Wednesday, March 14, 2018

A-Z How To Be Mombassador SGM Eksplor Batch 7 #Part1

Bismillah...
Tebak, Saya yang mana?

Kriiing..
HP Nokia warna biru itu berdering. Telpon dari siapa ya? Batinku, no-nya rada asing begitu, wilayah Jakarta pula.

Ketika diangkat...
Suara lembut, ramah nan syahdu itu mengutarakan bahwa : Selamat ya Bunda, Bunda terpilih menjadi Mombassador SGM Batch 7 dan akan mengikuti rangkaian kegiatan di Maret mendatang di Jogja. Apakah Bunda bersedia?

Jujur ketika itu Saya sedang lemah tak berdaya, sakit, kecapean.

“Baik mba. Saya izin ke suami dulu, boleh mba?”

“Tentu saja boleh Bunda, kapan kira-kira Saya bisa telpon lagi. Besok jam?”

“Pagi aja mba.”

Setelah telpon itu ditutup, ada perasaan tak karuan di dada, antara ragu, takut ga diizinkan dan keinginan yang kuat untuk bergabung ke Yogya. Saya memutar otak, bagaimana caranya suami mengizinkan Saya berangkat ke Yogya, Ya Allah semoga berjodoh. Bagaimanalah, Saya mafhum kok kalau suami ga izinkan karena Kami masih punya anak dibawah 5 tahun. Setelah memikirkan cara izin yang baik dan benar, akhirnya Saya memberanikan diri untuk berbicara.


“Bi, aku mau ngomong.”
“Tentang apa?” Katanya kaget. Kok tiba-tiba Saya seserius itu.a
“Emmm, gimana ya mulainya. Tadi ada telpon dari SGM, Aku lolos jadi Mombassador SGM, izin ya bi, pliiisss... Aku kan selama ini ga pernah izin jauh-jauh bi, kali ini aja bi. Pliiisss... pliiisss...” Rayuan mautku bekerja.
“Yaelah, kirain apa. Ya udah nanti Kita pergi bareng-bareng ya...”
“Iya tapi masalahnya ga boleh bawa keluarga, bi.”
“Iya gak apa, Kita biaya sendiri. Ngomong-ngomong kok bisa?”
“Iya, aku daftar. Ada form pendaftarannya.”
“Kok ga bilang dulu sebelumnya?”
“Hehehe...” Saya garuk kepala.
Hadeuh bakalan ribet ni, tak apalah yang penting Saya sudah mengantongi izin dari suami.
Keesokan harinya telpon itu datang lagi, menanyakan kesediaan Saya. Saya pun menyatakan bersedia, yeaay seolah hari itu juga Saya terbang ke Yogya, bahagiannya sudah terasa, haha...

Dan waktu pun berlalu, ternyata suami ada pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan.
“Ya udah berangkatlah, Aku izinkan. Tapi langsung pulang ya habis selesai acara.” Yes! Seumur-umur baru kali ini izinnya begitu mudah. Sampai pakaian yang akan dibawa pun ia ingatkan. PR-nya tinggal memberikan pemahaman pada anak-anak. Hampir setiap hari Saya meminta izin dan bilang sama Fathan dan Nusaiba : “Umi, nanti mau ke Yogya, nanti Fathan, Nusaiba sama Abi.”
“Iya, tapi pulangnya nanti bawa kinderjoy ya.” Glodak! Tanpa pikir panjang, Saya pun mengiyakan. Huhu jauh-jauh ke Yogya mintanya kinderjoy...


Hari Itu Pun Tiba

Tim Sumsel Tiba Di Bandara Adi Soetjipto
Sebelumnya Saya selalu bermimpi ketinggalan pesawat. Oleh karenanya, dini hari sekali Saya prepare untuk berangkat. Setelah rapi-rapih, tepat jam 7 pagi, suami memesankan Gocar untuk ke Bandara. Ya meskipun jarak antar rumah dengan bandara dekat, tetap saja rasa khawatir ketinggalan pesawat itu masih ada. Mimpinya terasa begitu nyata.

Yep, 7 Maret 2018, Saya berangkat. Ditengah perjalanan, ada WA masuk. Saya buka, lho, mba Fainun?

“Mba dimana? Mba sekelompok sama aku dari Sumsel.”

Ya Allah, orang ini! Dimana-mana ketemu terus, tapi ga bilang kalau Dia juga lolos Mombas SGM. Saya pun senang karena ada teman yang dikenal.

Formasi dari Sumsel hampir lengkap, tinggal menunggu 1 orang lagi yang dari Pagaralam. Ditunggu-tunggu kok ga muncul juga. Sudah Kami check-in-kan, tiket sudah di petugas, tapi si mba nya ga dateng-dateng. Sebentar lagi, sudah di Bandara, katanya.

Hingga akhirnya Kami boarding dan di Pesawat, seorang petugas bertanya.

“Temannya sudah dekat mba?”
“Sudah pak, katanya sudah di sekitar Bandara.”
“Ini kan sudah on  schedule ya mba, jadi kami tidak bisa menunggu lama.”
“Oh baiklah Pak.” Kaki Saya tiba-tiba lemas.
Saya pasrah, semoga ada jalan keluar untuk Si Mba yang ketinggalan pesawat, batin Saya.
Hampir 1 jam 30 menit, Kami menempuh perjalanan udara Palembang-Yogyakarta bersama Xpressair Boeing 737. Landing pun begitu mulus dan ada bunga-bunga bermekaran di hati (macam iklan Dow*y). 

Jogjaaaa, I’m Comiiing, teriak Saya dalam hati.
Keluar dari Bandara Adi Soetjipto, Kami disambut oleh panitia travel dari SGM, tertulis dalam secarik kertas “Mombassador Eksplor”. Kami ber-4 menghampiri si Bapak, bak tamu terhormat Kami diperlakukan.

“Berlima kan?” Kata Si Bapaknya.
“Iya pak, teman Kami satu laginya tertinggal pesawat.”
Akhirnya ada telpon dari panitia, sepertinya sih dari Mba Reza, bertanya alasan ketelatan si Mba Wensi.
“Iya mba, dari Pagaralam kan jauh, tiba-tiba mobil travelnya bannya pecah.”

Simsalabim, semudah membalikkan telapak tangan, keajaiban pun datang. Tiket langsung diganti oleh pihak SGM. Masya Allah, betapa loyalnyaaa... Baru sampai Bandara Jogja saja, Saya sudah tertegun.


Prambanan Temple

Habis makan, terbitlah narsis, ciiiisss...

Siapa yang belum tahu tentang Prambanan? Candi Hindu termegah di Jogja ini seringkali dijadikan tempat romantis dan sejarah budaya yang melegenda. Jika ke Jogja, Prambanan merupakan salah satu tempat yang wajib dikunjungi. Akan ada hati yang selalu terpaut untuk merindukan Jogja lagi dan lagi.

Ya, Kami pun di drop di Restoran Rama Shinta Prambanan Temple. Restoran yang lokasinya persis menghadap Prambanan. Suasanya yang sejuk, hijau dan artistik itu menambah suasana mengharu biru.

Disambut oleh para panitia, diberi goodiebag yang berisi kaos dan kartu peserta. Tanpa babibu, Kami pun langsung ganti dresscode hari itu juga, sampe umpel-umpelan di Kamar mandi. Kemudian menyerbu makanan yang tersedia seperti orang kelaparan, haha, hampir jam 12 ketika itu. Logika tanpa logistik ga bakal jalan kan ya, gaes..

Ketika menikmati makanan, Saya screening satu per satu Bunda-Bunda terpilih tersebut. Ada sekitar 196 Bunda terpilih pada Batch 7 ini namun belum satu pun ada yang Saya kenal. Ngenesnya... Tiba-tiba dikejauhan, ada Beauty Blogger dari Jakarta yang Saya kenal baik. Ya ampuuun, mba Kania Safitriii. Langsung Saya menghambur dan menyapanya. Dan senangnya mengetahui bahwa Ia pun kenal Saya. Secara Mba Kania ini termasuk Seleb Blogger.

Selanjutnya, karena Kami datang telat, Kami tak kebagian photobooth, ikut pemotretan besoknya. Panitia langsung mengarahkan ke Kebun dekat patung Gatot Kaca (Kalau tak salah).


Outbond

Tarik... Tariiiik... Foto by Fainun
Setiap Bunda diarahkan untuk mengikuti kegiatan seru ini. Saya sendiri menikmatinya, apalagi simulasi goyang-goyang putar-putar cari pasangan, nah giliran cari pasangan itulah, bikin ngakak dan heboh sendiri. Ya kali, ga bakal kehabisan pasangan dengan jumlah 196 mah kan kan, dasar aja emak-emak (khususnya Saya) riweuh sendiri, hahaha...

Setelah game-game dan pemanasan, Kami pun dibentuk menjadi beberapa tim. Setiap tim dibagi sekitar 15 orang. Saya sendiri tergabung di tim Burger (Bunda Gembira), yuhuuu... Tapi ujungnya ya ga menang, menang gembira ria saja, hahaha... Dari sinilah, Saya menemukan Gank Blogger Jabodetabek, aaaakkk, senangnya... Ada Mba Elly Nurul, Mba Evi Fadhilah, Mba Natara, Bunda Lia dan Mba Ria Andika.. Bagaikan reuni, Kita bisa dipertemukan di Yogya, huhu terharuuu...

Game pertama yaitu Game asah otak. Seberapa tahu Bunda tentang nutrisi si Kecil. Khususnya dalam kelompok pesinutri yang terdapat di SGM sih. Meliputi Perkembangan Fisik, Akal, Pencernaan dan Imunitas. Daaan, Kami masih rada kikuk mengelompokkan setiap zat-zat yang berada di putaran. Paling banter tahu tentang Zinc, Vitamin A, Omega 3 dan 6.

Dilanjutkan dengan Game Keseimbangan. Yaitu setiap kelompok menarik tali yang telah disangkutkan dengan sepeda dan saling tarik menarik sehingga sepeda itu diharapkan berhasil melewati jembatan dan tangga yang telah disusun. Jika ban sepeda mengambang maka harus kembali lagi ke garis start.

Game ketiga adalah Game Ular Tangga dengan Clue Resiko Alergi Dan Manfaat Susu Soya. Lagi-lagi karena kurang strategi, yowes ambyaaaar :D.

Game terakhir adalah memasukkan bola pada lobang yang sesuai dengan warna. Macam permainan bola golf saja namun dilakukan secara bersama-sama di atas selembar tiker. Seruu deh teriak-teriaknya, hahaha, baru-baru ini tim Burger kompak. Dari 6 bola, hanya 1 bola yang gagal. Ihiiir, tapi poin tersebut ga menambah apa-apa karena dari games sebelumnya banyak minus, wkwk...


Apa Itu Mombassador?

Game usai bertepatan dengan gerimis mengundang. Kami pun berlariian kecil menuju teras Restoran, menghadap pemandagan megah, Prambanan!

Dari cerita sepanjang ini, pasti penasaran dong apa itu Mombassador? Tepat ketika berteduh, ada si Nona cantik, Mba Talitha dan Bunda Naumi dari SGM yang menjelaskan tentang apa itu Mombassador, kegiatannya dan pengarahan lainnya.

So, dapat disimpulkan bahwa Mombassador adalah komunitas Bunda-bunda SGM Eksplor terpilih yang berhak mendapat pelatihan dan edukasi dengan misi Nutrisi untuk Bangsa. Bukan hanya itu, Mombas SGM ini juga dibekali pelatihan Socialpreneur dan Pemberdayaan Bunda Indonesia. Yang selanjutnya diharapkan menjadi Bunda Generasi Maju, inspirasi untuk Bangsa.

Mombas SGM Batch 7 ini sendiri dari 3.500 Bunda yang daftar, terseleksi hanya 196 saja. Lucky me, karena bisa menjadi bagian dari 196 itu. Tinggal memantaskan diri saja untuk berperan aktif dan lebih baik dari biasanya.

Dan tentu dari 196 terpilih tersebut bukan hanya diajak buat happy-happy saja ada S&K berlaku. Ada kontrak yang harus ditandatangani. Selama itu baik, why not, Saya tidak keberatan.

Dijelaskan pula DO & DON'T selama acara, gambaran detail acara dan lainnya.

Kelemahan Saya selama acara adalah ketika berkenalan dengan Bunda dari luar daerah, wajahnya sih inget, tapi namanya selalu lupa terus, apa Saya saja ya yang begitu? Maafkan...


Hunting Kaos Di Omah Oblong


Tersebab masih belum selesainya dari pihak hotel mengurus Kamar dan lain-lainnya untuk Kami. Akhirnya perjalanan dialihkan ke sebuah Pabrik Kaos di.... 

Kami dijelaskan dan diperlihatkan pembuatan kaos dan sablon. Memang benar-benar pabrik langsungnya. Yang menarik adalah ada Si Mba Pelayan yang teriak-teriak menggunakan Toa : "Untuk ukuran kaos bisa dilihat di depan, ukurannya sama saja seperti yang digantung. Jadi Kami memohon agar pengunjung tidak membuka setiap plastik." Antara kasihan, getir sama miris, saking banyaknya pengunjung, jadi info yang diteriakkan lewat aja gitu, ga digubris, wkwkwk...

Lumayan murahlah ya namun ditengah-tengah kalap mata, Saya disenggol sama seorang teman. Ini kan baru hari pertama, nanti kalau ke Malioboro lebih kalap lagi lhoo. Akhirnya pakaian yang sudah Saya jinjing, Saya balikan ke tempatnya masing-masing, tersisa hanya 3 kaos untuk anak-anak. See? The power of influencer dari seorang Emak :D.


The Alana Hotel

The Alana

Hotelnya top markotop, skala 9 dari 10. Hotel bintang 4 yang baru 2 tahun lalu di-launching. Dari mulai kamar, fasilitas kamar, toiletris, lobby, pelayanan oke banget. Hanya saja makanannya dengan sebegitu banyak dan bervariasinya, menurut Saya rasanya agak sedikit kurang. Mungkin karena Jawa Tengah kali ya, jadi kalau Saya lihat sambel itu yang terbayang sambel khas sunda, pas dimakan Saya terlupa ini di Jawa Tengah :D.

Lengkapnya Saya akan cerita lebih rinci tentang hotel ini di postingan terpisah ya, nantikan! ;)


Kuliah Malam

Cuuung, yang tahu apa itu personal branding???

 

Selepas makan malam, Kami pun diberikan pelatihan tentang Personal Branding oleh Bu Ninda Nindiani, seorang trainer Public Speaking. Menurutnya Personal Branding merupakan persepsi orang lain terhadap seseorang berkaitan dengan kemampuan, kepribadian dan prestasi yang dibangun. Yang dapat disimpulkan menjadi mengangkat citra diri di mata orang lain. Ketika branding sudah terbentuk maka akan dengan sangat mudah Kita dikenali. Namun seperti namanya, personal Branding pun merupakan fitrah yang telah melekat, ada pada diri kita. Ibarat skill, Kita hanya tinggal menggali dan mengoptimalkannya sebaik mungkin.

Dan tak ketinggalan sharing inpirasi dari Bunda Senior dari Mombas SGM sebelumnya. Di era digital ini, Kita harus berhati-hati dalam membawa diri. Selalu positif, saring sebelum sharing dan penuhi lini masa dengan kebaikan yang suatu saat akan menjadi virus kebaikan. Sebelum sharing setidaknya ada tiga ketegori ini yang harus diperhatikan :


  • Is it true? (Apakah itu benar? Informasi yang akan disharing bukan hoax?)
  • Is it necessary? (Apakah itu penting? Sehingga memberikan pengetahuan bagi netizen lainnya?)
  • Is it kind? (Apakah itu baik? Sehingga yang terjadi adalah menjalarnya kebaikan bukan sebaliknya?)

Jika sudah memastika ketiga hal tersebut, barulah dengan lantang Kita patut menyebarkannya dalam rangka kebaikan.

Yup, malam pun ditutup dengan rileksasi paripurna...

To be continue...

27 comments:

  1. Jadi inget pas ikut batch 5 kemarin, seru pake banget nget nget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya emang seru banget ya mba, tak terlupakan hihi

      Delete
  2. Ish keren ya,, kegiatan menginspirasi, jadi kepingin ikut, next bisa bergabung y biar ngerasain dpt ilmu n bnky teman

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin mba, tiap tahunnya sepertinya dibuka pendaftarannya mba, yuk mba daftar!

      Delete
  3. Waah jadi menantikan cerita part 2 nih. Ada berapa part? Seru deh ceritanya. Btw, sama deh kita. Main daftar aja dulu eventnya, ga pake ngomong ama suami. Begitu dpt ijinnya deg2an.. hahaha.. tapi alhamdulillah ya diijinin. Penting tuh ridha suami.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya mba, emak2 emang gitu ya, yang penting daftar dulu aja, giliran keterima galau lagi izin suami :D, beneeer ridho suami paling utama kalau udah jadi istri

      Delete
  4. Ummi pasti sekarang udah seger dan gak sakit lagi yaa... Jalan2 emang obat mujarab.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi iya mbaaa,udah segeeeer... pas berangkat juga udah sehat sih :D

      Delete
  5. Duh yang seneng jadi mombassador SGM hehee aku ikut bahagia juga buat mb Shine ���� All in one fasilitasnya y bikin seneng para mama. Ke Joqja nambah ilmu, teman2 dll. Barakallah. Kapan ya aku bisa kayak mb shine? Hihihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin, yuk ikutan lagi mba, nanti akan dibuka kembali pendaftarannya. makasih banyak mba nuruul, ku doakan semoga dirimu the next mombass, aamiin

      Delete
  6. Woaah, asyik asyik ya.... Aku gak daftar teh, kalo keterima bingung sama anak bayik 18bln yg masih asi mwahah *pdbanget

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa mel, tar aja kalau anak udah 2 tahun lebih biar enak kita tinggal2nya, udah disapih, udah ngerti pula kan ya...

      Delete
  7. Keren tulisannya..knp kita br ketemu pas udah mau plg ya mba? Di toilet pula ketemunya... wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya kenapa kenapa kenapaaa? Hanya Allah yang tahu mba, wkwkwk

      Delete
  8. alhamdulillah kita malah ketemu di sini ya, hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe iya, pelukanmu masih membekas di hati mba, erat banget. thanks yaaa :*

      Delete
  9. Bukan hanya hahaha aja ya berkumpul melepas sejenak dari rutinitas sebagai ibu itu penting apalagi acara ini mengedukasi ya biar jadi IRT yang luar biasa.

    ReplyDelete
  10. keren yaa acaranya. ketemu teman-teman baru juga. semoga nanti aku juga bisa ikutan

    ReplyDelete
  11. Waaah seru banget ya mbak acaranya, moga aja dilain waktu saya jadi salah satu pesertanya

    ReplyDelete
  12. Gak kerasa udah batch ketujuh aja yaaa. Aku sampai sekarang belum pernah mendaftar, gak ada yang jaga anak2. Jd kepikiran pengen escape ke Yogya satu malam saat wiken haha.

    ReplyDelete
  13. Kebayang serunya ya Shine. Saya daftar ga lolos di umur kayaknya hihihi selamat yaa .. Moga bisa menularkan ilmunya buat ibu ibu yang lain ��

    ReplyDelete
  14. Seru banget ceritanya... kalo aku sih narsis kapan aja ngga harus nunggu abis makan hihi.. penasan sama part selanjutnya..

    ReplyDelete
  15. udah batch 7 dan aku belum daftar2 ikut, taun depan ahhh

    ReplyDelete
  16. aku dulu batch 3 mba tapi sekarang ini ngerasa ada yang melemah mungkin terlalu banyak menurutku gak seoptimal dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. InsyaAllah...tetap sama bunda. Mungkin karena kita lagi siapkan flatform untuk banyak bunda agar lebih efisien lagi nantinya..mohon kesabarannya ya bun

      Delete
  17. Terima kasih bunda Nuraeni untuk sharingnya...alhamdulillah dipertemukan kemarin di yogya ya. Terakhir ketemu wkt itu pas interview

    ReplyDelete