Saturday, January 16, 2016

Cooling Down

Pengeboman kemarin sempat membuat merinding sebentar. Namun setelahnya justru mengundang tawa tak berkesudahan. Hanya di Indonesia, segalanya bisa jadi gagal fokus. Dari mulai beredar foto Polisi gantenglah, bapak tua penjual ketoprol yg tetap cool-lah, dll. Bagus sih, demi pemutus teror itu sendiri. Kasarnya : Lu mau neror, ga takut, ga takut :P :D

Hal semacam ini memang bisa dibilang "bodor" (sunda -red), hanya saja ada benarnya juga jika konteksnya kita letakkan pada setiap permasalahan yang menimpa.

Contoh masalah sosial, masalah yg terdekat saja tentang bertetangga.
Satu dan lainnya memang memiliki karakter yang berbeda tentang bagaimana cara memandang, gaya berkomunikasi, respon terhadap sesuatu, dsb.

Dari beragam karakter itu semestinya kita menyadari bahwa sebuah kewajaran jika ditengah jalan per-tetangga-an kita ini dihadapkan dengan konflik.
Memang hidup yang paling bahaya itu adalah hidup berdasarkan "katanya". Kata si anu, katanya, kata-kata-katanya saja yang justru mengundang reaksi konflik itu sendiri.

A : "Si B bilang, anaknya babak belur gara-gara anakmu."
C : Langsung bertaring tanpa tedeng aling-aling, cuap-cuap di medsos, dari mulai BBM, WA, FB, Twitter, semuanya dibombardir demi mengenyangkan yg namanya "ego" bahwa dia yang paling benar.

Lantas apakah hal itu salah? Tidak, bebas-bebas saja sih, setiap orang punya cara penyembuhan luka masing-masing. Hanya saja, kita yang jadi penonton merasa risih saja. Kita lihat si B yang dibilang si A telah mengadu begitu, anteng-anteng, kok kesannya malah justru si C yang cari perkara kalau begini.

Lalu, kontribusimu apa toh Shine?
Aku cuma bisa nyengir dan kasih saran

"Bu, kenapa ga langsung temui aja si B-nya. Klarifikasi,tabayun, kan enak langsung. daripada kayak gini terus, ga bakal tuntas masalah."

"Percuma, mau ngomong berbusa-pun kalau tipe orangnya pendendam begitu ya susah, mba." Kata si Bu C.

Kyaaa, dia sendiri yg bilang tipe orang begitu susah diajak ngomong, ya apalagi hanya sekedar baca update status nyinyir si Ibu C, ga mempaaan, huhu...

Kalau sudah begini, jadi ga feel free setiap kali ngumpul-ngumpul. Deket sini, takut dibilang kubu si B, kubu situ dibilang kubu si C, serba salah.

Kalian pernah merasakan hal yg sama kah?

Ga ngenakin ya...

Pernah juga di-nyinyirin di medsos sama tetangga deket bangetlah, udah ku anggap sodara. Tapi ternyata ya begitulah manusia. Apa pasal? Gara-gara miara ayam, wkwkwk... Hadeuh, emang sih salah di aku. Tapi apa susahnya sih bilang baik-baik gitu ya, namanya sama tetangga sendiri. Ga usah malah umbar kekesalan di medsos.

Aku sih pura-pura ga tahu aja, sok cool, menanggapinya dengan pikiran waras dan lapang dada.

Dipikir-pikir sih, jika saya ladenin, bisa menuai konflik yang berkepanjangan, karena setiap ucapannya selalu ga dipikir dulu. Jadi inget status seorang teman

Our prime purpose in this life is to help others.
And if you can't help them, at least don't hurt them." -Dalai Lama


Dan jika saya tanggepin, apa bedanya saya sama dia?

Jadi cooling down aja, masalahnya bukan ada di kita kok... Berdamai dengan diri sendiri dari serangan luar adalah keharusan :D

8 comments:

  1. Perlu berpikir waras agar kitanya gak ikut emosi

    ReplyDelete
  2. Heiii Mbak, pa kabar neh?
    Lama tak saling sapa juga neh kita ya?
    *ini juga gagal fokus kan?*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah Baik...
      Iya ni, aku nya yg lama hiatus, xixi...
      Hehe, yoi mba :)

      Delete
  3. susah juga apalagi kalo tetangga
    tinggalnya sebelahan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahaha, ya begitulah mba...
      Harus extra sabar... bukan sambel doank yg extra *apacoba

      Delete
  4. Dibikin santai aja. :D Aku juga sering banyak masalah ma tetangga, padahal udah diem aja. -,-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya begitulah hidup, kadang ga rame klo ga konflik kali yaaa.. heraaan -,-

      Delete