Thursday, November 5, 2020

Hai Kecongkakan

Aku mencintainya karena Allah.


Hahaha, sekilas terasa keren dan hebat.

Tapi bermaknakah kalimat tersebut jika diucapkan saat tidak adanya hubungan halal?


Tidak ada cinta hakiki sebelum akad.

Setan begitu hebat menabuh genderang yuwaswisu pada sepasang yang tidak ada ikatan.

Membius kata-kata menjadi mantra pemantik ambisi semata.


Khalwat! itulah yang disukainya.

Entah apapun yang dibahas akan terasa memabukan dan begitu candu.


Aku tahu batasan.

Dia pun tahu syariat.

Justru!

Itulah yang menjadikan setan asyik masuk pada dua pasang yang mengaku tahu syariat.

Godaannya lebih hebat

Setannya tentu dari kalangan ningrat.


Hiyaaa..

Geli sendiri mendengar :

"Aku mencitainya karena Allah."

Tak ada rasa bersalah!

Begitu PD!

Begitu congkak!

Padahal hanya tipu daya setan.

Tak lebih.

Tak kurang.


Naudzubillah tsuma naudzubillah...


***

Masih tentang kisah sahabat ya teman2. Jika ada yang tanya : Ini kisah kamu, shine? Bukan bukan, ini kisah sahabatku.. Doakan semoga sahabatku kuat ya melewati badai.

Dia yang terluka namun dia yang akhirnya harus memaklumi perasaan orang yang telah melukainya.

Adilkah? Tenang saja, Allah tak tidur ya sahabat... Makna adil hanya kepunyaan Rabb yang menggenggam segala...

No comments:

Post a Comment