Bismillah...
Setelah menjadi Ibu sejati (baca : memiliki anak), saya berusaha sebisa mungkin untuk menjadi Ibu yg baik yg dapat dicontoh. Terutama soal kedekatan bersama buku. Bukankah ada istilah yg mengatakan bahwa buku gudangnya ilmu? Dan setiap ilmu mengarahkan kita pada kebaikan. Jika itu benar-benar diniatkan untuk kebaikan.
Saya coba menerapkan ketika Fathan berusia 2 tahun. Awalnya memang rada gemesin sih karena bagaimanapun dunia anak adalah dunia eksplorasi tanpa batas. Ia tak segan-segan untuk menyobek buku yg saya belikan untuknya. Kapok? Awalnya iya, namun kemudian sebuah pesan mengingatkan : bagaimanalah anak akan menghargai buku, jika kita tidak arahkan. Dalam hal ini, kitanya memang kudu kreatif. Mengajaknya, mengingatkannya berulang-ulang tanpa bosan (bawel).







