Friday, December 21, 2018

5 Kegiatan Bonding Bersama Si Kecil Dalam Melatih Motoriknya


Usia batita merupakan usia emas yang  harus diupayakan semaksimal mungkin untuk menciptakan bonding dengan anak tanpa mengesampingkan motoriknya.

Kalau ada yang mengatakan motorik bisa terlatih dengan fasilitas lengkap, saya kira itu tidak benar. 



Karena hakikatnya yang diperlukan oleh si Kecil adalah kedekatan dengan orangtuanya. Bonding itulah yang harus diciptakan. Keseluruhan tubuh orangtua merupakan alat untuk menstimulasi si kecil. Masa-masa balita itu sangat cepat, hingga tak mungkin bisa diulang untuk kedua kalinya. Jika ujian sekolah, gagal bisa mengulang, namun ketika gagal menciptakan kehangatan, keakraban dan perkembangan motorik untuk si kecil, tidak ada remedialnya.

Oleh karena itu, sebagai orangtua memberikan perhatian pada anak memang sudah menjadi tugas bawaan.

Motorik adalah suatu istiah yang digunakan untuk menggambarkan perilaku gerakan yang dilakukan oleh tubuh manusia. Pengendalian motorik biasanya digunakan dalam ilmu psikologi, fisiologi, neurofisiologi maupun olahraga. (Wikipedia)

Dalam ilmu psikologi khususnya parenting. Motorik ini sering dikaitkan dengan perkembangan gerakan balita. Ada 2 bagian yaitu motorik halus dan kasar. Dimana Motorik halus merupakan kemampua yan berhubungan dengan keterampian fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata tangan. Sementara motorik kasar merupakan gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar, sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh usia, berat badan dan perkembangan anak secara fisik. (parenting.co.id)

Gerakan ini akan berkembang sesuai usianya namun jika hanya dibiarkan kemampuan motorik anak akan terhambat. Sehingga butuh stimulus untuk terus melatih perkembangannya.

Untuk fisik anak butuh stimulus dan tak jauh lebih penting  psikologis anak juga harus diperhatikan maka dengan kedekatan batin antara anak dan orangtua (bonding) bisa diciptakan dan dimulai.

Nah, kegiatan berikut yang biasa saya lakukan dengan si kecil untuk terus merekatkan hubungan ibu anak dan melatih motoriknya :

Kuda-kudaan


Main kuda-kudaan merupakan permainan yang umum sekali dilakukan oleh orangtua dan anak. Khususnya anak dengan Bapaknya. Permainan ini dilakukan secara anak menaiki punggung orangtua dengan posisi orangtua yang merangkak. Permainan ini cukup disukai anak-anak, apalagi ketika si kuda mengajaknya balap (merangkak dengan cepat). Si anak dengan spontan melakukan keseimbangan baik tangan maupun gerakan badan ketika duduk di punggung kuda-kudaan.  Hal ini tentu saja melatih motorik kasarnya. Saya sendiri sering melakukannya karena anak senang sekali bermain kuda-kudaan di rumah. Apalagi dengan Bapaknya.

Uncang-uncang angge


Cang uncang angge

Bulu muncang saparangge

Diguguk ku anjing lebe

Ai guk guk cingunguk...

Itulah lagu yang dilantunkan ketika melakukan cang uncang angge bersama si kecil. Ketika saya kecil sering sekali melakukan ini dengan Bapak. Bedanya, sekarang saya melakukannya bersama si kecil dan saya yang menopangnya. Saya ingat betul, ketika Bapak melantunkan lirik “Ai guk guk cingunguk” kakinya melayang ke atas dan otomatis saya merasa melayang tinggi dan tergelak tawa.

Ya, permainan ini adalah permainan yang melibatkan orangtua dan anak dengan posisi anak duduk di kaki orangtua, kemudian kaki orangtua diayun-ayunkan ke atas dan ke bawah. Dalam permainan ini, anak akan menyempunakan keseimbangan tubuhnya dalam mengikuti setiap gerakan kaki orangtua. Kekuatan tangan pun berperan, anak akan memegang erat tangan orangtua agar tidak terlepas dan terjatuh.

Renang


Kegiatan ini memang tidak sering dilakukan namun rutin kami agendakan seminggu sekali. Dengan berenang, selain melatih motoriknya untuk menyeimbangkan gerakan tangan dan kakinya, anak pun belajar untuk berani dan mengendalikan diri. Ya, ketika berenang ia berusaha untuk melawan rasa takut tenggelam misalnya, berani untuk bersosialisasi dan berbagi (ganti-gantian) menggunakan perosotan yang tersedia di kolam renang...

Ketika anak happy melakukan kegiatan maka hari-harinya akan diisi dengan kecerian. Cendrung tenang dan hampir tidak pernah tantrum.

Berkreasi bersama


Melatih kemampuan motorik halus anak tidak selalu dengan menulis dan mewarnai. Ada kegiatan yang lebih seru dari itu. Memang kami sering melakukannya (menulis dan mewarnai) namun kali ini ketika Si Kecil mengerti tentang kreasi yang dapat dari apapun. Termasuk benda yang sudah tidak terpakai seperti kardus, maka ia pun tidak bisa melihat kardus nganggur. Ketika melihat ada kardus besar dengan spontan ia berucap : “Umiii, ayoo kita buat rumah-rumahan!” Sambil menjinjing kardus. Baiklah! Saya pun mengiyakan kemudian mengambl lakban dan gunting.  Rumah-rumahan sederhana saja namun otomatis membuatnya bahagia. Ketika jadi, ia bersorak dan langsung masuk ke dalam kardus. Meletakkan boneka-bonekanya dan mulai bermain peran. Hal ini tentu melatih motorik halus dan imajinasinya.  

Nyemil bersama


Ketika selesai bermain atau berhasil melakukan sesuatu. Kegiatan kami yang menyenangkan lainnya yaitu nyemil. Nyemil di saat santai setelah aktivitas memang sangat berharga nilainya. Sambil santai, bisa banget melatih motoriknya dengan main suap-suapan. Tangan dan matanya akan singkron fokus memasukan makanan ke mulut saya.



Dan kini, saya baru tahu ada cemilan yang pas untuk anak 1-5 tahun yaitu Boromon dari Monde. Boromon Monde adalah cookies enak yang terbuat dari tepung kentang yang mengandung madu dan minyak ikan. Bebas Gluten yang artinya aman untuk anak. cemilan ini cocok disajikan ketika we time atau family time. dengan adanya, suasana jadi hangat. bentuknya yang mungil cocok dengan tangan anak yang mungil dan mulutnya yang mungil. Ketika masuk mulut, renyah, manis dan langsung lumer. Mudah meleleh saat kena air liur, melatih motorik yang ada di lidah dan mulut bayi. Selain itu, membantu Si Kecil dalam eksplorasi rasa, bentuk, tekstur dan kemampuan untuk makan. Membuat anak ketagihan dan senang dengan cookies imut ini. 

Selain rasanya yang nyaman di mulut. sudah dipastikan kandungannya pun baik untuk pencernaan. Dengan dibuktikan adanya sertifikat dari BPOM dan Halal MUI. So, seperti satu kesatuan, motorik anak ditentukan pula dengan asupan perutnya.

No comments:

Post a Comment