Sunday, April 28, 2019

Untukumu Para Jomblo


Bismillah...

Kali ini saya sudah tidak tahan lagi. Sekali-kali curhat nggakpapa ya *kyaaa bukannya curhat mulu?

Jadi begini, setelah menikah saya dihadapkan pada kenyataan banyak teman-teman saya jofisa (jomblo fisabilillah) yang minta dicarikan jodoh. Honestly, saya sangat senang karena mereka mempercayakan kepada kami untuk dicarikan pasangan halalnya.


Mulailah kami mencari. Mencari teman-teman kami yang sesuai kriteria yang diminta. Karena kita tidak pernah tahu jodoh kita nyangkut dimana.

Setelah melakukan pencarian dan menawarkan, memperlihatkan foto dan biodata, banyak yang mundur teratur bahkan tanpa mempertimbangkannya untuk sekedar bertanya lewat istikharah pada-Nya.

Alasannya remeh, karena tampilan fisik dan ini itu yang dibuat-buat. Alasan tersebut tidak masuk sama sekali dengan alasan syar'i. Yang bagaimana alasan syar'i itu? Salah satu pasangan mandul atau memiliki kelainan penyakit yang kita tidak ingin menanggung resiko atasnya, misalnya. Atau restu orangtua, misalnya lagi... 

Dan kita sebagai agen jodoh (((agen))), tidak perlu baper dengan realita yang ada. Seperti contoh kasus saya. Sebelum bertemu dengan suami, saya pernah menjalani ta'aruf dengan seorang teman SMP. Kita sudah saling kenal, saling suka dan klik. Namun justru dia memilih proses melalui murobi (guru ngaji) untuk kelangsungan pernikahan kami. Awalnya saya pikir, kok begitu amat, tapi ga papalah ya, mungkin agar prosesnya lebih terjaga.

Singkat cerita setelah tukaran biodata. Dalam kriteria wanita yang ia ingin nikahi adalah yang rapih giginya, yang putih kulitnya dan blabla. Lalu apa kabar saya? Yang justru kebalikan dari kriteria yang diinginkan, gigi saya gingsul agak maju, kulit saya gosong, terus maksudnya apa ya? Saya heran namun saya diam. Iya diam karena toh kita sudah sama-sama tahu dan saling suka. Secara logika pula, jika memang sudah saling tahu, kenapa ga datang langsung ke orangtua? Ada yang janggal!

Ia pun meminta waktu untuk istikharah. Seminggu-dua minggu-sampai 1 bulan belum ada keputusan. Saya PD saja dan berhusnudzon mungkin dia sedang sibuk kuliah.

Dan setelah bulan berganti barulah ada keputusan bahwa Ia memutuskan untuk tidak melanjutkan ta'aruf. Alasannya? Jangan tanya! Amaze banget bagi siapa saja yang mendengarnya 😂. Yaitu karena kurang sreg! Gubrak! Kurang sreg katamuuu? Setelah saling suka dari SMP dan kini kau bilang kurang sreg? Ingin sekali ku berkata-kata. Tapi yoweslah, akhirnya Saya pun mencoba menelan kepedihan ini sendiri. *mulai drama.

Berhari-hari, setiap ingat dan selepas sholat air mata tanpa terasa mengalir deras membasahi pipi. Aku tuh ga bisa diginiin. Tapi ku coba sabar. Karena bener sholat dan sabar itu penolong banget.

Akhirnya selang beberapa bulan, Kita pun sudah ga pernah kontak sama sekali. Buat apa? Toh, Saya yg jadi korban, jadi saya merasa tidak perlu untuk meminta maaf.

Tanpa diduga seorang teman dekat menawari Sang Pangeran itu. Akhirnya ketemuan di rumah guru ngaji. Kalau ini asli ga kenal sama sekali. Dia wong kito galo (Palembang) sementara Kuring ti Subang. Dan sebelumnya belum pernah sama sekali bertemu. Mungkin pernah papasan tapi ga saling sadar.

Pesan guru ngaji kepada sang pangeran :"Kamu beneran serius? Kalau bener serius. Setelah istikharah. langsung saja ke rumah orangtuanya. Saya minta tolong betul-betul, jangan pernah permainkan anak orang. Tolong dijaga hatinya. Kalau memang ga sreg, monggo mundur dari sekarang."

Saya paham betul, maksud itu karena saya pernah merasa dipermainkan. Guru ngaji saya mencoba sebisa mungkin menjaga perasaan muridnya. Itu yg bikin Saya meleleh...

Dan jawaban sang pengeran pun : "Saya serius bu. Saya tidak ada niatan untuk main-main." Katanya dengan mantap.

And finally, Ia pun datang ke rumah, mengutarakan niat baik pada orangtua saya. Khitbah dan nikah deh. Ini contoh lelaki gentle yang tak bisa dibantahkan lagi ke-gentle-annya.

Ketika Saya mengundang baik-baik teman SMP saya tersebut, Ia pun menelpon berkali-kali, memohon pada Saya untuk membatalkan pernikahan. Bahwa alasan Ia membatalkan ketika itu adalah masih belum mampu secara materi. Hellooo, coba atuh nyarios di awal, mungkin masih bisa dipertimbangkan. Pengen rasanya "ngahualkeun" tapi da urang mah jelema bageur, geura. Susah bikin orang sakit, ambeu... 

Pun orangtuanya Saya undang baik-baik, saya datangi ke rumahnya. Orangtuanya tidak tahu apa-apa, seolah-olah Saya yang berkhianat pada anaknya karena nikah dengan orang lain. 

Tapiii, tahukah saudar-saudara, adab Saya kepada mereka ternyata tidak dianggap. Ketika beberapa tahun kemudian, akhirnya teman SMP Saya menikah, tak sedikitpun kabar tersiar kepada Saya. Tahu-tahu, Dia posting foto pernikahannya di FB. Saya ternganga, bukan karena apa-apa tapi lebih karena MERASA TIDAK DIHARGAI SEBAGAI MANUSIA. Sakiiit banget rasanya ga dianggap dan terbuang. Apa salah dan dosaku??? *cry

Saya jadi mikir, mungkin inilah hikmah Allah mempertemukan Saya dengan teman SMP saya agar Saya berjodoh dengan Pangeran yang kini menjadi suami terbaik yang sangat ngerti sekali dengan adab. Biarlah Kami menjadi orang terdzolimi dari pada yg mendzolimi...

Jadi hubungannya apa sama judul di atas? Mungkin ga ada tapi setidaknya para Jomblo, pliiis jika memang mau menikah, niatkanlah dengan kesungguhan karena Allah, minta petunjuk-Nya. Jangan sampai niat mu yang setengah-setengah menjadikan anak orang terluka hati dan perasaannya. Ga usah neko-neko deh, simple-nya. Kepastian, itu saja! A bilang A, B bilang B. Ga usah plin-plan...

Untuk para muslimah, plis cukup di Saya saja yang mengalami nyeseknya dipermainkan. FOKUS saja perbaiki diri, jangan percaya apalagi terbuai dengan kata-kata gombal, karena ketika Kamu melambung tinggi, siap-siap merasakan sakitnya terjatuh...

Plis, Yakin aja dengan firman-Nya : 

"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)." QS. An-Nur : 26

Tuh, percaya deh! Ga usah galau, oce 😘

*Jadi kalau emang mau yang cantiiiik melintir, coba kenalannya sama artis-artis, biar yg macam Saya yg rakyat jelata ga jadi korban, oke sip! 

2 comments:

  1. Dalem banget nyurr
    Bener bgt
    G tau mesti komen apa lagi krn pengin nimpuk temen smpny nyur *sabarmiy wkk

    ReplyDelete