Monday, July 12, 2021

Hamil Kala Pandemi, Mungkinkah?

Bismillah...

 

Hamil Kala Pandemi

 

Hamil dikala pandemi, mungkinkah? Ya, memang ketika menyaksikan kehamilan membuat perasaan bercampur baur. Ada perasaan senang, was-was tak jarang menjadikan sebagian ibu hamil stress karena keadaan. Disatu sisi ada rasa bahagia luar biasa menanti si kecil (apalagi jika itu kehamilan pertama yg ditunggu-tunggu), sisi lain ada resiko besar yg harus dihadapi. 

Bagaimana tidak, karena ibu hamil salah satu kategori yg rentan lebih mudah terkena COVID-19. Hal ini disebabkan oleh imunitas yg melemah. Maka dari itu, Ibu hamil memerlukan strategi menghadapi pandemi ini yg kita tak tahu kapan akan berakhirnya, melihat belakangan ini begitu merambahnya penularan virus. 

Oleh karena itu sebagai Ibu hamil di masa pandemi seperti ini Saya harus mawas diri, mengantisipasi kemungkinan buruk terjadi. Ya bisa dikatakan sebuah strategi agar berhasil lolos dari pandemi ini hingga goalsnya adalah sehatnya Ibu dan bayi sampai masa persalinan itu tiba dan seterusnya. 

Saya paparkan ya apa saja Strategi yg bisa dilakukan Ibu Hamil saat pandemi. Here we go... 

 

 
  • Periksakan kehamilan ke RS Ibu dan Anak non covid

Jadi memang harus cermat memilih RS atau Klinik bersalin. Jika Ibu biasanya melakukan check-up di RS maka cari informasi apakah RS yang sebelumnya Ibu pilih merupakan RS Non Covid? Jika iya, putar haluan dapatkan informasi tentang RSIA yang tidak menampung pasien Covid-19. 

Saya sendiri memang dari awal kehamilan selalu memeriksakan diri di Bidan. Bukan hanya karena lebih dekat dari rumah namun juga Bidan tempat Saya periksa ini merupakan Bidan rekomendasi para Ibu. Udah gitu, biayanya jauh lebih murah dibandingkan di Klinik atau RS lainnya.

  • Lakukan pemeriksaan kehamilan minimal 6x. 

Dalam kondisi normal, Ibu harus memeriksakan kandungan sekurang-kurangnya 6 kali dalam kondisi normal dengan rincian :

  • 2x di trimester pertama
  • 1x di trimester kedua
  • 3x di trimester tiga

Hal ini sesuai dengan keputusan kemenkes yang mengatur tentang persalinan di masa pandemi Covid-19. Bagaimana jika dalam perjalannya ada masalah? Cari tahu di buku KIA untuk melakukan what's the next. 

  • Persiapkan persalinan dengan menyesuaikan peraturan di tempat yg kita pilih. 

Menurut kemenkes maksimal 7 hari sebelum HPL, ibu hamil harus melakukan skrining terlebih dahulu. Hal ini untuk mengetahui positif tidaknya si Ibu.

Selanjutnya, RS/Bidan/Klinik yang akan menyiapkan delivery chamber demi mengurangi transmisi udara saat persalinan dan APD (Alat Pelindung Diri) sesuai standar bagi nakes pemberi pelayanan maternal dan neonatal.

  • Persiapkan biaya persalinan untuk kemungkinan buruk yg terjadi.

Tang-ting-tung, ayooo hitung-hitungan biaya yang akan dikeluarkan ketika persalinan nanti. Perhitungkan kemungkinan yang terburuk. Dan ikhtiarkan dengan senantiasa menyisihkannya. Jadi ketika ada apa-apa, Kita tak kelabakan cari sana-sini. Namun, di Era pandemi seperti ini dimana banyak yang terkendala dalam penghasilan, jangan khawatir Bu, biaya bisa dicari, selalu ada saja jalannya.

  • Persiapkan mental dan fisik yang baik

Saya menitikkan air mata ketika mendapat kabar yang tersebar bahwa ada Ibu yang hendak melahirkan tidak diterima di RS manapun karena kondisinya Covid-19. Membayangkan jika itu terjadi pada Saya, betapa sedihnya. Mendengar beritanya saja rasanya seperti lemas seluruh badan. Lalu Saya teringat sebuah pesan Ibnu Sina yg memang relate sekali untuk kondisi mencekam di kala pandemi seperti ini.

"Kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat, dan kesabaran adalah permulaan kesembuhan."

Saya meyakini betul pesan tersebut, maka mengawalinya untuk tetap tenang menjalani kehamilan di kala pandemi adalah merupakan langkah awal. Ya, mari Kita persiapkan mental dan fisik Kita menyambut si Kecil melewati pandemi. Lalu selanjutnya apa yang harus dilakukan agar tetap tenang di kondisi hamil kala pandemi?

 


1. Connect to God

Memang ya di kala jalan buntu seperti ini, tidak ada lagi jalan selain kembali kepada-Nya. Banyak-banyak dzikir terutama dzikir pagi dan petang yang isinya luar biasa sebagai penjagaan Kita sebagai muslim. Jaminannya adalah hanya dengan mengingat-Nya hati menjadi tenang. Salah satunya yang artinya : 

"Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
 
Kemudian meminta agar diberi ketenangan dan kebahagian oleh Sang Penggenggam hati. Selalu tanamkan rasa syukur bahkan untuk hal-hal yang sederhana.
 

2. Stay positif



Positif, baik perkataan, perbuatan dan pikiran. Karena obat termahal hari ini adalah pikiran yang selalu positif. 

Stop akses medsos atau berita-berita duka tentang pandemi jika itu akan membuat Ibu hamil tertekan dan psikosomatis, tiba-tiba merasa tenggorokan sakit, gejala batuk dan berpikir jangan-jangan... jangan-jangan...

Tindakan pun harus selaras dengan pikiran. Karena jika tidak disibukkan dengan hal positif maka akan diisi dengan sebaliknya. Pikiran dan tindakan positif merupakan imun tersendiri bagi tubuh lho, Bu. 

Misalnya dengan melakukan kegiatan berikut ini : 
  • Lakukan afirmasi positif
Selalulah lakukan afirmasi positif. Dengan begitu alam bawah sadar Kita akan memerintahkan apa yang harus dilakukan. Seperti : Semua akan baik-baik saja, Saya dan kandungan sehat walafiat dan bisa melewati pandemi ini dengan lulus. Ucapkan itu kemudian inhale-exhale setiap kali bangun tidur.
 
  • Focus to positive people 
Jauh-jauh dari pertemanan toxic, fokus pada orang-orang yang senantiasa berpikir positif dan perkataan yang membangun. Abaikan toxic people karena tidak akan membawa manfaat yang ada membuat Kita sebagai Bumil down karenanya. Pertemanan yang positif dan sefrekuensi justru akan membuat bumil bahagia. Yuk Bu, ciptakan positive vibes.

  • Mendidik si Kakak
Kita tahulah ya bu, bagi ibu yang memiliki anak sekolah, ketika pendidikan anak dikembalikan ke rumah, maka mau tidak mau, sibuk tidak sibuk, hamil tidak hamil, itu sudah menjadi tanggung jawab orangtua. Memaksimalkannya adalah jalan ninja yang harus ditempuh. Eratkan bonding, bercengkrama lebih intens dan melakukan kegiatan positif lainnya. Bisa jadi hikmah dari pandemi ini adalah mengokohkan apa yang rapuh dari dalam.
 
  • Merawat Tanaman
Merawat tanaman dan beberes rumah pun bisa menyibukkan Kita pada hal yang positif lho, Bu. Ibu akan merasa tenang dan sejenak rehat dari pandemi di luar sana. Selain mempercantik rumah, menciptakan udara segar dan pemandangan yang cantik, Ibu akan memiliki pengalaman yang menyenangkan dan kepuasan tersendiri ketika melihat tanaman tumbuh subur. Ibu pun bisa memulai dengan pola hidup bersih dan kebiasaan baik lainnya.

  • Berbagi dan Empati
Saat inilah Kita diuji untuk memunculkan empati walau hanya dirumah saja. Ketika mendapat kabar duka dari teman atau saudara, kesempatan Kita sebagai Ibu hamil yang bahkan do'anya saja mustajab (terkabulkan) untuk berbagi dengan yang membutuhkan. Bukankah memberi itu memunculkan rasa bahagia tersendiri. Ya, tak akan rugi orang yang berbagi... Mendoakan dengan tulus, menyemangatinya dan berbagi apapun yang Kita mampu. Yup, tidak harus merasakan terlebih dulu untuk rasa bernama empati kan, Bu?

  • Ikuti Panduan di buku KIA

Ini paling pas banget untuk dijadikan rujukan, dari mulai Do dan Don't Ibu hamil semuanya lengkap dibahas disini. Buku pink ini memang bukan satu-satunya panduan namun menjadi ringkas dan mudah dipahami. Tinggal ikuti saja step-nya jika menginginkan kebaikan dan kesehatan bagi Ibu dan anak yang sedang Kita kandung. Bahkan rentang waktu pemakaiannya sampai anak imunisasi. Ibu yang pernah hamil pasti tahu tentang buku ini. Jika Ibu belum memilikinya, mintalah pada Bidan atau Dokter tempat Kita check-up. Dengan buku ini, Ibu bisa meminimalisir mobilitas ke RS/Bidan/Klinik untuk melakukan konsultasi.
 
  • Jaga Prokes and Stay at Home
Protokol kesehatan yang bahkan hafal di luar kepala, jangan sampai kendor Kita jaga ya, Bu. Apalagi taruhannya diri Kita sendiri dan bayi dalam kandungan. Dengan selalu 5M setidaknya Kita sudah ikut andil dalam menekan angka penularan. Yaitu selalu Mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas. Ya, jika tidak ada hal yang sangat urgent, mantap-mantap di rumah dulu ya, Bu. Bosan? Bersabar ya Bu, this shall too pass. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang denial? Itu bukan lagi menjadi tanggung jawab Kita. Fokus saja pada apa yang bisa kita kontrol bukan sebaliknya.
 
Jika sudah berusaha patuhi prokes dan diam di rumah tapi masih kena juga? Itu namanya takdir, ujian yang harus Kita lewati. Setelah itu tetap tenang dan fokus pada pemulihan. Ingat pikiran yang positif akan membantu speed recovery. So, selalu berbaik sangka atas apa yang terjadi berlaku untuk siapapun dalam kondisi apapun termasuk Ibu hamil.
 
  • Cerdas Bermedia Sosial
 
 
 
 
 
Pilih-pilah informasi mana saja yang Kita butuhkan. Jika Kita merasa terganggu dengan membludaknya arus berita tentang COVID-19, apalagi sampai menyebabkan psikomatis, STOP. Tutup dulu media sosialnya. Alihkan dengan mengakses hal-hal yang membuat Kita bahagia. Terutama untuk Ibu hamil, Saya rekomendasikan ibupedia.com sebagai referensi menjalani kehamilan di kala pandemi. Selain itu kontennya tentang tumbuh kembang anak dan seputar parenting lainnya membuat para Ibu tenang. Apalagi stalking instagram-nya, beuh tidak ada satu pun postingan yang saya lewatkan di sana. Setiap kali membaca postingannya, Saya selalu menemukkan hal unik dan kemudian angguk-angguk dibuatnya. Resep anti galau banget dalam bermedia sosial. Tak jarang, ada juga yang buat saya tergelitik dan tertawa : Ini beneeer bangeeet, ya ampuun.. Dengan begitu saya merasa bahwa saya tak sendiri. 


3. Be Kind To Yourself

Mencintai diri sendiri, membahagiakan diri sendiri adalah ikhtiar menjadikan hati tenang dan bahagia. Karena siapa lagi yang akan menghargai diri Kita selain Kita sendiri yang memulainya. Dan seberapa besarpun seseorang yang hendak menyakiti Kita tak akan terjadi jika Kita tak mengizinkannya. 

Lalu bagaimana caranya? Saya paparkan apa yang telah Saya lakukan  sebagai Bumil untuk menjalani hari kala pandemi ya, Bu...
 



  • Makan-makanan bergizi

Makan enak dan bergizi bisa bikin mood booster? Bisa banget. Karena memang Saya suka makan jadi logika tanpa logistik ga akan jalan. Saya butuh menyemangati diri dimulai dari makanan enak, hihi... Tapi tetap harus memperhatikan gizi seimbang ya apalagi ketika masa kehamilan. 
 
Mungkin di awal kehamilan susah sekali untuk makan, boro-boro makan cium bau makanan saja rasanya ga selera maka ketika Trimester selanjutnya yang sudah mulai bisa beradaptasi dengan makanan, inilah saatnya untuk memberikan asupan terbaik bagi Ibu dan Bayi dalam kandungan. Karena biasanya kalau kurang asupan, HB saya menjadi rendah dan itu bisa mengganggu kesehatan Ibu dan janin. Cirinya diantaranya Saya merasa mudah lelah, kulit kusam kering dan sesak nafas. 
 
Nah, untuk menjaga HB Saya menemukan artikel Ibupedia yang berjudul Wajib tahu!Ini Cara Menjaga Kadar HB Normal Pada Ibu Hamil. Jadi jangan lupa, selain makan enak dan bergizi, cukupi kebutuhan si kecil dengan vitamin dan mineral yang mengandung asam folat dan zat besi. Biasanya sudah diresepkan bidan atau dokter kandungan. Dan benar saja, setiap Saya lupa mengkonsumsinya, badan rasanya tak ada tulang, bener-bener lemes. Lengkapnya langsung cuuus ke link ibupedia tersebut ya, Bu.
 
  • Perawatan Diri
Selama ini kesibukkan membuat Ibu lupa dengan perawatan diri. Kesempatan di rumah aja ada banyak waktu untuk dipergunakan dalam perawatan diri. Minimal seminggu sekali untuk skin care-an, maskeran, merawat rambut dan lainnya. Perawatan untuk ibu hamil pun perlu Ibu perhatikan dengan rutin mengoleskan salep atau minyak anti stretch mark di perut dan area lainnya yang biasa terjadinya stretch mark.

Selain menjadikan Ibu hamil fresh, Ibu pun akan merasa rileks dengan perawatan diri. Sesekali bolehlah meminta suami untuk memijat diri Kita. Tapi memang, enaknya menjadi Ibu hamil itu adalah suami lebih peka dari biasanya. Ketika selonjoran saja, suami tak ragu untuk memijat kaki, tangan bahkan punggung Kita. Duh, rasanya rileks luar biasa, lalu tanpa sadar ketiduran, haha..

  • Tidur yang cukup 
Tidur yang cukup adalah koentji kebahagiaan seorang Ibu. Apa lagi ibu hamil yang sangat membutuhkan istirahat. Ya, karena pada hakikatnya hamil adalah beban dan kepayahan. Bayangkan saja harus membawa-bawa bayi kemanapun Kita melangkah, belum lagi hormon yang menyebabkan Kita mood swing. Maka dengan tidur yang cukup itu akan membuat ibu hamil segar dan ceria. 
 
Kurangnya tidur menyebabkan Ibu hamil bisa terkena anemia. Sementara anemia sendiri adalah risiko yang harus diwaspadai ibu hamil. Oleh karena itu, hindari bergadang ya, Bu. Yes, beruang saja berhibernasi, masa Kita nggak. Tentu saja dengan waktu yang cukup ya, Bu.
 
  • Exercise

Selain untuk menjaga kebugaran Ibu hamil kala pandemi, olahraga juga ternyata dapat meningkatkan kecerdasan otak si kecil lho, Bu. Tapi harus perhatikan kondisi Ibu dan janin juga ya, jangan diporsir, contohnya dengan yoga, joging pagi atau senam untuk Ibu hamil selama 30 menit dalam sehari. Meskipun tidak bisa kemana-mana, semua bisa Kita akses di youtube kok, banyak panduannya. Tinggal ikuti saja. Dijamin badan jadi enteng, pikiran tenang hatipun riang. Karena memunculkan hormon dopamin yang sering dikenal dengan hormon kebahagiaan. Semboyan Mensana in corpore sano itu benar adanya. Yuk Bu, rajin olahraga...

Setelah olahraga, jangan lupa berjemur, Bu, di halaman rumah saja yang terkena sinar matahari. Agar vitamin C dan D yang sangat diperlukan di masa pandemi bisa Kita penuhi. Berjemurlah diantara pukul 08.00 sampai 10.00. 15 menit saja cukup untuk Ibu hamil menikmati sinar matahari yang kaya akan energi. 

  • Lakukan Hobi
Jangan sampai kesibukan kita sebagai ibu ditambah hamil pula, melupakan hobi yang kita sukai. Iya karena ketika melakukan hobi, rasanya hati tenang sekali bahkan ada kepuasan tersendiri yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, cieee... Kalau hobi Saya selain tadi makan, juga menulis dan baking kue. Kayaknya ketika melakukan ketiga hal tersebut, apapun hasilnya membuat hati membuncah. Apalagi ketika hasilnya memuaskan suami dan anak. Ketika anak tak segan bilang : Waaah, masakan Umi enak bangeeet, lalu lahap memakannya. Duh, rasanya kayak melayang deh, bahagia... Kalau hobi Ibu sendiri apa? Temukkan dan jalani dengan bahagia, yuk!

  • Me Time

Sebenarnya poin-poin di atas itu sudah termasuk me time namun ada saja gangguan ya. Me time artinya benar-benar waktu untuk sendiri kan bu? Jadi sebisa mungkin Kita meminta waktu pada anak-anak dan suami untuk menyendiri. Ibu hamil perlu lho memiliki waktunya sendiri.

Biasanya Me Time Saya dengan Upgrade ilmu dengan mengikuti seminar di Zoom, baca buku, bahkan bercengkrama dengan jabang bayi tanpa gangguan siapapun, mengelusnya, mengajak interaksi dan membacakan Qur'an berlama-lama untuknya. Saat tendangan demi tendangan itu muncul, Saya merasa Saya lah Ibunya seutuhnya. Saya diakui sebagai Ibu dan itu menyempurnakan kehidupan Saya. Setelah merasa cukup, Saya tersenyum-senyum sendiri keluar dari kamar. Dan itu membuat hati legaaa rasanya.

Nah, itulah resep hamil tenang kala pandemi ala Saya. Bagaimana Bu? Ibu punya poin tambahan untuk Ibu Hamil dalam menghadapi pandemi? Jangan ragu untuk share di komen ya, Bu.

So, Hamil Kala Pandemi, Mungkinkah? Ya, semua dapat Kita lalui asal tahu dengan senjata apa Kita menjalani hari. Jangan lupa bahagia ya Bu, stay positif, tetap waras dan hindari kepanikan.

Selamat menyambut Si Kecil dengan bahagia... Semoga terhindar dari segala wabah dan sehat selalu...

6 comments:

  1. Hemm sehat-sehat, ya bunda dan janinnya saat pandemi seperti ini. Kesehatan fisik dan mental juga harus dijaga, semangat, Bun.

    ReplyDelete
  2. Bener banget nih, saat pandemi takut buat ke rumah sakit apalagi saat hamil. Harus was-was juga sama kesehatan bunda dan bayi.

    ReplyDelete
  3. Connect to god penting banget di saat seperti ini, untuk bunda yang sedang hamil jaga kesehatan mental juga, ya dengan tetap berpikir positif.

    ReplyDelete
  4. Strateginya tepat banget bun buat ibu hamil, semangat jaga kesehatan dan kandungannya.

    ReplyDelete
  5. Nah, bener tuh connect to god, stay positif perlu dilakukan di saat pandemi seperti ini. Stay safe and healthy, semangat, Bun.

    ReplyDelete