Thursday, September 28, 2017

Kenali Perilaku Anak Pra Sekolah

Bismillah...
pixabay

Dulu ketika awal saya masuk SD, setiap kali hendak berangkat sekolah, mesti selalu ngamuk, wkwk... Alasannya macam-macam, dari mulai masih ngantuk, ga mau mandi, sarapan yang salah (harusnya bubur kacang ijo eh malah bubur ayam) dan lain sebagainya. Ada yang sama? Semoga ga ya!

Pasalnya Ibu Bapak ga pernah memasukkan saya ke TK. Tiba-tiba masuk SD saja. Seolah jetlag, saya jadi punya banyak stock untuk ngamuk. Sepanjang jalan dari rumah sampai SD nangis. Duh, ga kebayang ya seperti apa perasaan Ibu saya ketika itu? Sabaaar bangeeet! haha anak durhaka... Ini kok kesannya jadi Orangtua saya yang salah? Tidak, tidak bermaksud menyalahkan. Hanya saja saya mau mengambil hikmah dan perbandingan. Biar ada pembelajaran, ya kan?


Dari sana saya jadi mikir sih, kok ya bisa saya seberontak itu ketika hendak masuk sekolah? Beda hal dengan anak-anak yang sebelumnya masuk TK, lebih siap menghadapi hari pas masuk SD.
Setahun kesabaran Ibu mengantar saya sekolah, akhirnya kelas 2 saya berani berangkat sendiri. Dengan ukuran jarak yang lumayan jauhlah untuk anak usia 7 tahun mah.

Pertanyaannya, anak harus sekolah TK atau PAUD ya biar siap pas SD? Ternyata ga juga! Ga sekolah pun ga jadi masalah, tinggal tugas orangtualah yang mengarahkan dan mempersiapkan anak. Lalu apa yang harus orangtua lakukan dalam memperisiapkannya? Kenali Perilakunya!

Para Mommy serius nyimak


Kenali Perilaku Anak Pra Sekolah

Ya, langkah pertama yang harus dilakukan orangtua adalah dengan mengenali anak usia pra sekolah. Kenapa prilaku? Karena menurut Dr. Rini pada Kamis, 14 September 2017 bertempat di Harlequin Bistro  , Perilaku merupakan suatu produk hasil kerja dan aktivitas otak. Acara tersebut merupakan kerjasama antara Clozette Indonesia bersama Parenting Club yang mengusung #SmartParentingWorkshop.

Dalam acara tersebut menghadirkan pula bintang tamu Ayudia, si Mba Artis cantik dengan putranya yang menggemaskan. Mba Ayu share pengalamannya tentang 1000 hari pertama stimulasi anaknya. Menurutnya menjadi Ibu itu sekolah yang paling rumit, kita tidak bisa pukul rata tumbuh kembang pada setiap anak. Karena setiap anak adalah spesial. Yang bisa dilakukan hanya kerja orangtua untuk memberikan nutrisi dan menstimulasinya sebaik mungkin terlepas seperti apa nanti hasilnya. Namanya juga usaha, ya kan Mom? Namun, percayalah tak ada usaha yang mengkhianati hasil, kalaupun ada, anggap saja itu ujian untuk menaikan level kita.

Menurut Dr. Rini (lagi), karakteristik anak bisa dilihat dari segi waktu. Pada hal ini, pra sekolah dengan rentang usia 3-6 tahun. Kenali kemampuannya pada 3 hal penting yaitu dari segi Akal, Fisik dan Sosial.

Perkembangan Kemampuan Akal :

  • Word smart, berapa banyak kata yang mampu anak rangkai
  • Number smart, kemampuan dalam berhitungnya
  • Picture smar, kemampuan dalam visualisasi
  • Music smart, kemampuan bermusik anak

Perkembangan Kemampuan Fisik :

  • Suka melakukan kegiatan lempar dan tangkap
  • Rasa percaya diri dan keyakinan tentang kemampuan pergerakan fisik semakin berkembang
  • Eksplorasi pergerakan fisik semakin meningkat
  • Seringkali salah untuk menilai pergerakan fisiknya sehingga beresiko untuk mengalami insiden kecelakaan karena perilaku anak sendiri (artinya it's okey anak terjatuh karena dari sanalah anak jadi belajar tentang rasa sakit dan menambah pengalaman)

Perkembangan Kemampuan Sosial :

  • Belajar banyak tentang dunia sekitarnya "Mengapa begini... Mengapa begitu...??"
  • Belajar pertemanan (seringkali bersifat pertemanan singkat)
  • Belajar bermain secara berkelompok
  • Membutuhkan rutinitas terlebih dahulu untuk merasa percaya diri 
  • Membutuhkan bantuan orang lain untuk menentukan sebuah keputusan
Dari ke-3 aspek perkembangan Akal, Fisik dan Sosial tersebut, kita dapat melihat, seberapa siap anak kita untuk masuk Sekolah. Fathan sendiri (4 tahun) sudah minta-minta ingin dimasukkan sekolah karena teman-teman sekomplek yang seusianya sudah pada Sekolah. Alhasil dia selalu bertanya : "Kapan sih mi, Fathan sekolah? Nunggu tahun depan kok lama banget." Katanya mengeluh karena tiap pagi dilema ga ada temen, haha...

Selain pekembangan perilaku ketiga aspek tersebut. Kita juga harus mengenali tanda bahaya jika perilaku di bawah ini terjadi pada anak kita. Apa saja? Ini dia...

AKAL

RED FLAG - Tanda Bahaya :

  • Belum bisa memegang pensil dengan ibu jari dan jari telunjuk
  • Sangat kesulitan untuk coret-coret
  • Belum bisa membuat kalimat dari tiga kata
  • Belum bisa meniru gambar lingkaran
  • Sangat mudah distraksi dan tidak dapat konsentrasi pada sebuah aktivitas untuk kurun waktu 5 menit 
  • Tidak dapat menceritakan tentang aktivitas sehari-hari

FISIK

RED FLAG - Tanda Bahaya :

  • Seringkali jatuh dan kesulitan dengan tangga 
  • Meneteskan air liur terus menerus
  • Belum bisa melempar bola di atas kepala
  • Belum dapat melompat di tempat
  • Menunjukkan ke-pasif-an fisik yang tidak wajar

SOSIAL

RED FLAG - Tanda Bahaya :

  • Sangat tidak mempunyai ketertarikan bermain dengan anak-anak lain
  • Sangat tidak tertarik permainan interaktif
  • Tidak menampakkan kesukaan terlibat dalam permainan "pura-pura"
  • Seringkali meronta-ronta tanpa kontrol bila marah atau kesal
  • Sangat penakut dan pemalu
  • Sangat agresif
  • Nampak sangat tidak bahagia dan sedih sepanjang waktu
Nah, apabila ada salah satu tanda bahaya di anak kita (usia pra- sekolah), maka segeralah konsultasikan pada ahlinya. Bisa dengan dokter atau psikolog agar dapat segera ditangani lebih dini. Semakin dini akan semakin mudah, berbeda jika kita abai dan ternyata ada "sesuatu" di anak kita yang mengalami tanda bahaya, itu akan membutuhkan usaha yang lebih.

Playground - Stimulasi Si Kecil


Anak-anak Serius Main
Acara kali ini kece banget. Karena selain Ibunya yang dibekali ilmu, anaknya pun diberikan fasilitas untuk bermain. Efeknya tentu mencakup aktivitas stimulasi anak berupa Lego untuk Akal, Perosotan untuk Fisik dan pertemanan untuk Sosial. Bukan hanya itu, Kak Budi pun story telling yang efeknya merangsang kecerdasan anak. Dan masi banyak lagi fasilitas permainan untuk Si Kecil. Aaaak, seru banget. Anak senang, Ibu tenang nyimak pemateri.

Pentingnya Mengenali Perilaku Anak Pra-Sekolah
Mengapa penting? Karena dengan mengenali perilakunya kita jadi tahu sejauh mana kesiapan sang anak untuk sekolah. Jika sudah siap, tinggal daftar. Jika belum? Ada yang harus kita persiapkan hal-hal yang missed.

Kita juga bisa mengetahui karakteristik anak lho dengan cari tahu di www.parentingclub.co.id dengan melakukan test di Smart Strength Finder.

Dengan mengenali perilakunya, anak jadi lebih siap dan mudah beradaptasi saat di Sekolah. Harapannya tidak akan ada lagi anak tantrum saat berangkat sekolah, anak ngambek saat terpisah dengan Ibunya dan hal lainnya seperti anak bernama Nuraeni di zaman dahulu itu, hihi, siapa ya? :D


2 comments:

  1. Kebetulan saya punya anak yang masih 5 dan 3 tahun,,,sangat bermanfaat. terimakasih

    ReplyDelete
  2. Sangat bermanfaat kak informasinya. Memang perilaku anak harus di monitor pra sekolah. Karena kita harus tau perubahan dan perkembangan pada si anak setelah sekolah. Mungkin dimulai dari hal2 yang dianggap sepeleh seperti jajanan si anak. Maka dari itu aku selalu sediain bekal buat anak setiap pagi seperti roti dengan susu kental manis

    ReplyDelete