Wednesday, May 17, 2017

Mempersiapkan Balita Menjadi Kakak

Bismillah...


Tidak mudah memang ketika memiliki balita dengan jarak berdekatan. Baik dari sisi saya sebagai orangtua maupun si anak. Karena secara sikologis, mau tidak mau sang anak akan terpecah perhatiannya. Bukan kehendak saya jika ternyata saya dikarunia anak dengan waktu berderetan. Anak pertama 4 tahun, kedua 2 tahun dan sebentar lagi akan launching baby newborn. 

Kadang saya sudah tidak lagi merasa heran ketika tatapan atau komen-komen asal yang nemplok di telinga saya. Baik dari mulai Memangnya ga KB? hingga candaan yang sama sekali ga lucu : Rajin amat! Kalau sudah begitu, saya lebih baik memilih inhell-exhell aja lah. Dibawa enjooy, yes! Menimbulkan positive parenting pada diri bahwa Ya, inilah jalan yang harus saya perjuangkan untuk kemudian akhirnya dijalani dengan sebaik yang saya bisa usahakan. 

Saturday, May 13, 2017

Lihat Sekitar, Tidak Ada Alasan Untuk Mengeluh

Bismillah...
Taken by Random Google

Hai, temans. Pernah ga sih ngerasain kalau kamu orang yang paling menderita sedunia? Pernah? Saya pun.
Di tanah rantau ini saya malah merasa gampang mengeluh. Dari mulai air-lah, udara panaslah (panasnya ini benar-benar beda dengan di Depok), gatal-gatal karena alergi air-lah sampai hal remeh temeh yang sebenarnya tidak layak dikeluhkan.

Ketika saya menyadari "kok ya ngeluh terus, Shine?" Saya pun beristighfar banyak-banyak.
Tengok kanan-kiri, aduh, rasanya malu sekali jika harus mengeluh.

Ya, tetangga saya yang bersampingan dengan parit, rumahnya hanya ukuran 3x4. Rumah kayu. Pertama kali datang kemari, Fathan sempat bertanya : "Mi, kok itu rumahnya kayak kandang ayam?"
Deg, saya sempat kaget dan menjelaskan panjang lebar tentang arti syukur.

Friday, May 5, 2017

Hijrah Palembang : Bawa 2 Balita Menggunakan Pesawat


“Ay, aku mau ngomong serius sama kamu!” Sepulang dari kajian, suami tiba-tiba berkata demikian. Hah? Apa salahku? Duh, perasaan aku ga melakukan kesalahan deh, hiks... Semoga bukan sesuatu yang fatal. Amin saya dalam hati. 

“Kamu mau kan hari rabu ini ikut aku ke Palembang?”

“Maksudnya?”

Tuesday, May 2, 2017

Pengaruh Buku Untuk Anak

Bismillah...


Setelah menjadi Ibu sejati (baca : memiliki anak), saya berusaha sebisa mungkin untuk menjadi Ibu yg baik yg dapat dicontoh. Terutama soal kedekatan bersama buku. Bukankah ada istilah yg mengatakan bahwa buku gudangnya ilmu? Dan setiap ilmu mengarahkan kita pada kebaikan. Jika itu benar-benar diniatkan untuk kebaikan.

Saya coba menerapkan ketika Fathan berusia 2 tahun. Awalnya memang rada gemesin sih karena bagaimanapun dunia anak adalah dunia eksplorasi tanpa batas. Ia tak segan-segan untuk menyobek buku yg saya belikan untuknya. Kapok? Awalnya iya, namun kemudian sebuah pesan mengingatkan : bagaimanalah anak akan menghargai buku, jika kita tidak arahkan. Dalam hal ini, kitanya memang kudu kreatif. Mengajaknya, mengingatkannya berulang-ulang tanpa bosan (bawel). 

Tuesday, April 25, 2017

SoMan : Bye Gatel, Bye Garuk

Bismillah... 

Semenjak kepindahan saya ke Palembang, ada yang aneh dalam diri saya. Terutama fisik. Muncul bintik-bintik merah yang gatalnya minta digaruk. 

Setelah konsultasi dengan bidan dan beberapa dokter. Saya dinyatakan alergi. Ada juga yang bilang kalau sedang adaptasi dengan lingkungan sini. 

Sunday, April 16, 2017

Peran Milna Bubur Bayi Organic Untuk Suapan Pertama Si Kecil


Pemberian MPASI untuk si kecil memang harus dipikirkan sedini mungkin. Bahkan semenjak si kecil lahir. Karena sesuatu yang berilmu pasti akan menuju sasaran yang diinginkan.

Kini saya hanya ingin berbagai perbandingan pemberian MPASI anak pertama dan anak kedua.

Ketika anak pertama lahir, saya yang berangkat dari ketidaktahuan, mengandalkan apa kata orangtua saja dalam pemberian MPASI di usianya yang 6 bulan. MPASI yang pertama diberikan untuk Fathan adalah bubur plus garam. Padahal pemberian garam sendiri memiliki kadar kurang dari 1 gram per hari untuk anak dibawah usia 1 tahun. Sementara dalam ASI sendiri telah tercukupi dengan kandungan sodium sebesar 0.4 gram untuk hariannya. Dan hasilnya dengan kesalahan suapan pertama untuk anak pertama saya, Fathan menjadi anak yang picky eater. Pilih-pilih. Kerja garam sendiri efeknya bahaya banget lho untuk ginjalnya di masa depan. Inilah mungkin yang dinamakan Sepele Tapi Penting!