kita." Saya mengangguk mengiyakan. Karena bukan raga saja yg fresh dipijit tangan mungilnya, kepala dan hati pun terasa sangat rileks, sangat tentram. Ah, Allah, dengan apa hamba harus berterimakasih?

Pemaaf

Sudah tidak aneh, jika sibling rivalry sering terjadi diantara Fathan Nusaiba. Setiap hari ada saja ulah mereka yang bikin meringis. Yang satu iseng, yang satu lagi berisik teriak-teriak. Hingga saya seringkali ikutan berisik, ngomel-ngomel. Namun, ajaibnya ketika saya masih saja ngomel, mereka ternyata sudah baikan dan akur seperti semula. Betapa malunya saya. Tepuk jidat hingga pingsan 😂

Dan ketika saya merasa bersalah seperti itu, anak tetaplah anak, hati mereka suci, mudah memaafkan. Mereka akan tetap memeluk saya meski sebelumnya saya marah. Mereka akan mudah dan ringan tangan membantu apapun ketika saya kerepotan. 

Ketika hendak tidur saya meminta maaf : " Maafin Umi ya..."
"Maaf untuk apa umi? Kan umi ga salah apa-apa."
"Maafin umi karena tadi marah-marah."
"Oh gpp, itu kan buat kebaikan Fathan juga. Umi juga capek kan?"

Betapa sifat pemaaf merupakan label yang melekat pada anak tanpa direkayasa apapun.


Penyayang


Sifat yang diturunkan Tuhan pada anak adalah Penyayang. Sifat Rahman dan Rahim inilah yang menjadi alasan kenapa kita merasa selalu adem setiap kali melihat tidurnya yang pulas, tingkah lucunya yang bikin gemas dan wajahnya yang polos.

Tanpa didikte untuk saling menyayangi, mereka sendiri yang sudah mempraktekannya dalam kehidupan nyata.

Contoh soal kucing saja, saya sendiri takut dan ga bisa dekat-dekat kucing, namun mereka dengan lues dan leluasanya memegang dan mengelus kucing. Ketika ada salah satu dari kita (nenek misalnya) yang mengusir dengan sapu, mereka akan berujar :"Jangan dipukul nek, kasian, dia juga mau hidup." 

Contoh lainnya, ketika kehadiran bayi. Biasanya para Ibu khawatir si Kakak melakukan sesuatu yang tak diinginkan karena Ia cemburu. Namun di luar dugaan, ternyata si Kakak lebih perhatian dan sayang sekali ke adek bayinya. Hingga ketika pulang dari main yg dicari adalah adek bayinya. Ibu pun bisa mengandalkan kakak-kakak ketika hendak ke kamar mandi atau ke dapur sebentar. Mereka ngemong dan asyik mengajak ngobrol adek bayinya. Semua hanya soal apa yang mereka lihat.

Dari mana datangnya sebuah rasa sayang itu jika bukan anugerah dari Nya, firahnya...

Jujur

Terkadang, jujur itu bisa jadi menyakitkan namun sifat jujur itulah yang seringkali kita tuntut pada anak, bukan? Jadi, ketika anak kita jujur, hargai, apresiasi. Karena ini sifat bawaannya. Meskipun menyakitkan. Seperti kejujuran tentang berat badan, misalnya 😂

Namun jika sebaliknya, koreksi jangan-jangan Ia hanya meniru kita yang kerap kali melakukan kebohongan, sekecil apapun.

Mudah Bahagia

Karena hatinya suci, bersih. Mereka akan mudah sekali merasakan kebahagiaan. Hanya diceritakan dongeng sebelum tidur (karya Uminya yg ngalor-ngidul) saja mereka senang, tepuk tangan. Hanya dibacakan buku cerita saja mereka antusias. Dan hanya diajak jalan ke indom***t saja mereka riang tak terkira. Haha... Dan baiknya Kita mencontoh begitu mudahnya mereka  berbahagia dari hal-hal kecil dan sederhana...

Nah, itulah sifat dasar anak, fitrah bawaan anak diantara masih banyaknya sifat kebaikan lainnya yang belum saya jembreng disini.

Buibu, sudahkah kita mengingat kebaikan anak hari ini? Yuk share di komen ya, kebaikan apa yang sudah anak Ibu lakukan hari ini? Untuk apa? 

Agar bertambah rasa syukur...
Agar bahagia lebih mudah didapat...
Agar anak mendapat apa yang menjadi haknya...

Bukankah ketika kita bersyukur maka kebaikan-kebaikan lainnya akan hadir? Semoga... Bismillah ya..

2 comments:

  1. Senengny
    Terharu nyur
    Keinget zaman ke kosanny nyur zaman masih gadis
    Sekarang dah punya anak2 yg lucu ajaa
    Anugerah terindah bgt, anak
    Sholeh sholehah y nakanak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, makasih mamanya Takaa. Haha iya ya mba, time flies, kangen deh 💕

      Delete