Friday, April 29, 2016

Kangen Bapak

Bismillah...

Kata Ganti Orang Pertama : AKU


Itulah mengapa kita harus ke surga. Tujuan akhir kita. ternyata masih banyak cerita yang terpotong yang belum sempat diceritakan bersama orang yang kita cintai.


Entah kenapa tiba-tiba teringat bapak, dipuncak kelemahan, dipuncak tak tahu siapa orang yg tepat untuk dijadikan sandaran, dipuncak itulah, memoriku berkelindan ke masa lalu. Masa dimana, ada lelaki hebat yang pernah mendampingiku hingga masa pernikahan.


Percayalah pak, hingga kini kau lelaki terhebat yang pernah Allah titipkan untuk menjagaku. Nasehatmu, tindakanmu, pengorbananmu, semua, membentuk lingkaran bernama perjuangan yang tak akan pernah terganti oleh apapun.


Aku percaya, setiap orang memiliki pencapaian terhebat masing-masing dalam periode hidupnya, masa pencapaianku adalah ketika aku diakui oleh dunia dan Engkau yang menjadi pendamping disetiap momen berharga itu. 


Masa suka, masa duka, masa jaya, masa ketika harus makan dengan tempe berebutpun kita pernah jalani bersama. Bukankah orang kuat adalah orang yg banyak ujiannya? Ya meskipun dimata dunia kita terhitung orang susah, namun hati kita kaya, luas, tak terbilang dan serunya kita selalu menertawakan kesusahan kita. Dan itulah momen kesyukuran tak ternilai harganya.


Pernah suatu ketika Bapak nelpon berjam-jam dan suami cemburu, xixi… Saking serunya membahas sesuatu, sampai lupa waktu kalau kita telah ngobrol sekian lama.


Iya bapak itu orangnya asyik diajak ngobrol, selalu antusias merespon setiap pembicaraan. Termasuk jika diajak ngobrol tentang cucunya. Tidak pernah memotong. Dan jika pulang kampung, hal yang paling aku suka adalah ketika Bapak membuka pembicaraan, dari sanalah mengalir cerita-cerita dari yang ringan hingga yang berat seperti persoalan politik dan agama. 


Selain asyik diajak ngobrol ringan, bapak pun yang lulusan pondok pesantren, suka sekali memberikan nasehatnya dengan disertai dalil-dalil dan yang paling penting, nasehatnya selalu berhasil makjleb langsung ke hati, tidak seperti menggurui.


Bapak sangat open minded, ketika aku hendak lomba Speech pake English di UPI pas SMA, Bapak sok nge-british dengan ucapan yang diulang-ulang : You Black, Black You, sebagai guyunon, ahaha…


Ketika aku menjuarai sebuah lomba IT, bapak pun ikut heboh ingin bisa computer. Dan benar, ia selalu cepat tanggap dan cerdas, hanya saja fasilitas yang membatasi, sehingga bapak tidak mengambil lebih lanjut belajar komputernya. 


Guyonannya selalu membuat cair suasana… Aku bersaksi ya Rabb bahwa Aku sangat bangga terhadapnya, bersyukur dilahirkan dari darah dagingnya dan kini aku sangat merindukannya. Sosok itu, sosok yang tak akan ada duanya. Mesti kebahagiaan seperti apapun yang dimunculkan tetap saja jika ingat sosok itu, hati rasanya menjerit dan menangis. Tangis rindu, tangis penyesalan karena belum mengaminkan apa yang menjadi harapan-harapannya…


Hmmm, bapak kenangan tentang dirimu selalu indah dan akan tetap indah. Semoga bapak disana tenang ya pak. 


Inilah salah satu alasan kenapa hari-hariku harus semakin baik, karena ada orang yang ingin aku temui di surga kelak selain Allah dan Rasul, yaitu Bapak. Ingin sekali bercakap-cakap, membahas apapun tentang apapun. Semoga ya Rabb, mohon dengan sangaaat…

3 comments: