Monday, November 25, 2013

Tertegun

Bismillah...

Hai, blogger, lama sekali saya tidak menulis diblog ini. Mengurusi anak itu sangat menakjubkan. Waktu 24jam seolah kurang untuk seorang ibu rumah tangga. 

Tapi kali ini saya tidak sedang membahas anak saya yang unyu-unyu itu *narsis :P
Melainkan saya tertegun dengan kejadian akhir-akhir ini. Apa pasal? Pasalnya banyak sekali dijaman sekarang ini, manusia diperbudak dan menuhankan uang. Semua masalah timbul gara-gara uang.

Saya pikir, apa susahnya sih hak seseorang jika diamanahkan ke kita langsung saja diberikan sama yg berhak. Alasannya selalu saja bejibun. Dan parahnya lagi, saya selalu ciut jika dibegitukan. Dibegitukan bagaimana? Ya, didzolimi, hak saya ditahan dengan alasan yang ga rasional, mengada-ngada. Memang resiko sih jika memutuskan untuk bekerja freelance. Karena mungkin saja, orang yang menahan hak saya itu tidak ada sama sekali niatan untuk pake uang hasil peluh saya melainkan karena adanya kesempatan. Bodohnya lagi, ketika saya meminta dia yang marah-marah.

Yaelaaah, tibang duit segitu doank. 
Bukan, bukan masalah besar kecilnya. Melainkan saya lebih menitik beratkan pada rasa tanggung jawabnya yang sudah diamanahi perusahaan untuk memberikan kepada saya. Dengan kejadian seperti ini seolah-olah Allah menunjukan kepada saya bahwa hati manusia itu ga sama, pikiran dan cara pandang pun ga sama. BEDA! 

Yg saya pikir dia jujur, yang saya pikir dia amanah dan berpendidikan, hancur berkeping-keping karena masalah uang. Vital memang jika sudah membahas tentang uang.

Matre banget sih lu, shine?
Lhaaa, saya didik dan dibesarkan dari keluarga kismin, bos! Dituntut untuk memperjuangkan hak dan menunaik kewajiban. Bapak saya selalu berkata : "Memperjuangkan k haitu sama seperti berjihad dijalan Allah."
Wuisss, makjleb ga tuh.

Kesimpulannya, saya kecewa! Hanya gara-gara uang, teman saya itu mampu berbohong dari alasan A-Z.
Naudzubillah, jangan sampai kita termasuk orang yang suka merebut hak orang lain. Dan ingat satu hal, rezeki tak pernah tertukar.

Jadi sudah! Lebih baik saya resign totaaaaal dari pekerjaan online saya yang sekarang. Meskipun dari President Direkturnya meminta saya untuk tetap bekerja freelance, saya malas jika yang masih jadi kepercayaannya orang macam itu! Saya bukan tipe orang yang suka ngadu. Diam adalah langkah saya, biarkan waktu yang akan memperlihatkan semuanya. Karena seperti kata bijak, KEBENARAN akan menemukan jalannya sendiri.

No comments:

Post a Comment