Tuesday, May 31, 2016

#BahagiadiRumah Dengan Tersenyum

Bahagia di Rumah Ala Shine Fikri


“Bacain lagi Mi, tolong…”


Dengan tampang innocent Fathan (3 tahun) meminta saya untuk membaca ulang buku-buku cerita yang ia punya…


Hmmm, sudah berapa kali diulang sampai ndower tetap saja minta dan minta lagi.

Suatu sisi saya lelah, sisi lain saya bersyukur karena potensi minat baca terhadap buku sudah mulai tumbuh.


Lalu datang Nusaiba (1tahun) bawa-bawa mangkuk plastik yang ia ambil sendiri dari lemari piring dan menyodorkan ke saya…

“Mam… mamam…” Katanya dengan tampang memelas. Artinya ia ingin makan. Aduh, anak ini cepat sekali laparnya, baru saja makan sudah minta makan lagi… Keluh saya dalam hati.

“Biii, abiii…” Teriak saya memanggil-manggil suami yang sedang anteng dengan gadget-nya.

“Abiiii…” Saya ulangi teriakan berkali-kali. Masya Allah, masih tetap saja matanya terpaku ke layar gadget, seolah ia masuk terperangkap di dunia antah berantah. 

“Bo yo bantuin bi, ini anak-anaknya, pegang salah satu!” Kataku kesal.

“Eh iya maaf, aduh ini ada calon customer tanya.” Kini, ia jadi salah tingkah.


Dan hari itu berakhir dengan omelan saya yang paaanjaaang kali lebar.

Lalu ketika anak-anak terlelap tidur, tersisalah saya dan suami. Saya membuka obrolan seputar ke rumah tanggaan.

Yes, saya terlahir di dunia yang aktif dan penuh semangat. Namun rasa-rasanya jika kehidupan terus menerus dipenuhi dengan keluh-kesah, kapan saya akan merasa bahagia? Setiap hari merasa lelah, setiap hari merasa kesal, setiap hari merasa repot, lalu kapan saya akan menikmati indahnya?

Akhirnya saya mendapat kesimpulan dari diskusi dengan suami yaitu A Happy Project Plan. Karena bahagia itu kita yang ciptakan. Bukan sebaliknya. Walaupun hidup dipenuhi dengan ongkang-ongkang kaki alias nyantai dan penuh fasilitas jika kita tak menikmati apalah arti itu semua.

Kebahagian dari dalam yang kita ciptakan. Dengan banyak bersyukur. Dengan banyak memandang semua sisi dimensi kehidupan dari arah yang positif.

A Happy Project Plan saya bersama suami merumuskan bahwa :
  1. Ketika sedang berkumpul, sebisa mungkin gadget hengkang dari hadapan. Karena inovasi canggih ini yang justru memiliki 2 mata pisau, yang jika tak pintar-pintar menggunakannya akan bablas tak karuan hidup tanpa arah. 
  2. Saling empati, saling simpati. Peduli adalah hal penting yang harus ditanamkan disetiap individu dalam tatanan keluarga. Karena keluarga terlahir dari kepedulian itu sendiri.
  3.  Senyum. Tersenyum adalah cara terbaik menghadapi segala tantangan rumah tangga. Senang, senyum. Kesal, senyum. Ingin marah, senyum. Dengan tersenyum, ia bekerja untuk menina bobokan tensi darah yang hendak meledak.  
  4. Children See, Children Do. Prinsip ini yang kami pegang. Dengan panduan tersebut, kita sebagai orang tua jadi tahu pakem saat hendak melakukan hal-hal konyol diluar nalar logika. Sehingga sebisa mungkin berusaha menjadi teladan yang baik.  
  5. Menerima dengan penuh kesadaran dan kesyukuran akan profesi saya sebagai Ibu Rumah Tangga. Karena tanpa kedua hal tersebut, sehebat apapun profesinya, you just get nothing!

Nah ke-5 hal tersebut menjadi panduan saya dan keluarga untuk bahagia di rumah.

Lalu adakah dampaknya?

Iya sangat terasa sekali…

Abinya anak-anak lebih care, dengan sigap membantu apapun yang saya butuhkan sebagai Home Queen di tatanan keluarga ini.

Jika saya repot dan terlihat lelah, sebisa mungkin ia membantu, menghibur dan tanpa ragu memijat kaki dan tangan saya dengan penuh kasih sayang, aiiih…

Dibalik istri yang bahagia ada peran suami yang peduli dan perhatian. Saya jadi lebih tenang dan senang sekali curhat pada suami. Suami welcomed banget walaupun mungkin ceritanya sudah diputar-putar beberapa kali episode, ahaha, maaf ya Say… Kan katanya, normalnya perempuan harus mengeluarkan 20 ribu kata setiap harinya, hehe, peace!

Selain suami yang membuat saya bahagia di rumah. Ada permata hati pula yang ikut berperan.

Pun dengan panduan Senyum dan Menjadi Teladan yang baik, saya jadi senyum-senyum saja melihat tingkah laku dua bocil ini.

Ketika Fathan (3tahun) mengupil menggunakan jari Nusaiba (1tahun), Nusaiba menciumi kening Fathan ketika kakaknya tidur pun sebaliknya. Fathan menyuapi Nusaiba. Lalu mencontoh hal-hal baik seperti beribadah Shalat, Nusaiba jungkir balik, jumpalitan. Saling menolong ketika salah satu jatuh. Saling menghibur ketika salah satu sedih atau nangis. Saling menjaga ketika saya ada hal darurat seperti ke kamar mandi, dll. Hati rasanya berbunga-bunga. Nikmat-Nya yang manakah yang kan kau dustakan?

Apalagi kini Nusaiba sudah bisa lari-larian, jika pintu rumah terbuka sedikit, alamat anak ini kabur dan menuju keran air untuk basah-basahan, cucian baju semakin numpuk, lalu saya? Tarik nafas, senyum aja!


Funny Kitchen



Dan wahana permainan di rumah yang paling menantang adalah di DAPUR. Iya, dapur! Selain saya bertarung dengan masakan seperti cabe, ikan yang digoreng sering meleduk, repot menghindari cipratannya. Ditambah dengan bunyi kentongan panci dan perkakas dapur lainnya. Semua dikeluarin, semua diberantakin, brang-breng-brong bunyi gaduh di Dapur :D. Errrr, eits tunggu! Senyum Aja! : )

My Daily Happy Job War


Tak kalah menggemparkan adalah di depan laptop. Ketika ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan, yang tak bisa ditunda ketika anak-anak tidur, yang satu narik-narik pengen ditemani bermain, yang satu glendotan naik-naik punggung. Kepala mulai mendidih, perang dengan deadline, perang pula dengan kesabaran. Fathan, Nusaibaaa, jerit saya dalam hati. Tarik nafas, Senyum : )

Ketika sore tiba, saya mengajak anak-anak keluar rumah, bercocok tanam di pekarangan rumah. namun ketika saya anteng menebar benih-benih jagung, kedua bocil tersebut sudah sempurna belepotan dengan lumpur disekujur tubuh, sambil cengengesan tanpa dosa mereka menyapa saya, Hello Umi… Ya ampuuun… Hampir saja berentetan omelan keluar dari mulut saya namun seketika tercekat. In hale ex hale, lalu senyum :)

Aduh, betapa senyum ini adalah alat mujarab untuk kebahagiaan hati seseorang ya… pantas saja senyum dimasukan dalam kategori ibadah, mungkin ini salah satu manfaatnya.


Dari rentetan aktivitas rumah tangga yang tak ada habisnya, senyum merupakan kunci paling sukses pembangkit kebahagiaan. Alih-alih ingin marah, dengan senyum suasana menjadi lebih ceria.

Senyum di penghujung hari adalah ketika senyum melepas anak-anak tertidur lelap.

Plooong rasanya hari ini. Saya tersenyum dengan menyisakan kebahagiaan yang paripurna.

Yes, itu artinya, saatnya Me Time :D. Yup, meluangkan waktu untuk diri sendiri adalah keharusan! Sehingga esok hari bisa lebih siap, menyiapkan tenaga dan kepedulian untuk orang-orang tercinta…

Memutuskan untuk beralih profesi maka memutuskan untuk terus bahagia. Walaupun di Rumah, berkarya juga tetap bisa dilakukan lho.

Seperti NOVAVERSARY yang dalam kiprahnya memberikan solusi kebahagiaan untuk setiap keluarga Indonesia. Selamat ulang tahun yang ke-28. Semoga tetap menjadi penyumbang mood booster para ibu yg ingin menjadi IRT bahagia. Semoga terus berjaya dan jangan lupa untuk terus bahagia. Senyuum, cheers :D

Saya bahagia di rumah, kamu?



17 comments:

  1. gambarnya lucu neee... apa bikin sendiri?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, iya ni mba lagi belajar 😊

      Delete
  2. Wah seru Nusaiba, langsung bayangin pas dia tidur-tiduran di tengah jalan hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk, iya mba, anak ituuu, emang beneran deh Nusaibaaa , ga bisa marah jika liat tingkah polahnya πŸ˜„

      Delete
  3. Wonderful. Indah yaa nuy jadi irt...baru 1 aja menguji kesabaran apalagi 2,3,4 woohh...can't hardly wait. :D :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha, iya seru mba dan itu yg bikin kangen buru2 balik rumah jika lagi ada acara diluar :D

      Delete
  4. Pinter banget gambarnya, suka deh

    ReplyDelete
  5. Gambarnya unyuiu, kereeenn, maauu dooong #eeh

    *jangan marah kan yaahh, eehh senyum :)

    Good luck yah say ;)

    ReplyDelete
  6. suka gambarny lucu-lucu :) happy ya shine :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba happiy is a must! Kita berdua mah tos2an bgt :D

      Delete
  7. Kereeen! Jadi inget ceritamu ttg Nusaiba ... Mama .... Hahaha ... Mociiiii ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Eyaaang, mocimu emg gemesin, wkwkwk :p

      Delete
  8. Iyaa pasti rempong ya Teh. Tapi kebayang sejuknya senyum anak anak :)

    Keep bahagia Teh :-*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener cy, sejuk bgt apalagi klo mereka tidur, nyeesss 😍

      Aamiin cy, kamu jg ya, semangat!

      Delete
  9. Mbaak, itu gambarnya bagus, kereeen. :)

    ReplyDelete