Friday, October 23, 2020

Lepaskan

Cinta itu memberi, memberi tanpa syarat. Ketika memberi itu bersyarat maka gugur sudah cintanya...

Dear kamu yang masih memiliki istri.
Jagalah hatinya, dididiklah.
Tutupi aib-aibnya.

Lalu kamu bertanya : Sudah lama dididik tidak berhasil juga, lepaskan, jangan gantungkan ia pada ketidak pastian.

Sesulit itu kah? 
Biarkan kalian di jalannya masing-masing.
Setiap pasangan tentu mendambakan hubungan yg langgeng.
Tanpa hadirnya orang ketiga.

Tidak bisakah mencontoh Rasul barang sebentar saja. Barangkali esok lusa istrimu lebih dulu menghadap Rabb-nya? Bersabar untuk setia. Seperti setianya Rasul pada Khadijah. 

Tidak bisakah terima segala kekurangannya? Sebagaimana ketika Engkau menikahinya yg kau katakan adalah Istrimu yang terbaik, istrimu adalah kriteria yang kau cari selama ini?
Atau kah perkataan itu hanya kebohongan belaka? Engkau sedang bersenda gurau? 

Istrimu bahkan terluka. Sakit sekali mendengar dari suadarmu bahwa saudaramu hanya menginginkan saudaranya bahagia. Rasanya lebih baik mati ditelan bumi mendengar itu.

Istrimu terluka.
Dalam.
Dan Perih.
Bahkan tawa dan tangis rasanya sama saja.
Istrimu hampir-hampir gila.

Dear Engkau yang masih memiliki istri, sejelek apapun istrimu, ia adalah pakaian, maka tutupi kekurangannya, tugasmulah mendidiknya dengan berkomunikasi? Bagaimana istri tahu sedangkan selama ini, kau hanya diam? 
Atau jangan-jangan Engkau bisu di depan istrimu, namun begitu lantang meneriakkan kejelakan istrimu di depan orang?

Dear Engkau...
Jika memang berat dengan kekurangan yang ada pada istrimu, lepaskan. Jangan cari pembenaran. Istrimu tidak sanggup jika harus ada orang ketiga. Maka lepaskan saja. Mungkin ini adalah takdir terbaik dari Allah...

Dear Engkau yang ingin melepaskan istri namun berat terhadap anak-anakmu, tenang saja istrimu kuat melebihi yang kau bayangkan. Jangan khawatirkan tentang istri dan anak-anakmu, mereka akan tumbuh hebat, lihat saja... Waktu yang akan membuktikan. Allah sebagai saksi kuatnya azzam.

Berbahagialah pada pilihan yang Engkau memang sangat harapkan...

*Terinspirasi dari kisah seorang sahabat...

Berbahagialah, Kawan...

No comments:

Post a Comment