Wednesday, October 12, 2016

Mulai Bicara Bersama Tya Napitupulu

Haii...

Pernahkah temans bungkam melihat kejahatan yang ada di depan mata?
Tak berani mengutarakan kebenaran atau takut dijudge sok pahlawan?

Rupanya hal tersebut menjadi momok dikala kita bukan siapa-siapa. Namun, perlu dicontoh sahabat blogger saya yang satu ini. Selain menjadi blogger aktif, ia pun menjadi relawan di yayasan Lentera yang berkiprah pada masalah kekerasan seksual. Bahkan aksinya ini langsung diaplikasikan pada GiveAway #MulaiBicara diblognya. Nah, bagi temans punya pengalaman soal modus-modus pelecehan seksual di kendaraan umum, boleh banget tuh ikutan GA-nya mba Tya. Tujuannya agar banyak orang teredukasi dengan artikel yang kita buat. Dan agar kekerasan seksual dalam kendaraan bisa dihindari.


Ya, namanya Tya Napitupulu. Saya mengenalnya pertama kali ketika ada pelatihan Blog di DiLo Bogor. Ia tidak hanya ktif namun juga ceria, selalu tersenyum jika bertatapan muka. Chintya merupakan nama diaktenya. Napitupulu merupakan marganya. Dan Tya adalah nama panggilannya.

Mulai ngeblog semenjak kelas 3 SMP! Wow, SMP saya masih nulis di diary tuh 😅. 
Dan semenjak itu pula ia sering menjadikan blog sebagai sarana publikasi tulisan-tulisannya. Mba Tya mengaku bahwa isi blognya dulu hanya curhat-curhat saja, seiring perkembangan ia pub mulai berganti-ganti platform blog. Sampai suatu hari ketika ia sedang malas-malasan ngeblog, ia membaca artikel di The Japan Foundation yang isinya bahwa ternyata blog bisa dimonetisasi dalam bentuk yang lebih menarik selain pasang iklan. Mulai saat itulah, ia kembali ngeblog dengan serius setelah mengalami hiatus 1 tahun.

Mahasiswi jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI. Ia yang lebih aktif di luar kampus membagi waktunya pada hal-hal positif demi kepentingan sosial. 

Selain ngeblog di www.tyanapit.com yang ber-niche lifestyle, ia pun aktif nulis di Qureta dan Archive of Our Own (AO3). Di AO3 ia menulis funfiction, fiksi yang tokohnya bisa diangkat dari selebritis atau orang terkenal lainnya. 

Oya, ia pun aktif di Sahabat Jurnal Perempuan lho. Tuh kan, care banget ya mba Tya ini. 

Satu hal yang bisa saya simpulkan setelah mengenal mba Tya adalah tidak ada kepedulian tanpa adanya gerakan nyata!

Yuk, #MulaiBicara! Atau kebenaran hanya akan bungkam!

www.tyanapit.com
Facebook/Twitter/Instagram : @tyanapit
Email : tya_napit@hotmail.com

7 comments:

  1. Napitupulu setahu aku marganya orang Ambon :D
    nyonge manise salam kenal e :D

    ReplyDelete
  2. Salam kenal buat mbak Shine dan Tya, aku juga batak :) Aku pernah nih mengalami pelecehan seksual dari teman kerja tapi.. Dia selama 2 bulan suka terlalu ramah di kantor, padahal dia tau kalau aku sudah menikah. Tapi aku pikir, ya mungkin dia mau ramah saja, jadi nggak mau ge er dl. waktu aku mau pergi kerja, buat jaga malam di RS, ketemulah sama si laki-laki ini di bus. Di bus aku duduk hadap-hadapan sama dia. Dasar gendeng, dia pandangi aku terus sambil senyam senyum nggak keruan. Kemudian pas dia mau turun, dia samperin trus bilang 'I love you so much' Aku kaget banget. trus dia bilang sekali lagi. Aku syok banget. Langsung telp suami, suami suruh lapor ke atasan, Itu pelecehan kata suami. Trus pas sampe di kantor, teman2 kerja nanya, kenapa aku kelihatan pucat dan ketakutan, trus aku ceritain ke mereka. Mereka juga bilang, wah ini pelecehan seksual. Harus lapor ke pimpinan. Berkat dorongan teman2 aku lapor, dan akhirnya urusan beres. Si laki2 itu diancam dipecat kalau dia masih ganggu2 aku. Dia pun tdk berani lagi.
    Pelecehan seksual bisa terjadi dimana saja. Kita memang harus bertindak bila sudah diperlakukan menyimpang. :)

    ReplyDelete
  3. sekecil apapun usaha kita itu lebih baik dari pada berdiam diri dan cuek.
    salut dan moga terus berjalan.
    thank

    ReplyDelete