Marah? Sebuah kewajaran bukan? Karena toh fitrahnya manusia diberikan nafsu berupa marah, mengkel, ga enak hati, dll.
Yang jadi masalah adalah bagaimana cara kita memanaj kemarahan itu sehingga tidak menjadi marah yang salah. Emm, memangnya ada marah yg benar Shine? Bukankah hidup terlalu berpacu pada benar dan salah? Maka boleh dunk aku mengatakan jika marah ada yg salah dan benar;)
Dan untungnya, ketika hati mulai tersundut api, ada begitu banyak teman yang selalu mengalirkan gletser gunung es. Syukurku panjatkan, ya Rabb! Atas anugerah teman, sahabat, saudara yang begitu istimewa. Hingga bara bernama api itu hilang tak bersisa, yang ada hanya kedamaian dan kelapangan dada, Alhamdulillah…


