@copy right : Shine Fikri. Powered by Blogger.

Kabar Gembira

Bismillah...

Kabar Gembira untuk kita semua
Kulit manggis kini ada ekstraknya :D

Ups, malah ngiklan...
Aaaaaaaggrrrhhh *lega...
Lama bangeeet ga nulis dimari, serasa dunia bukan lagi tempat berbagi, xixixi...

"Ay, rasanya banyak banget ya moment berharga terlewati, kayaknya aku harus nge-blog!" Kata suamiku.

What? apa ga salah denger tuh? Aku shock bukan kepalang... Hellooo, secara dia mah punya FB aja ga pernah di-update apa lagi blog? Asli Shock-lah ya tapi dengan itu pula kepala saya bagai dibenturkan batu karang, lalu tersadar, betapa sudah lamaaa sekali saya tidak nulis. Masya Allah, huhu... Hal yang paling sedih bukan, ketika sebuah hobi dicampakkan begitu saja? *lebay :P

Terus2, selain kabar gembira kulit manggis, ada apa lagi?
Ehm, tau tulisan saya yg Dear Say kan? Udah lama sih sebenernya pengumumannya... Alhamdulillah jadi salah satu pemenang utama. Udah gitu, suratnya dibacain pula pas pengumuman, aduuuh malunya bukan main. Suamiku? Ngacir-ngacir mulu karena dia malu, tapi akhirnya seneng juga sih karena istrinya menang, pulangnya ditraktir pizza dech :D

Dan, entah ya sebenernya males juga ngabarin kalau saya sekarang hamil lagi. Pasalnya? Ada aja orang yang nyinyir bilang ini itu. Hellooo, ini rumah tangga gue kaleee, mau punya anak berapa kek, emang nyusahin elo? :D :P

Iya bener, aku hamil lagi. Aku aja shock, beneran ga ya, beneran ga sih? salah kali... dll...
Tapi, inilah yang namanya rezeki. Meskipun sebelumnya sudah punya plan, setelah lebaran mau kerja lagi, aktifitas lagi, kuliah lagi, bersosialisasi lagi, eh tau-tau Allah punya rencana yang insya Allah lebih indah dari pada rencana aku dan suamiku...

Kini? Jalani saja, patuhi kata-kata suamiku bahwa aku berperan sebagai menjaga pertahanan dalam negeri. 

Well, walaupun sudah pernah melahirkan tetap saja membayangkannya lagi membuat hati deg-degan dan badan gemetar -_-"

Do'akan lancar dan dimudahkan ya teman-teman :)

Pemahaman

Bismillah...

2014 apa kabar? hehe... Sudah siapkah kita berpacu dengan melodi? Radio kali :p. Ga kerasa ya waktu berjalan dengan cepatnya. Bukan cepat sih sebenarnya, perasaan saja yang bilang demikian. Yup, perasaan. Ngomong-ngomong masalah perasaan, barusan tetanggaku abis curhat habis-habisan. Sebenarnya sih masalah privasi, masalah rumah tangga dia, ngeri! Tapi, mau gimana sebagai tetangga yang baik aku mencoba untuk setia, ckckck (apaaa coba).

Berceritalah ia...

"Aku tuh keseeel banget sama suamiku, dia kan bukan tukang ojeg ya mba. Bo ya kalau jalan tuh ngobrol gitu, atau misal pegangan tangan, ga ada inisiatif banget. Aku mah kadang ngiri lihat suami istri kalau di mall2 bergandengan. Kita? Boro-boro, naek eskalator aja masing-masing, beda tangga. Dia di depan, aku di belakang. Gimana ga marah-marah mulu coba? Errrr... " Bertaring.

Dear Say

Dear Say,

Apakah kamu menyesal?

Pertanyaan itu yang sering kali kamu ulang-ulang. ketika percikan masalah mengisi ruang dinamika bahtera kita.

Apakah kamu menyesal?


Apakah aku menyesal?

Hei, Stop! Tentu saja selalu ku katakana padamu say, pemilik hati paling dermawan, lelaki sholih yang tak romantis, lelakiku kini dan selamanya : Tidak! Aku katakan sekali lagi tidak! Tidak pernah sekalipun terbetik rasa yang kau katakan itu. Aku tidak pernah sama sekali menyesal berdampingan denganmu, say.

Ujian terbesar yang kita lalui hampir saja musnah. Kesungguhan itu memang selalu harus berdampingan dengan perjuangan. Maka perjuangan yang panjang dan berliku seputar keuanganpun menjadi pembuka episode pertama rumah tangga kita. 

Say, kamu ingat? Ketika usahamu dipermainkan dan dikuasai oleh temanmu dan aku yang statusnya sedang hamil dan menjadi freelancer. Kita pernah mengorek-ngorek recehan sisa-sisa uang, hanya untuk membeli roti atau kerupuk sebagai pendamping nasi, diwarung sebelah. Ketika menemukan logam bertuliskan 500, alangkah bahagianya hatiku seperti menemukan harta karun yang pencariannya memerlukan perjuangan. Hahahaha… Tentu saja lucu jika ingat hal itu sekarang. Dan parahnya, kita tak pernah memberitahu keluarga, sodara, teman atau siapapun untuk memberi tahu kondisi kita. Untuk apa? Agar mereka mengasihini kita? Tidak! Kita tidak butuh itu. Kita masih punya tenaga untuk berusaha dan bekerja. 

Need

Bismillah...
 
"Disuruh berdoa bukan utk memberitau Allah, namun agar kita slalu sadar bhw kita adlh hamba yg sangat memerlukan pertolongaNya."

#Adeeeem :)

Memilih Pasangan, Ehm!

Bismillah...

Barusan dapat BBM dari teman kampusku dulu. Yang kita tuh kemana-mana sering bareng. 4sekawan, meski aku cewek sendirian, bahagianya adalah mereka menghormatiku dengan statusku sebagai muslimah berjilbab. Mereka ga memperlakukanku seperti berinteraksi dengan cewek yang tidak menggunakan hijab. Hijab bukan soal Gue yang paling bener, Lo yang Salah. Namun hijab adalah identitas. Ups, daripada kepanjangan prolognya, mari kita simak saja obrolan dengan teman kampusku itu :

X (Nama disamarkan)

S (Shine alias Aku :D)

X : Mau curcol ni...

S : Monggo, silahkan...

X : Lagi dekat dengan seseorang tapi takut untuk memulai.

S : Takut kenapa emang?

X : blablabla (Intinya takut untuk kecewa)

S : Kalau sama yg mirip Titi Kamal itu kenapa emang, ga jadi?

X : Dianya mau fokus skripsi dulu

S : Owh, terus sama yang ini yang mana ya?

X : Aku kirimin fotonya yak, nanti kamu kasi masukan

S : Okay

Terkirimlah foto seorang perempuan modis dan terlihat intelek.

S : Cantik! dan akan lebih ciamik kalau menggunakan hijab

X : Iya.

S : Apa yang menarik dari dia?

X : Kayak kamu pokoknya. Pekerja keras, mandiri, dewasa, cantik tentunya dan smart. Cuma ya itu belum berhijab

S : Kira-kira bisa ga kalau dinasehatin? Maksudnya orangnya open minded ga?

X : Agak ngeyel sih, haha. Kayak kamu

S : Heh enak aja, emang aku ngeyel?

X : Iya

S : Wahm berarti susah dunk. Cari yang lain aja gimana? Soalnya kalau hijab kan emang kewajiban seorang muslimah *IMHO

X : Ga ngeyel sih. Katanya sih ada niatan pake hijab. Cuma nanti katanya. Hmmm, gitu ya? Jaminan ga sih wanita berhijab lebih baik dari yang enggak?

S : Enggak juga sih. Cuma setidaknya itu dah nunjukin penghambaannya, ketundukannya. Logikanya gini : Sama Allah aja ga tunduk, apalagi sama suami nantinya..

X : Yayaya. Paham

S : Ahaha. Aku ga bermaksud mendoktrin kamu ya. Masing-masing punya pilihan sendiri kok. Hanya ngasi masukan aja. Selebihnya the choice is yours. Dan setiap pilihan pasti ada konsekuensinya.

X : Oke, thank you.

Urusan Perasaan

Bismillah...

Ngomong-ngomong tentang perasaan. Saat ini, saya sedang dilanda perasaan galau. Akibat nonton edensor dan jalan-jalan gagal, hihi... *lirik suamiku. Karena kita sama-sama manusia, tentunya akan memiliki perasaan yang sama jika sesuatu yang kita inginkan tak tercapai. Bedanya hanya pada tindakan setelahnya saja. Ada yang menyikapinya dengan uring-uringan, misuh-misuh, pun senyum keikhlasan dengan mengalihkan perhatian ke "sesuatu" yang dapat melarutkan perasaan.

Dan, akhirnya saya memilih untuk online sebagai pelarut panas dalam (wkwk, larutan kaleee). Buka FB, blog walking (walaupun cuma nguntit doank) dan buka situs-situs lainnya. 

Dipertemukanlah saya pada satu postingan yang sangat menarik sekali. Apalagi jika bukan tentang perasaan. Saya ngikik bacanya. Semoga ini bisa jadi pembelajaran bagi kita, khususnya yang masih pada single biar tepat mengurusi perasaan.

Ini dia saya copaskan dari FP Tere Liye :

Kaget!

Bismillah...

Setelah shock file-fileku hilang, sekarang shock apalagi? huhu... Anakku hilang! Bener-bener bikin stress, tadi tuh pengen beli ayam sabana  pas banget Fathan lagi tidur, muter otak, akhirnya ta' titip saja sama tetangga Fathan-nya dan Alhamdulillah  mereka berkenan. Legalah, naik angkot sekali langsung nyampe (hoho ga mau rempong), beli abis itu pulang. Agak gereget juga soalnya angkot pas pulang udah kayak siput jalannya, lemooot banget lebih lemot dari modem yg keabisan kuota :D :P. 

Singkat cerita, berjalanlah aku dengan segera, takut Fathan keburu bangun. Dan Alhamdulillah, ada si Icha (anak 10 tahun yg ngejagain). 

"Gimana cha? Nangis ga?"
"Ga tuh mama Fathan dari tadi ga kedengeran suara." Katanya sambil nangklok di jendela.
"Alhamdulillah... Makasih ya..."

Buka pintu, lihat kamar, Hah??? Fathan mana? ta' cari-cari siapa tau terselip dibawah kasur (kebiasaan Fathan kalau tidur, jabrah). Daaan, Nihil! Bergegaslah aku nyari ke tetangga, tanya-tanya, katanya ga tau, dari tadi ga kedengeran suaranya, begitu.
MasyaAllah, pengen nangis rasanya. Menggalau dan ketika si Icha keceplosan nyengir, aku langsung nerobos rumahnya dia tanpa permisi, semua ruangan sudah dicek, hasilnya? NOT FOUND! Ya Allah, anakkuuu... *slow motion

Sampailah pada bunyi gaduh dikamar mandi, segera ku cek dan  benar! wkwkwk, Fathan diumpetin sama bocah-bocah. MasyaAllah, ada-ada aja. Ngakaklah aku, nangislah Fathan dengan kejernya, hihi... Parah!
Bocah-bocah emang pada iseng, bikin jantung mau copot aja.

Pria Kecil Di Jendela, Fathan Chan :D :P

Maka jagalah ia dengan sungguh-sungguh
Sebagai sebuah amanah
Sebagai sebuah anugerah