@copy right : Shine Fikri. Powered by Blogger.
Showing posts with label curcol. Show all posts

Untukumu Para Jomblo


Bismillah...

Kali ini saya sudah tidak tahan lagi. Sekali-kali curhat nggakpapa ya *kyaaa bukannya curhat mulu?

Jadi begini, setelah menikah saya dihadapkan pada kenyataan banyak teman-teman saya jofisa (jomblo fisabilillah) yang minta dicarikan jodoh. Honestly, saya sangat senang karena mereka mempercayakan kepada kami untuk dicarikan pasangan halalnya.

10 Malam Terakhir Ramadan Dan Segala Kenangan Tentangnya

Bismillah...

Memasuki malam lailatul qadar itu artinya sebentar lagi kita akan berpisah dengan Ramadan. Dengan segala keutamannya, malam lailatul qadar ada untuk mereka yang percaya bahwa segala pahala dan ampunan Allah akan dilipat gandakan.

Malam seribu bulan, malam diturunkannya Al-Qur'an, malam dimana malaikat-malaikat turun dan 
“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)

Sumber : https://rumaysho.com/2729-7-keistimewaan-lailatul-qadar.html
"Barang siapa yang melaksanakan Shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." -HR. Bukhari.

Anak Ketiga, Proses Lahiran Tercepat Yang Pernah Dialami

Bismillah...

Hai Temans, apa kabar?
Semoga puasanya menyenangkan ya...

Minggu kemarin saya dianugerahi sebuah kelahiran. Dan tentu saja itu merupakan karunia yang patut disyukuri, Alhamdulillah...

Prosesnya masya Allah, luar biasa mudah. Banyak pendapat beranggapan bahwa kelahiran anak ketiga itu jika diberi kemudahan maka prosesnya akan mudaah sekali, sebaliknya jika sulit akan sangat sulit sekali. Saya tidak berpanduan kesana, karena yang menjadi fokus saya adalah sebanyak-banyaknya berikhtiar dan berdoa agar proses lahirannya Allah permudah.

Kangen Bapak

Bismillah...

Kata Ganti Orang Pertama : AKU


Itulah mengapa kita harus ke surga. Tujuan akhir kita. ternyata masih banyak cerita yang terpotong yang belum sempat diceritakan bersama orang yang kita cintai.


Entah kenapa tiba-tiba teringat bapak, dipuncak kelemahan, dipuncak tak tahu siapa orang yg tepat untuk dijadikan sandaran, dipuncak itulah, memoriku berkelindan ke masa lalu. Masa dimana, ada lelaki hebat yang pernah mendampingiku hingga masa pernikahan.


Percayalah pak, hingga kini kau lelaki terhebat yang pernah Allah titipkan untuk menjagaku. Nasehatmu, tindakanmu, pengorbananmu, semua, membentuk lingkaran bernama perjuangan yang tak akan pernah terganti oleh apapun.


Aku percaya, setiap orang memiliki pencapaian terhebat masing-masing dalam periode hidupnya, masa pencapaianku adalah ketika aku diakui oleh dunia dan Engkau yang menjadi pendamping disetiap momen berharga itu. 

Cincin Pernikahan

Bismillah...

Kronologis proses hubungan (sebelum menikah) saya dan suami memang banyak yg tidak tahu. Secara siapa kami yang harus gembar-gembor ke media masa, wkwk… Kami hanya mengikuti arah takdir Tuhan, menjalaninya dengan sebaik-baik ikhtiar dan do’a.
Pertama kali bertemu yaitu di Bekasi. Ketika itu, teman memperkenalkan kami berdua. Siapa sangka, kami berjodoh. Dengan awal mula yang sama sekali blaass tidak kenal.

Bertemu sepintas? Never!
Bertemu dalam mimpi? Apalagi..

Lalu, tiba-tiba kami bertemu dalam jodoh yang Allah tuliskan dalam Lauhul Mahfudz yg suci, yang tiada satupun mengetahuinya, yang dengannya kami merasa seperti saling mengamini bahwa satu sama lain merupakan anugerah terindah yang pernah dmiliki, jreeeng #terSO7.

“Namanya Syaibathulham aja?”  Sok jutek.

Gak Boleh Mayah-mayah, Umi...

Bismillah...

Pagi-pagi sekali saya and the krucil sudah riweuh ini itu, dari mulai nyiapin sarapan, siapa yang duluan mandi dan hal-hal teknis pengerjaan kerumah tanggaan.

Hari ini saya benar-benar lelah selelah lelahnya *lebay. Kalau masih ada tingkat lelah yang lebih tinggi nah saya ditingkat yang itu yang saya rasakan. Dari mulai nyiapin bakulan kue untuk dibawa ke sekolah dari semaleman, tidur kurang, badan remuk, ah pokoknya judulnya hari ini tuh pengennya ngeluh aja *parah!

Nah, tiba-tiba Fathan lari-larian kesana kemari padahal abis mandi belum dipakein baju. Loncat sana-sini bikin pusing kepala susan (bosen berbie mulu), terus-terus? Terus tuh ya yang paling parah, dia naik tangga dan entah apa yang dia lakukan diatas sana (sepertinya sih mondar-mandir ngutak-ngatik sesuatu), sementara saya dibawah sedang ngASI dengan si bayi. 

Pemahaman

Bismillah...

2014 apa kabar? hehe... Sudah siapkah kita berpacu dengan melodi? Radio kali :p. Ga kerasa ya waktu berjalan dengan cepatnya. Bukan cepat sih sebenarnya, perasaan saja yang bilang demikian. Yup, perasaan. Ngomong-ngomong masalah perasaan, barusan tetanggaku abis curhat habis-habisan. Sebenarnya sih masalah privasi, masalah rumah tangga dia, ngeri! Tapi, mau gimana sebagai tetangga yang baik aku mencoba untuk setia, ckckck (apaaa coba).

Berceritalah ia...

"Aku tuh keseeel banget sama suamiku, dia kan bukan tukang ojeg ya mba. Bo ya kalau jalan tuh ngobrol gitu, atau misal pegangan tangan, ga ada inisiatif banget. Aku mah kadang ngiri lihat suami istri kalau di mall2 bergandengan. Kita? Boro-boro, naek eskalator aja masing-masing, beda tangga. Dia di depan, aku di belakang. Gimana ga marah-marah mulu coba? Errrr... " Bertaring.

Memilih Pasangan, Ehm!

Bismillah...

Barusan dapat BBM dari teman kampusku dulu. Yang kita tuh kemana-mana sering bareng. 4sekawan, meski aku cewek sendirian, bahagianya adalah mereka menghormatiku dengan statusku sebagai muslimah berjilbab. Mereka ga memperlakukanku seperti berinteraksi dengan cewek yang tidak menggunakan hijab. Hijab bukan soal Gue yang paling bener, Lo yang Salah. Namun hijab adalah identitas. Ups, daripada kepanjangan prolognya, mari kita simak saja obrolan dengan teman kampusku itu :

X (Nama disamarkan)

S (Shine alias Aku :D)

X : Mau curcol ni...

S : Monggo, silahkan...

X : Lagi dekat dengan seseorang tapi takut untuk memulai.

S : Takut kenapa emang?

X : blablabla (Intinya takut untuk kecewa)

S : Kalau sama yg mirip Titi Kamal itu kenapa emang, ga jadi?

X : Dianya mau fokus skripsi dulu

S : Owh, terus sama yang ini yang mana ya?

X : Aku kirimin fotonya yak, nanti kamu kasi masukan

S : Okay

Terkirimlah foto seorang perempuan modis dan terlihat intelek.

S : Cantik! dan akan lebih ciamik kalau menggunakan hijab

X : Iya.

S : Apa yang menarik dari dia?

X : Kayak kamu pokoknya. Pekerja keras, mandiri, dewasa, cantik tentunya dan smart. Cuma ya itu belum berhijab

S : Kira-kira bisa ga kalau dinasehatin? Maksudnya orangnya open minded ga?

X : Agak ngeyel sih, haha. Kayak kamu

S : Heh enak aja, emang aku ngeyel?

X : Iya

S : Wahm berarti susah dunk. Cari yang lain aja gimana? Soalnya kalau hijab kan emang kewajiban seorang muslimah *IMHO

X : Ga ngeyel sih. Katanya sih ada niatan pake hijab. Cuma nanti katanya. Hmmm, gitu ya? Jaminan ga sih wanita berhijab lebih baik dari yang enggak?

S : Enggak juga sih. Cuma setidaknya itu dah nunjukin penghambaannya, ketundukannya. Logikanya gini : Sama Allah aja ga tunduk, apalagi sama suami nantinya..

X : Yayaya. Paham

S : Ahaha. Aku ga bermaksud mendoktrin kamu ya. Masing-masing punya pilihan sendiri kok. Hanya ngasi masukan aja. Selebihnya the choice is yours. Dan setiap pilihan pasti ada konsekuensinya.

X : Oke, thank you.

Kembalilah, Nak

Bismillah

Huaaaaa...

Shock ketika melihat data-data saya hilang dengan begitu mudahnya. Virus, errrrr… langsung saya menangis terisak. Secara bagi penulis, karyanya merupakan anak baginya. Bisa dibanyangkan bagaimana rasanya kehilangan anak? Nyeseeek, lebih nyesek dari sakit asma. Eits, tunggu! Emang saya penulis? Hehe, ya anggap saja begitu walau karya masih acak adul.

Yang disayangkan dari file dengan kapasitas 15GB adalah berisi file-file penting seperti

  • Naskah novel saya yang sudah saya tulis 100halaman lebih (tinggal sekitar 50halaman lagi padahal T.T).
  • Draft naskah beberapa novel T.T
  •  Bank Ide saya yang didalamnya terdapat kumpulan ide-ide saya untuk menulis. Baik cerpen, artikel, novel atau nonfiksi T.T
  • Dan yang paling parah foto-foto pernikahan saya raib begitu saja, mana kagak ada backup-an lagi.
Rabbi, hujan air mata ini lebih lebat dari hujan diluar sana, hiksss…

Kok bias sih? Iya tadinya saya pakai laptop dan LEMBIRU pake computer, jadi tuh data-data kena virus yang ada di FD. Flashdisk-nya baru padahal, kata suami FD-nya oplosan mungkin. Errr, ta’ gugat ah si abang-abangnya ntar (serem).

Tapi tunggu, apakah dengan menangis akan menyelesaikan masalah? Tentu tidak! Hanya untuk pelega. Terus langkah selanjutnya? Mau coba recovery, walau hasilnya 80% saja kemungkinan file-file itu kembali. 

Kembalilah, Nak. Ibu menunggumu T.T *stress

Rabb, semoga Engkau berikan jalan terbaik. Jika memang semua dataku harus hilang, jadikanlah hatiku lapang atasnya, huhu…

Trully Mom

Bismillah...

Berteman dengan orang-orang positif pastilah akan membawa diri menjadi positif pula. Dan karenanya saya sangat bersyukur akan itu.

FLP Bekasi, sudah tak asing lagi bukan dengan group Forum Lingkar Pena yg saya sering sebut-sebut diblog ini. Kami biasa menamakan diri dodolers. Tersebab apa? Ya karena orang-orangnya berisi dengan kedodolan-kedodolan sikap dan tingkah laku.

Nah, dengan kedodolan dan blak2annyalah pikirian saya jadi terbuka lebaaar. Alhamdulillah :)

Berawal dari keluh kesah saya di Whatsapp tentang hati yg sering berontak dengan keadaan saya menjadi IRT. Tak masalah bagi saya mengurusi anak dan kewajiban rumah tangga lainnya. Hanya saja saya merasa ingin bekerja. Tentu bekerja dikantoran lebih menyenangkan dari pada harus mengurusi hal yg remeh temeh (pikiran jahat saya). Seringkali beristighfar sesering itu pula hati saya berdebat, hufff, capek.

Dan saya shock! saya diserang dengan para ibu muda keren FLP Bekasi. Sebutlah mba Mendol dan Mba Miyosi., mereka menyerang saya habis-habisan, membantai hingga pikiran jahat saya terkulai.

Tertegun

Bismillah...

Hai, blogger, lama sekali saya tidak menulis diblog ini. Mengurusi anak itu sangat menakjubkan. Waktu 24jam seolah kurang untuk seorang ibu rumah tangga. 

Tapi kali ini saya tidak sedang membahas anak saya yang unyu-unyu itu *narsis :P
Melainkan saya tertegun dengan kejadian akhir-akhir ini. Apa pasal? Pasalnya banyak sekali dijaman sekarang ini, manusia diperbudak dan menuhankan uang. Semua masalah timbul gara-gara uang.

Saya pikir, apa susahnya sih hak seseorang jika diamanahkan ke kita langsung saja diberikan sama yg berhak. Alasannya selalu saja bejibun. Dan parahnya lagi, saya selalu ciut jika dibegitukan. Dibegitukan bagaimana? Ya, didzolimi, hak saya ditahan dengan alasan yang ga rasional, mengada-ngada. Memang resiko sih jika memutuskan untuk bekerja freelance. Karena mungkin saja, orang yang menahan hak saya itu tidak ada sama sekali niatan untuk pake uang hasil peluh saya melainkan karena adanya kesempatan. Bodohnya lagi, ketika saya meminta dia yang marah-marah.

Haru biru, lucuuu

Bismillah...

Hai.. hai.. hehe, malu udah lama ga nulis... sebenarnya ada banyaaak sekali yg ingin ku tuangkan disini, tapi berhubung lagi keranjingan ngajar dan semangat nulis diblog down jadi gini dech, terlantar seperti semula-semula, huffh...

Ehm, nikah mudah ituuu seru ya ternyata, ahahaha... Yaiyalah gimana ga, kita bisa pacaran setiap saat setiap waktu (asal tau kondisi) tanpa mengkhawatirkan dosa, malah berbuah pahala pula, aiiih *nutup muka*

Tapi kadang menjengkelkan juga ketika keegoisan mencuat tak mau kalah.