Monday, July 30, 2018

Metode Montessori Dalam Pengasuhan Anak


Saya bukan tipe orang yang saklek terhadap metode suatu parenting. Karena hemat saya sebagai ibu goals terbaik dari sebuah pendidikan atau aktivitas lainnya adalah perasaan bahagia. Oleh karena nya ketika diajak belajar tentang Montessori saya sangat excited sekali meskipun saya kurang familiar dengannya. Hanya mendengar kabarnya sekali-kali saja, itu pun dari media sosial tentang parenting. 


Minggu, 22 Juli 2018, bertempat di lantai 25 Multivision Tower, Saya dan teman-teman blogger lainnya mendapat kesempatan mengikuti acara yang diselenggarakan oleh Montessori Haus Asia yang bekerjasama dengan Mom Blogger Community. Acara dibuka dengan sangat fun oleh Ms. Rosalynn sebagai pendiri PT. Montessori Haus Asia Indonesia tahun 2017
Jakarta Montessori, dengan mulai memperkenalkan apa itu Montessori.


Ms. Rosalynn


Dan kali ini saya coba menyampaikan apa yang saya dapat dari pembicara kita sekaligus founder Montessori Haus Asia, yaitu Mr. Allan Ang.



Mr. Allan Ang


Everything in the environment has a name, place and usage. Artinya segala sesuatu yang ada di lingkungan dalam metode ini selalu memiliki nama, tempat dan kegunaannya tersendiri. Montessori selalu menanamkan segala sesuatu dengan konsep. Karena bagaimanapun, konsep itulah yang pada akhirnya akan memudahkan setiap aktivitas yang dilakukan. Konsep ibarat jalan menuju sesuatu, ketika Kita mengetahui rumus jalan yang paling mudah maka itulah yang akan didapat. Simple, fun dan tentu saja fokus pada tujuan.

Cara Berhitunga Menggunakan Game Montessori

Saya sampai merinding ketika diadakan demo matematik menggunakan balok-balok yang dipisahkan berdasarkan satuan, puluhan, ratusan dan ribuan. Saya yang biasanya rada enggan untuk berhitung merasakan kemudahan itu begitu nyata, haha... Montessori made simple. Artinya bisa dilakukan kapanpun, dimanapun dengan waktu yang cepat dan mudah.


Montessori mengajari cara belajar yang mudah, mensederhanakan yang sulit dan membuat segala sesuatu jadi lebih praktis dan efisien.



See? Alat yang digunakan dekat sekali dengan keseharian kita

Ketika kecil mungkin kita sudah memakai metode ini, hanya saja kita belum menyadarinya bahwa apa-apa yang memudahkan kita dalam belajar sudah masuk dalam metode Montessori. Montessori sendiri digawangi oleh seorang pendidik asal Italia bernama Dr. Maria Montessori.


Yang kemudian Mr. Allan Ang dan rekan kerjanya mengembangkan metode ini untuk disebarkan ke masyarakat luas dan kini berkembang menjadi wujud nyata bernama Montessori Haus Asia. Yang berpusat di Singapore dan kini merambah ke Indonesia.

Rentang Usia Anak Dalam Montessori

Dalam Montessori memperhatikan betul tentang rentang usia
0-6 : bahwa ketika kita orangtua memberikan 1 maka anak akan memberikan lebih dari itu. Di usia ini, tidak ada kompetisi untuk anak. Kalaupun anaknya memiliki kemauan. Ajarkan pada anak bahwa goals dari setiap kompetisi adalah melatih sportivitas.
6-12 : Konsep usia ini masih sama dengan fase sebelumnya, yaitu ketika memberikan sesuatu maka anak akan memberikan lebih.
12-18 : Sudah ada ego yang tertanam dalam benak setiap anak sehingga ketika perhatian kita curahkan, anak akan mensalah artikan bahwa orangtua tidak pernah care terhadapnya.
18-24 : Masa-masa pencarian jati diri. Sebaiknya orangtua menjadi kawan bukan lawan yang seperti anak takutkna.


Sebenarnya, untuk apa kita mengetahui psikologis anak di rentang usianya? Tentu saja untuk mencocokan konsep yang nantinya akan diberikan kepada anak, sehingga memahami betul perkembangan psikologinya dengan tidak menjadikan anak sebagai kelinci percobaan.

Trial Box Montessori Di Rumah 



Trial box ini kami dapatkan dari Game Montessori sebagai salah satu alat yang dapat mengasah kemampuan anak dan sharing knowledge secara mudah. 

Tadaaa, ini dia isi Trial Box dari Montessori Games



Apa sajakah isinya? Ada dua materi disini yaitu tentang Matematika dan Sains. 
Ada kartu bergambar pot bunga dengan jepitan. Dimana anak diminta untuk menghitung jumlah pot dalam gambar kemudian menjepit angka yang sesuai dengan hasil yang anak jumlahkan.

Belajar berhitung dengan menjepit angka yang cocok

Kemudian ada proses bertumbuhnya tumbuhan yaitu bagaimana dari sebuah kedelai bisa menjadi tanaman yang menghasilkan.



Montessori bersama anak pun terasa menyenangkan dengan adanya trial box ini. Anak jadi bergairah untuk menghitung dan bercocok tanam dalam media yang sangat sederhana. Anak mengenal biji, akar, daun, batang, pohon dan proses kehidupan. Karena ternyata, bukan manusia saja lho yang hidup, tumbuhan pun hidup dan perlu sumber makanan seperti kita :).

Oya, saya pun dibawakan oleh-oleh yang tak kalah seru untuk anak-anak. Yaitu Buku berjudul "Christopher Nibble" dari Montessori Haus Asia. Isinya menceritakan seorang anak bernama Christopher yang begitu menyukai daun dandelion. Dan bukan hanya Christopher saja yang menyukainya bahkan teman dan keluarganya pun menyukainua. Hingga suatu hari terjadilah sebuah kondisi tak terduga, yaitu ancaman hama yg menyerang dandelion hingga dandelion pun bisa dikatakan punah. 

Buku Christopher Nibble Dari Montessori Haus Asia

Namun saat membuka kaca jendela Christhoper menemukan satu pohon dandelion yang tersisa. Untuk mengatasi kepunahannya, akhirnya Christpher pergi ke Perpustakaan membaca dan melahap buku-buku tentang Dandelion. Akhirnya, ia menerapkan cara merawat dan bertanam dandelion yang benar. Setelah menunggu, menunggu dan menunggu, dandelion pun tumbuh cantik bahkan berbunga. Dengan perasaan bangga ia membawa sepucuk bunga dandelion dan menerbangkannya dengan cara meniupnya terlebih dahulu. Yuhuuuu, sari-sari bunga pun berterbangan di udara.

Dan bukan hanya Christopher saja yang menikmatinya, keluarga dan teman-temannya pun kebagian. And the last, si Christopher memutuskan untuk berkebun dandelion dan merawatnya guna mengatasi kepunahan.

Dari buku ini, anak-anak belajar banyak hal yaitu betapa pentingnya menjaga apa saja yang biasa konsumsi bahkan melestarikannya. Memecahkan masalah dengan mengetahui ilmunya terlebih dahulu dan yang terpenting jangan serakah.

Christopher mencoba mengaplikasikan petunjuk dari buku yg Ia baca

Nusaiba sendiri sangat senang membacanya. Meskipun berbahasa Inggris dan belum bisa membaca, saya tetap membacakannya dengan mentranslet ke Bahasa Indonesia. Lebih dari 10 kali, Nusaiba minta dibacakan, lagi dan lagi. Sampai saya bosan dan hafal dengan ceritanya tanpa membaca teks :D. Thank you Montessori Haus Asia...


Dibolak-balik bukunya tetap asik dibaca



Keunggulan Montessori

Kelebihan dari Montessori ini adalah anak lebih influence dalam penguasaan bahasa dan vocabullary serta memahami segala hal dengan konsep.


Tantangan Dalam Metode Montessori

Ajarkan konotasi positif meskipun itu terasa sulit dan memiliki resiko. Contoh ketika anak ingin memasak sendiri, biarkan dan awasi dan jangan lupa ucapkan “Boleh, tapi jika terjadi sesuatu maka tolong informasikan kepada Ibu.”

Tentu ini merupakan PR bersama karena terkadang realita yang terjadi jauh dari apa yang kita bayangkan, misalnya anak diam-diam membuat kegaduhan dan membuat bak kapal pecah sehingga rasanya pusing kepala Ibu.  

Namun dengan terlatih, membiasakan setiap hari, yakin dan percaya komunikasipun akan semakin efektif dan bye-bye drama Ibu nyerocos seperti telenovela.

Tips Sukses Mentossori

  • Belikan barang sesuai dengan usia anak. Jangan sampai ada kata mubadzir dalam memberikan anak mainan atau barang aksesoris lainnya.
  • Anak jangan dikarbit karena akan ada yang missed saat proses di usianya kelak.
  • Life long learner merupakan quotes dari setiap anak. Jadi trial error pun hal yang sangat wajar jika dilakukan oleh seorang anak.
  • PR besar untuk para orangtua dan para pendidik. Anak yang beranjak remaja selalu memiliki motto Your enamy is your best friend. Disadari atau tidak, kita yang paling peduli terhadapnya suatu saat akan dianggap sebagai musuhnya. Disini cara komunikasi sangat diandalkan untuk merenggut hati anak sehingga mudah untuk mengarahkannya. 

Konsep Dasar Montessori

Montessori terdari dari 5 hal ini :
  • Practical Life
Dari dalam kandungan hingga melahirkan dan beranjak menjadi balita, segala sesuatunya dijadikan konsep practical life, bagaimana dalam kandungan Ibu selalu berkomunikasi dengan janin hingga setelah melahirkan konsep-konsep tentang keterampilan kehidupan pun didendangkan.
  • Sensory
Mengasah anak dengan berbagai macam alat yang ada. Konsepnya tentu saja diberikan dalam hal ini, apa-apa saja alat yang mampu mengasah kemampuan sensorinya dari mulai logika, indera rasa, raba, pengecap dan lain sebagainya.
  • Language
Mengarahkan anak untuk menemukan lebih banyak vocabullarynya dengan konsep bahasa. Dengan selalu diajak komunikasi, dibacakan cerita dan lain sebagainya. 
  • Mathemathic
Berhitung menggunakan games montessori yang salah satunya sudah dipraktikan ketika acara berlangsung. Matematika yang biasa menjadi momok mengerikan akan berubah lebih have fun dengan konsep yang telah disediakan.
  • Cultural
Membangun budaya positif anak sehingga anak mampu mengenali setiap yang berbeda itu memiliki kekhasan dan budayanya masing-masing. Sehingga anak tidak shock ketika ditempatkan di suatu daerah yang berbeda dengan asalnya berada.

Semua materi tersebut tentu memiliki konsep masing-masing dalam Montessori. Jika Anda orangtua atau seorang pengajar berminat dengan metode ini, bisa banget cari infonya di www.montessorihausasia.com

Karena Montessori Haus Asia akan menjawab rasa penasaran Anda dengan serangkaian paket yang telah dimilikinya. Lengkap untuk para guru, orangtua, sekolah atau pengusaha yang tertarik untuk menerapkan metodologi Montessori di Sekolah, mendirikan Sekolah Montessori dan berbagai macam awal tahun program pelatihan guru Montessori.
Montessori For Everyone. Keren kan ya?
 
Hal ini diperkuat dengan fokus dari Montessori Haus Asia sendiri yaitu...
  1. Semangat untuk mengubah kehidupan melalui pendidikan berkualitas
  2. Kerja tim adalah kunci pertumbuhan
  3. Kerja keras adalah dasar kesuksesan
  4. Inovasi dan kepemilikan individu didorong dan dihargai komitmen terhadap penelitian dan pengembangan
  5. Kepuasan dan kesuksesan mitra sangat penting


Usus Baik Dengan Interlac



Diakhir acara, diisi oleh pemaparan tentang kesehatan usus yang dipersembahkan oleh Interlac. Ya, bagaimanapun apa saja yang akan anak pelajari jika sistem metabolisme anak tidak beres maka tidak akan mudah diserap, anak akan sulit untuk berkonsentrasi. Bagaimana tidak, jangankan fokus, yang ada anak merasa kesakitan bukan? Oleh sebab itu, perlu diperhatikan sistem metabolismenya agar menghasilkan anak yang sehat.

Lalu bagaimana jika anak terlanjur menderita gangguan saluran cerna? Ini dia solusinya adalah berikan Probiotik yang merupakan bakteri baik yang dapat hidup di saluran cerna dan memegang peran penting dalam kesehatan dan pencegahan penyakit pada manusia.


Dan Interlac adalah satu-satunya produk probiotik di Indonesia yang mengandung Lactobacillus reuteri Protectis, strain probiotik dari Bioaia, perusahaan Swedia yang dikenal sebagai World Leader in Probiotics.




Dosisnya tentu saja disesuaikan dengan usia anak. Dan dari usia 0-dewasa ada semua. Perlu diketahui bahwa rata-rata bayi 0-2 tahun terserang diare 3.2 kali per tahun. Diare pada bayi dapat menyebabkan dehidrasi kronis, gangguan pencernaan dan malnutrisi. 

Jenis-jenis gangguan saluran cerna

Kelebihan Interlac






Granola & Ayam Gepuk

Ayam Gepuk

Eh iya, saat acara kami pun disediakan makan siang Ayam Gepuk lho, rasanya endess, pas dengan porsi saya sebagai ibu hamil. Sebelum acara dimulai saya menyantapnya terlebih dahulu, agar otak bisa ON saat mendengarkan pemaparan tentang Montessori. Karena bagaimanapun, logika ga akan jalan tanpa logistik kan? Hihi...

Lalu kami para Blogger dihadiahi oleh-oleh banyak sekali, termasuk salah satunya Granola yang supeeeer uenaaak. Saya suka saya suka. Isinya biji-bijian bernutrisi tinggi yang tinggal hap saja. Diantaranya almond, biji kuaci, biji yang ijo, cinamon, kismis dan gandum. Perpaduan rasanya itu bikin lidah ga mau berhenti ngunyah. Saya sendiri yang sedang hamil merasa cocok sekali dengan makanan ini. 


Granola yang menjadi idola

Baik dari segi rasa, harga dan tentu saja cocok dijadikan untuk segala jenis santapan. Dari mulai disiram susu saja sudah lezat sekali, taburan smoothie pisang, toping kue, pun dicemil polosan saja rasanya memang sudah juara. Saya sempet ragu untuk membuka kemasannya awalnya, “Wah kayaknya cocok ni buat diet suami”, karena suami masih di Palembang. Saya pun laporan, tungguin kamu aja deh makannya, kata suami, udah makan dulu aja, gampang nanti beli lagi. Yes, tanpa ragu saya pun memakannya, pas suapan pertama, langsung liur saya merespon dengan sempurna. Pokoknya enak bana banaaa... Cobain deh, bisa kepoin di instagramnya : @healthy.food.partner

Dan finally, acara pun ditutup dengan keseruan foto bersama.


Tak ada kesan tanpa foto bersama :D

17 comments:

  1. lihat teman sma-ku yang konsisten banget ajarin anak-anaknya pake metode montesorri ini rasanya seru tapi kayaknya aku sih belum konsist heheh..

    seru ya mba bisa ketemu Mr. Allan sampe makan ayam gepuk mantaaappp banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, iya mba karena butuh effort ya. aku pun begitu, pas lagi semangat aja :D

      Delete
  2. Aku pengen nyoba metode ini, kayaknya lg happening banget ya sekolah berbasis montesori

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya soalnya memudahkan konsep pemahaman pada anak ya mba

      Delete
  3. Mengajari anak dengan metode Montessori ini sebenernya simpel ya, sekeliling anak bisa menjadi media belajar, tidak mentok di buku bacaan saja

    ReplyDelete
  4. metode montessori ini mengingatkanku pada pola pendidikan zaman dulu di mana apa aja yang ada di sekitar bisa dijadiin bahan pelajaran, gak perlu mehong, cuma dulu belum tahu istilahnya ya xixixi
    buat anak cowok cocok nih, nyurr
    tfs, yaa

    ReplyDelete
  5. Ajariiin dungs Mba Shine yang math pake metode Montessori.. :) Keliatannya seru dan jadi mudah yaa.. Aku wkatu it pernah baca buku tentang aktivitas Montessori di toko buku.. Pingin praktikin jug di rumah jadinya buat anak-anak.. :)

    ReplyDelete
  6. Tadinya kupikir Montessori itu nama sekolahan eh ternyata sebuah metode pendidikan/pengajaran utk anak ya. Metode yg bagus utk diterapkan ya.

    ReplyDelete
  7. Metode Montessori sekilas seperti 'hanya' memanfaatkan apa yang ada di sekitar.
    Tapi butuh orang tua yang cerdas dan konsisten menjalankan metode ini ya

    ReplyDelete
  8. Metode yang bisa jadi bekal kita mendidik anak ya, semoga bermanfaat..thx sharingnya, bumil

    ReplyDelete
  9. Babam skrang juga betahnya di sekolah Montessori, walaupun gurunya agak lebih tinggi effortnya tapi sabar-sabar hihi

    ReplyDelete
  10. Metode jaman now banget.
    Ini kayanya metode baru ya mbak Shine, dan yang kerennya lagi, metode ini ternyata ada tempat pelatihannya juga

    ReplyDelete
  11. Kecambahnya dah numbuh belum? Ini sama anak2 diamatin terus tiap hari hahaha.
    Anak2 suka liat2 gambarnya jg, emaknya jd bisa cerita ttg pertumbuhan kacang ijo jd kecambah :D

    ReplyDelete
  12. Bagus jg ya metode montessori ini. Jadi pengen belajar deh.

    ReplyDelete
  13. Jadi ibu itu memang harus cerdas ya termasuk memilih konsep pendidikan buat anak nah yang di Montessori ini bagus tuh konsepnya bisa kita tiru atau adaptasi di rumah

    ReplyDelete
  14. Pernah praktekkin metode montessori waktu Mada masih bayik sampe dia belum masuk PAUD. Selalu asyik tiap nyiapin dan pas nemenin mainnya :)

    ReplyDelete
  15. sebelum kembali kerja kemarin, saya udah lihat2 ttg montessori dari sosmed, waktu itu dari Mbak Lim, salah satu praktisi Montessori juga :)
    tapi cuma bbrpa kali doang ikutan mencontoh metodenya. hheheh.
    sampai sekarang masih cita-cita deh ingin rutin praktek montessori barang anak-anak :D

    ReplyDelete