Tuesday, April 25, 2017

SoMan : Bye Gatel, Bye Garuk

Bismillah... 

Semenjak kepindahan saya ke Palembang, ada yang aneh dalam diri saya. Terutama fisik. Muncul bintik-bintik merah yang gatalnya minta digaruk. 

Setelah konsultasi dengan bidan dan beberapa dokter. Saya dinyatakan alergi. Ada juga yang bilang kalau sedang adaptasi dengan lingkungan sini. 

Terutama memang masalah utamanya adalah air. Ya, air yang tak jernih dan ketika kumur-kumur rasanya asam dan lengket. Saya berusaha tetap calm. Karena toh, daerahnya memang pinggiran dengan kata lain Palembang coret. Namun, lama-lama kok ruamnya semakin menjadi. Saya sudah diberikan salep dan berbagai obat akan tetapi masih saja gatal dan minta digaruk. 

Seberapa tahan saya untuk mendiamkan, sebesar itu pula rasa gatal menggerogoti tangan dan perut saya. Gateeel minta digaruk. Pernah suatu hari saya tak tahan dengan gatal-gatal ini. Saya pun menggaruknya sekuat tingkat gatal yang saya alami. Alhasil, lega sih lega namun malah meninggalkan luka. Kalau sudah begini, nyesel karena sudah garuk-garuk, hiks...

Penyakit gatal yang saya derita benar-benar menguras emosi dan aktivitas saya. Rasanya ganggu banget. Apalagi jika sedang bepergian, euh, rasanya sampe pengen nangis karena menahan gatel. 

Suami saya yang melihat saya bermuka merah sambil meringis hanya bisa mengingatkan :

“Sabar dan jangan digaruk!” Katanya. Bener sih tapi kenapa kata-katanya berasa menyakitkan ya?

Bayangkan saja ketika digigit nyamuk saja kita ga tahan pengen garuk ya, apalagi ini, yang gatalnya cukup parah.  Tangan rasanya gemeees mau garuk-garuk aja...

Apalagi di hamil ketiga ini banyak banget yang dirasa. Entah karena kepindahan saya ke Palembang yang cukup panas (menurut saya, karena selama ini di Depok yang cendrung dekat dengan Bogor hawanya sejuk). Dari mulai sesak nafas, batuk, pilek, gampang capek dan yang paling mengganggu ya itu si gatal-gatal di kaki, yang berujung merembet ke perut juga. Rasanya campur aduk deh. Suamipun terlihat menyesal membawa saya ke Palembang, saking ia melihatnya kasian dengan apa yang saya derita.

“Apa kamu pulang lagi saja ke Depok?”
“Ih, calm aja sih. Ini hanya adaptasi saja sepertinya.” Saya pun meyakinkan. 

Selama berobat saya berusaha meyakinkan pada dokter bahwa obat yang akan diberikan adalah yang aman untuk ibu hamil. Karena ngeri juga ya jika sedang hamil konsumsi obat-obatan yang akan berpengaruh pada kehamilan.

Baik salep maupun obat-obatan sudah mengandung keamanan untuk Ibu hamil, katanya. Tapi, lama-lama kok saya membatin. Ini saya minumin obat dan olesin salep terus tapi kok ga ada kemajuan? Heran donk, pasti! Saya pun menemukan solusi dari masalah yang dihadapi.

Apa itu?


Taraaaaaa...

Saya mencoba SoMan yang merupakan obat herbal alami yang sebelumnya saya telah ketahui bahwa SoMan aman untuk Ibu hamil. Saya mengkonsumsinya 1x sehari karena awalnya ingin coba saja sejauh mana keampuhan herbal ini. Memang takaran sebenarnya berapa kali? 3 kali sehari 5tetes saja. 

Namun untuk pengobatan penyakit yang lumayan akut, bisa dikonsumsi 10 tetes 3 kali sehari. Benar-benar deh saya merasakan progress kerja dari SoMan ini :


Jamu Tetes

Day 1
Meskipun belum terasa khasiatnya namun efek meminum obat ini adalah tidur saya nyenyak. Biasanya kalau tengah malam itu saya sering bangun karena merasa begah karena kandungan yang semakin membesar dan gatal-gatal pada perut dan kaki.

Day 2
Saya yang biasanya sesak nafas karena kebegahan bawa perut, merasa enteng-enteng saja. Aktivitas ngalor-ngidul seperti ke pasar, masak, beres-berespun terasa enteng saja dikerjakan. Tidak seperti biasanya yang sering kali cepat lelah dan capek.

Day 3
Saya mulai merasa ada perubahan di kaki dan perut yang gatal. Biasanya, setiap waktu merasa gatal, kadarnya sudah mulai berkurang. Paling merasa gatal saat tersentuh air, baru terasa perih dan gatalnya. Ya, karena kebanyakan di garuk, mengakibatkan luka iritasi dan bintik-bintik merah yang banyak.

Day 4  
Pilek dan batuk saya sudah hilang. Sebelumnya setiap hari batuk berdahak dan bersin-bersin, yang karenanya kelelahan saya semakin bertambah. Alhamdulillah banget.

Day 5
Selera makan saya tambah lahap. Efek hamil ketiga ini, saya kurus karena malas makan. Lihat makanan seperti jijik. Padahal sudah di trimester terakhir. Namun di hari ke empat ini, saya merasakan porsi makan saya yang bertambah. Bahaya sih, kudu dikontrol. Tapi memang enak bawaannya, jadi lahap hap hap.

Day 6
Luka gatal di perut dan kaki mulai memudar. Bentuknya yang tadinya mengerikan sekujur kaki dan perut, mulai berkurang dan terlihat agak fresh. 

Day 7
Saya sudah tidak merasa gatal lagi. Alhamdulillah... Jadi aktivitas rutin sebulan ini yaitu menggaruk, tidak lagi saya lakukan. Karena rasa gatal di kaki dan di perut sudah bye, hehe...

Ya, itulah efek yang saya rasakan selama seminggu dalam mengkonsumsi SoMan ini. Niat awal hanya ingin mengobati luka dan gatal, efek lainnya justru sangat menguntungkan sekali dengan keluhan saya yang lain. Itulah mungkin ya SoMan bertagline : bukan obat namun lebih dari sekedar obat.

Ya ya ya, saya akhirnya paham.
Bagaimana Saya Mengenal SoMan?



Awalnya saya blank sama sekali dengan SoMan ini. Sampai suatu hari, saya mengenalnya ketika mengikuti BlogggerDay 2017 yang diselenggarakan oleh BloggerCrony dan SoMan. Di dalam rangkaian keseruan acara tersebut, disanalah saya mengenal SoMan (Bukan Obat tapi lebih dari sekedar obat). 

Lho, maksudnya gimana sih?

SoMan (Sogo Manggata 1)

“Terbuat dari 39 bahan alami berkhasiat yang terdiri dari buah-buahan, sayur dan rempah terpilih yang diproses secara bioteknologi modern selama 9-12 bulan di pabrik yang berstandar CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Benar)”

Iya, SoMan bukan obat-obatan seperti obat lainnya yang diproses secara kimiawi dan lain sebagainya. Namun lebih pada jamu! Ya jamu, seperti kita tahu bahwa jamu adalah rangkaian herbal yang diramu secara alami. Saya sendiri rada males minum jamu. Tapi ternyata SoMan beda dengan jamu-jamu lainnya. Dengan 39 bahan-bahan alami, kombinasi dari buah-buahan, sayur-sayuran dan rempah pilihan itulah SoMan dibuat. Rasanya? Jauh banget dengan jamu! Kalau jamu itu pahit, kalau SoMan rasanya netral namun ada sedikit terasa manis. Jadi kayak ga minum obat melainkan minum air biasa.



Acara berlangsung pada Sabtu, 18 Maret 2017 – 19 Maret 2017 di Kampoeng Wisata Rumah Joglo, Jawa Barat. 

Selama acara berlangsung, kami diedukasi mengenai Personal Branding, bagaimana etikanya seorang Blogger, kalimat efektif dan tentu saja tentang SoMan ini yang membahas seputar kesehatan. Narasumbernya tentu saja kece-kece. Untuk SoMan sendiri, ada Mba Tatu Ratna Sari, S.Farm sebagai konsultan Produk SoMan dan Dr. Grace Maria Salindeho, M.Kes sebagai Konsultan Medis PT. Soman Indonesia.



“SoMan bekerja dengan cara membantu meregenerasi sel yang sakit, menyehatkan, lalu menutrisi sel tersebut. Daya tahan tubuh yang kuat mampu membantu menangkal berbagai macam penyakit seperti degeneratif atau kronik seperti diabetes & komplikasinya, hipertensi, kolesterol, jantung, stroke, masalah pencernaan, hingga untuk luka luar,” tutur Mba Tatu.

Dr. Grace pun menambahkan 

“Karena 100% alami, SoMan tidak memberatkan kerja ginjal dan hati sehingga aman dikonsumsi jangka panjang oleh segala usia.” 
 
Hal inilah yang membuat saya yakin untuk mengkonsumsi SoMan ini dalam keadaan hamil sekalipun.

Untuk lebih meyakinkan, kita simak pembahasan yang disampaikan Mba Tatu dan Dr. Grace mengenai 7T tentang fakta SoMan berikut yuuuk!
 
7T - Fakta tentang SoMan

1. Terbanyak
Artinya terbanyak bahan bakunya 39 bahan alam, buah, sayur dan rempah-rempah. Jamu dalam bentuk tetes ini terdiri dari antara lain : buah merah, manggis, nanas, buah naga, kiwi, mengkudu,belimbing bintang, belimbing sayur, air kelapa, anggur, nanas, tomat,buah maja, apel malang, sirsak, mangga, alpukat, jeruk bali, jeruk cina, pepaya, pisang, goroho, bayam, seledri, wortel, sawi putih, kentang, kemangi, paria, umbi manggata, rosella, kayu manis, pasak bumi, temu putih, bawang putih, jinten hitam, ketepeng cina, terong ungu, kacang merah, kedelai. Saat ini SoMan menjadi satu-satunya produk yang paling banyak menggunakan bahan baku terbanyak dengan pH tertinggi yakni 9+. 

Tuh betapa menunjukkan jamu tetes ini perpaduan yang lengkap dan terbanyak pertama di Indonesia. Sudah gitu Free alcohol pula.

2. Terkuat
Salah satunya bisa menguatkan vitalitas (pasak bumi). Untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Sistem bennteng pertahanan pertama dalam imunitas. Secara, kita tahu bahwa Antioksidan fungsinya agar ga gampang sakit. Bisa digunakan baik untuk Pencegahan, sakit, ataupun pemulihan.

Aman untuk ibu hamil dan justru baik sekali untuk bumil.
Kenapa dinyatakan terkuat? Mari kita lihat uji kandungannya. 
Uji kandungan : multivitamin, a,c,e, k super anti oksidan. Contoh buah kiwi (lebih banyak vit c dibandingkan buah jeruk).
Mengandung Omega 3,6,9 yang fungsinya baik untuk otak.

Cerita tentang kehamilan pun dirasakan oleh Dr. Grace. Beliau bercerita ketika sedang mengandung anak ke-3, beliau mengkonsumsi SoMan dan hasilnya ketika anak itu lahir, jarang sekali sakit-sakitan.

Ia pun berulang kali menyatakan bahwa "Uang tidak bisa membeli saya." Artinya ia tidak akan gegabah merekomendasikan suatu produk hanya karena bayaran. Ia percaya yang mendirikan PT. SoMan Indonesia yaitu Pak Yamin Lahar dengan kepribadiannya yang jujur, profesional, taat beribadah, berpendidikan. Oleh karena itulah, Dr. Grace berani dan telah mengujinya sendiri bahwa SoMan adalah rekomended dilihat dari hulu hingga hilirnya.

3. Tertinggi
Kenapa dinyatakan tertinggi? Karena pH keasaman dan kebasahan kandungan dari SoMan. pH normal pada tubuh manusia adalah pH basah di atas 7 sementara pH asam kurang dari 7. SoMan sendiri ukuran phnya 9+.
Lalu pertanyaannya, hubungan pH dengan penyakit apa? Biasanya obat dianjurkan setelah makan, nah SoMan beda justru diminum sebelum makan. Berfungsi untuk mengurangi kolestrol.
Sebagai catatan pH dalam tubuh tidak boleh kurang dari 7. SoMan sendiri telah uji pH dengan pH indikator 0-19.

4. Terkompleks
Kenapa dikatakan terkompleks? Karena Aman, halal MUI, dan dilihat dari proses pembuatannya.
FYI, 60jt triliun sel dalam tubuh kita. Ada sel yang rusak, maka tubuh kita akan sakit. SoMan bisa menjadi regenarasi.

5. Teruji & Terpercaya
Uji kandungan, uji toxitikas. Teruji secara klinik diabetes (satu-satunya produk jamu yang sudah teruji klinik di Indonesia). Dr. Grace sendiri cerita tentang pasien asam urat dan diabetes, setelah mengkonsumsi SoMan secara rutin, pasien tersebut terbebas dari penyakitnya. Key point yang ditegaskan oleh Dr. Grace adalah yang penting nurut dengan apa yang saya katakan! segala pantangan dan apa saja yang harus dilakukan, kerjakan!

6. Terbukti
Dengan adanya Testimoni dari para konsumen, menjadi bukti SoMan bahwa khasiatnya bisa dirasakan. Bermanfaat untuk banyak orang. Seperti contohnya : Anton 62th purwokerto, memiliki penyakit diabetes, jantung & ginjal. Yang awalnya harus pasang ring, setelah konsumsi SoMan tak perlu lagi untuk memasang ring.

7. Terbaik
Pembuatannya jelas, orang yang buatnya jelas, tinggal di Gorontalo, jujur. Mempunyai klinis.
Dan yang paling penting dapat bersinergi dengan obat dokter.

*Note :
Dosis
Pencegahan : 5 tetes 3x sehari
Penyembuhan : 10 tetes 3x sehari



Saya merasa setelah edukasi tentang SoMan ini banyak yang saya pelajari soal kesehatan dan imun. Bahwa memang pertahanan imun kita sangat penting agar penyakit tak mudah masuk dalam tubuh kita. Ketika pertahanannya lemah, maka sangat mungkin sekali penyakit dapat mudah masuk. 

Selain itu, pola hidup, pola makan sangat berpengaruh pada kesehatan kita. Saya sangat senang sekali mendapatkan edukasi soal kesehatan ini. Kapan-kapan, kalau ada acara di Palembang, undang-undang ya SoMan (hello, siapa elo?ahaha)

Menariknya, walaupun sudah malam, cara penjelasan Mba Tatu dan Dr. Grace ini, bikin mata seger. 

Acara pun dilanjut oleh Mas Away yang tak  kalah bikin mata seger. Ngakak sepanjang pembahasan mengenai kalimat efektif. Bahwa kalnimat efektif itu adalah logis bukan karena sebuah kebiasaan yang salah malah membawa pada pembenaran sendiri. Ia pun memberikan banyak contoh tentang kerancuan kalimat pada media-media bahkan blogger sendiri. Namun, tenang saja, tidak menyebutkan merk kok.

Keesokan harinya, kami diajak untuk test kebugaran. Karena menkes menekankan bahwa Sehat belum tentu bugar! Tes kebugaran tersebut terdiri dari Tes kolestrol, tensi dan test berapa sebenarnya umur kita. Dan tahukah? Saya lebih tua 10 tahun dari umur saya! wkwkwk... Aduh, kudu oles anti aging ini mah.

Setelah acara tersebut, selanjutnya Have Fun suka-suka. Ada yang memilih berenang, outbond dan macam-macam. Hmmm, pokoknya seru banget deh dan bangga  bisa menjadi salah satu bagian dari BloggerDay 2017 by BloggerCrony dan SoMan.

Acaranya TOP! Silaturahim terjalin, Knowledge Bertambah, Pemateri semuanya kece dan tentu saja bisa cekak-cekikik bersama Blogger hits yang humble lainnya. Bahagiaaa 😍😍

19 comments:

  1. Aq Pengen coba buat mama sama aku khasiatnya luar biasa yah

    ReplyDelete
  2. Wah.. Ruam2nya langsung tumpas ya Mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah mba, memudar bekas lukanya juga. Aku masih lanjut sih konsumsinya sampe 30hari biar bener2 sembuh

      Delete
  3. aman buat bumil busui ya. Kalau anak-anak mulai umur berapa bolehnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah aman mba bahkan direkomendasikan. Kurang tau ya, sepertinya balita juga sudah boleh karena di syaratnya tertulis untuk segala usia

      Delete
  4. Saya juga enjoy nih minum SoMan. Badan rasanya seger, sehat selama kehamilan ini. Semoga sehat juga buat babynya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Emang enteng ya bumil, sehat2 juga ya...

      Delete
    2. Aamiin. Emang enteng ya bumil, sehat2 juga ya...

      Delete
  5. Nah kebetulan nih lagi kena gatal juga. Kebetulan juga Rumah Soman di Cianjur dekat rumah juga. Besok beli ah... Coba nih jadi penasaran...

    ReplyDelete
  6. kebetulan nih aku juga gitu mba, gateng bintitan merah semenjak bulan-bulan ini. Entah nggak cocok atau bagaimana. Nyoba So Man kali ya, bisa cocok.

    Acaranya seru banget mba, botol so mannya gede banget hahahha

    ReplyDelete
  7. Waah, bisa bikin tidur nyenyak yaaa. Asik jg nih klo ada obat herbal yg aman kayak gini

    ReplyDelete
  8. Saya belum kerasa khasiatnya, tapi selurh anggota keluarga merasakan loh.

    ReplyDelete
  9. Si gatel memang gemesin ya, Mbak. Tapi bisa bahaya kalo terus-terusan dituruti buat garuk.

    Alhamdulillah Mbak kalo sekarang udahan. Untung ada SoMan yaa.

    ReplyDelete
  10. mantap.... bisa dicoba ini kalo lagi gatel gatel hehe dari pada digaruk2 terus huhu

    ReplyDelete
  11. Mbak Shine sekarang di Palembang. Perubahan cuaca yang sangat drastis ya. Depok adem banget emang.

    ReplyDelete
  12. Kalau gatel duhhh ampun dehh ga bisa tidur semalaman ,,,ga nyaman banget deh.

    ReplyDelete