Wednesday, August 24, 2016

Langkah Mudah Menjahit Cardigan Untuk Pemula

Bismillah...

Jika ada pertanyaan skill apa yang ingin sekali dikuasai? Maka jawabannya Menjahit dan hingga kini belum juga tercapai, xixi...

Mba Astri & Manekin Hidupnya 😍

Entah ya bahkan ketika Almarhum Bapak masih ada, saya pernah diajari jahit namun yang ada malah memporak-porandakan segalanya. Getaran mesin jahit membuat benang kebingungan menyimpul di kain, tak beraturan akhirnya macet, yang tak habis pikir, tubuh saya pun ikut gemetar. Aksi ini ditonton oleh para tetangga dan semua gempar tertawa, terpingkal 😅


Akhirnya,
"Udah-udah, sana kamu mah depan laptop aja. Susah ngajarin kamu jahit." Kata Bapak dengan nada mengkhawatirkan 😅

Tangan saya itu ga cocok banget dipake buat begituan padahal kan lumayan ya kalau bisa jahit, bisa bikin kreasi baju anak dan pribadi sesuai keinginan...

Hasil Akhir. Cocok juga untuk Apron Ibu Menyusui

Tapi tunggu, jangan hopeless gitu ah...

Tepat pada 18 Agustus 2016, setelah perayaan Kemerdekaan Indonesia, Workshop Cardigan Bersama Buku Pintar Jahit Untuk Pemula diselenggarakan. Astri Damayanti dan Hj. Tati Murtati yang merupakan penulis sekaligus pengajar dalam workhsop kali ini. Melaunching bukunya yang sudah cetak ulang ke-23 yang berjudul "Pintar Jahit Untuk Pemula" terbitan Puspaswara publisher. Langsung mata saya berbinar-binar, cocok banget bagi saya si pemula yang bandel. Acara ini pun terselenggara atas kolaborasi Brother mesin jahit, Kartini Bluebird dan Puspaswara publisher.

Selain para Blogger, peserta pun diisi oleh undangan dari Kartini Bluebird. Kartini Bluebird sendiri merupakan program CSR Bluebird dibidang social enterpreneurship yang bertujuan untuk pemberdayaan ekonomi Ibu dan keluarga. Pantas saja ya, saya lihat begitu telaten dan tekun para Kartini Bluebird ini. Ciri khas sosok Kartini bangetlah.

Dalam acara tersebut bukan hanya teori yang disampaikan melainkan kita terjun langsung mempraktekannya. Dimana lagi letak nikmatnya ilmu jika bukan dengan mempraktekannya coba? 😊

Acara diawali dengan sambutan dari Mba Astri Damayanti sebagai penulis sekaligus pengajar di Workshop kali ini. Beliau menjelaskan bahwa menjahit mudah jika memang ada niat. Dan keterampilan dasar ini bisa dilakukan oleh siapapun. BISA! Catet ya. Mba Astri pun langsung menginstruksi dan membocorkan hal apa saja yang dibutuhkan untuk menjahit beserta langkah-langkahnya...

Hadir pula Prof. DR. Hj. Sylviani Murni selaku Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan. Beliau mengapresiasi kegiatan ini yang diadakan di Museum Tekstil, itu artinya menumbuhkan minat masyarakat untuk berkunjung ke Museum meningkat. Selain itu, beliau menegaskan bahwa berkarya merupakan ciri Khas budaya kita.

Salam Kartini - Kata Bu Sylviani

"Jika setiap orang selalu berpikir praktis untuk membeli-membeli saja, jadi mana karya tangan kita?"
Jleb. Sebuah pesan yang menusuk sekaligus menjadi spirit booster untuk berkarya.

Kemudian kami pun diberi peralatan untuk membuat Cardigan. Seperti kain, pola, gunting, jarum pentul, meteran, note, karbon dan rader.

Sesuatu bisa dinilai mudah atau susahnya jika sudah dipraktekan. Dan inilah langkah mudah yang diajarkan Mba Astri dan Bu Tati untuk membuat Cardigan. Mba Astri dan Bu Tati memulainya dengan Cardigan karena terbilang mudah dan simple. Harapannya ketika kesan mudah saat pertama itu dirasakan maka selanjutnya akan tertantang menjahit yg tingkatannya lebih tinggi.

Membuat pola

Rader

1. Melipat Kain

Kain sepanjang 2 meter itu, kita lipat menjadi dua, usahakan bawahnya harus sama, tujuannya agar Cardigan menjadi rapih. Kain yang sudah dilipat, diberi pentul. Langkah ini agak bikin senewen sih, soalnya kainnya kurang simetris, ketita yg bawah lurus, yg atas belok dan sebaliknya. Tapi dengan dibantu oleh Mba Astri dan para Kartini Bluebird akhirnya kain saya menjadi lurus, sama.

2. Membuat pola

Menjiplakan pola pada kain. Caranya dengan menarik garis dan memberi jarak sekitar 2cm dari pola ke kain.

3. Menggunting

Gunting pola yang sudah diberi jarak.

4. Rader

Rader dengan menggunakan rader dan karbon. Tujuannya untuk memudahkan lipatan ketika dijahit.

5. Menjahit

Dan inilah akhirnya, menjahit dengan menggunakan mesin jahit Brother GS2700. Dengan spesifikasi sebagai berikut :


  • Dilengkapi lampu LED
  • Terdapat 27 jenis jahitan yang bisa kita atur melalui tombol pengaturan
  • Terdapat pola jahitan lurus, zig-zag dan satin
  • Terdapat tombol pengatur pasang benang dan kancing secara otomatis
  • Rangka Metal
  • Daya listrik hanya 51 watt
  • Dengan dimensi 450mm (P) × 200mm (L) × 380mm (T)

Type mesin jahit Brother diklasifikasi sebagai berikut :
1. Type Mekanikal 
2. Type semi Computer
3. Type Computer

Nah, type yang kita gunakan di workshop kemarin merupakan type Mekanikal namun sudah electric. Tinggal injak pedal langsung weeeerrr 😄

Lalu pelajaran apa yang saya dapat dari workshop ini? Yaitu sebagi berikut :

1. Proses dalam berkarya tak semudah membalikan telapak tangan. Diperlukan kemauan, usaha dan kesabaran untuk menghasilkan sebuah karya, dalam hal ini Cardigan.

2. Menjahit itu mudah asal tau ilmunya. Apapun jika tidak dibarengi dengan ilmu bagai meraba-raba di gelap gulita.

3. Tidak menyepelekan ilmu. 

4. Practice make perfect. Bisa karena biasa berlaku untuk menguasai keterampilan jahit.

5. Passion. Apapun, jika dilakukan sesuai passion-nya akan menghasilkan kebahagiaan dan kepuasan batin. Meskipun hasilnya tak sesuai harapan, misalnya...

6. Bergurulah pada ahlinya. Iyalah, kalau berguru sama-sama pemula, apa kabar benang, apa kabar kain? Dll...

7. Hargai karya. Seringnya kita menawar habis-habisan pada para penjahit atau penjual baju. Tahukah? Membuat cardigan satu saja rasanya ampun-ampunan bagi saya 😅. Ini catatan penting banget bagi saya agar lebih menghargai jerih payah orang lain dengan proporsional dan tak mencela.

Jadi gimana Temans?
Berminat jadi penjahit? Yuk, siapkan ilmu, alat dan mental yuuk! 😄


15 comments:

  1. aaah aku suka menjahiit, gampang banget ya bikin apron itu.
    Modelnya sahabat Imers aku, Hanni hehhee...

    Hayu atuh kita buat baju, cumaa aku belin kesampaian pengen beli mesin jahit yang baru kaya gituh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya teh klo udah bisa mah pasti gampang bikin cardigan...

      Hayuklah teh, ajarin yaaa 😄
      aamiin semoga ya teh

      Delete
  2. Hihihi iya pernah ngeliat teman bikin pola, kemudian dijiplak di kainnya itu keliatan banget ribetnya. Gitu ya tetep aja ditawar kalo beli hahaha ^^v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha, ya boleh nawar asal jangan kesadisan 😅

      Delete
  3. Aku pernah blajar jait tp pake mesin yg lama kaya ngayun sepeda. Belum bs udah kapok, wahahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu akupun belajar pakr mesin jadul mba, wkwkwk, ngacir duluan 😅

      Delete
  4. Aku nyeraaah kalau jahit, hihi. Tapi nggak tau juga deh kalau udah nyoba. Mikirnya kalau njahit kan harus manteng, teliti dan aku nggak betah :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaaaa, aku jg orangnya ga betahan nyak, toslah kita 😅

      Delete
  5. gak bisa jahit..dulu sih pernah jahit dengan mesin jahit lama..gak portable kaya gini..itu juga buat jahit serbet.. jahit sisi-sinya ja..hahhah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkwk, aku ngakak guling2 mba... tp ya gpp, yg penting judulnya belajar jait ya mba 😅

      Delete
  6. Asyik banget sih kegiatannya. Aku dari dulu pengen belajar jahit sama beli mesin jahit tapi belum kesampaian nih. Cita-citanya pengen bikin-bikin outer atau tunik sederhana sendiri karena rumah udah deket sama pasar bahan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah mba, semoga cita2nya kesampaian ya... apalagi lokasinya strategis gitu buat beli2 bahan 😊

      Delete
  7. Pakdheku penjahit, dulu simbah juga. Tapi aku cuma bisa bikin totebag. hihi. Kalo baju belum bisa, harus ngukur pola2 dulu. :D

    ReplyDelete
  8. waah asik banget belajar menjahit. di rumahku di kampung ada 2msein jahit yg gak bisa jahit drs emua anak perempuannya cuma kau. jahit lurus sih bisa hhahaha. bapakku pun bisa menjahit...pingin belajar euy

    ReplyDelete
  9. Pengen punya mesin jahit begitu.. :)

    saya nyesel banget lho dulu nggak sabar kalau diajarin jahit *hampir semua keluargaku penjahit*. sekarang jadi nggak bisa jahit padahal di rumah ibu mertua ada mesin jahit tua nganggur.

    ReplyDelete