Tuesday, December 5, 2017

Ingin Ke Tanah Suci? Sudah Sejauh Mana Ikhtiarmu?

 Bismillah...
Pic by pixabay.com

LabaikAllahumma Labaaik, 
Labaaik Laa Syarika Laka Labaaik 
Inal Hamda Wan Ni’mata Laka Wal Mulka La Syarikalah…. 

Assalamu'alaikum Sahabat,

Bagaimana perasaanmu saat mendengar atau melantunkan talbiyah di atas? Merinding ya, sekaligus haru, plus baper, lengkap deh rasanya. Berandai-andai, "Kapan ya Aku dipanggil ke tanah suci?" huhu... Aku sendiri merasakan semua itu. Yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah sudah seberapa jauh usaha Kita untuk menjemput panggilan itu?

Memang sih hanya orang-orang pilihan yang dipanggil langsung ke rumah-Nya. Namun sebagaimana manusia yang tugasnya berikhtiar, sudah sampai mana? Aku sendiri masih sebatas, nabung di celengan. Saling mendoakan ya semoga sebentar lagi bisa buka tabungan haji. Dalam waktu dekat ini, pengennya umroh dulu saja, karena kan kita ga tahu umur kita sampai kapan ya.


"Jadi dek kemarin itu, masya Allah, ayuk mudah banget mencium Hajar Aswad. Memang ada tekniknya dek, ga bisa sembarangan nyempil, kalau sembarang justru malah yang ada kelindes orang." Aku mendengarkan cerita umroh kakak iparku dengan takjub. Kebayang, dari semua belahan bumi berkumpul di satu titik. Kita sebagai orang Asia pasti kalah besar dari Orang Afrika, Eropa yang notabene perawakannya tinggi besar.

"Wah, keren banget yuk, masya Allah."
"Iya karena ayuk bisa cium hajar aswad itulah,  banyak ibu-ibu pada minta tolong ayuk, biar bisa cium hajar aswad juga. Alhamdulillah semuanya senang pas bisa cium hajar aswad."

Memang sebegitu pentingkah mencium hajar aswad? Kalaulah bukan Nabi yang mencontohkan, batu hitam itu tetaplah batu hitam biasa. Sebagaimana Umar bin Khatab berkata :

“Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberikan mudhorot (bahaya), tidak bisa pula mendatangkan manfaat. Seandainya bukan karena aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka aku tidak akan menciummu.” (HR. Muslim no. 1270).

Yang dapat diambil hikmahnya bahwa menghidupkan sunnah itu tanpa memerlukan alasan. Membutkitkan bahwa Kita dalam ketaan kepada Rasul. Lagi pula ibadah sesuatu yang sifatnya tawfiqiyah yang artinya berdasarkan dalil, sesuatu yang tidak dikarang-karang. Juga memberikan suatu pelajaran bahwa tidak ada yang dapat mendatangkan manfaat maupun mudhorot selain Allah itu sendiri. 

Dari hikmah tersebut tergambar jelas bahwa dalam mencium hajar aswad membutuhkan niat yang lurus, bukan untuk ingin dilihat orang melainkan Lillah dan mengikuti tuntunan sunah Rasul.

"Ada kejadian-kejadian aneh ga yuk disana?"
"Alhamdulillah dek, ga ada. Ayuk kan sebelum berangkat shalat taubat dulu, minta maaf sana sini kalau ada salah. Sembari terus berdoa agar Allah tidak tangguhkan balasannya langsung di sana. Di sana tuh benar-benar tanah haram dek, apapun bisa langsung dibalas seketika."

Kakak iparku sendiri banyak sekali mendapatkan uang riyal dari Orang Saudi maupun Orang Indonesia. Lantaran Ia fasih berbahasa Arab dan Hafidzah. Mungkin itulah berkah Qur'an di dunia yang ia dapatkan. Sementara ia bercerita :

"Ada dek kejadian tapi bukan menimpa Ayuk, ada salah satu Ibu-ibu yang dalam tanda kutip nyogok untuk mendapatkan Visa-nya. Tau ga apa yang terjadi? Kaki dia itu, keinjek-injek orang terus. Padahal tempat sebegitu luasnya dan saat itu jarang orang (bulan november sepi), kenapa orang-orang tuh ada aja yang injek kaki dia. Lalu ayuk suruh dia shalat taubat, istighfar banyak-banyak dan khusnudzon sama Allah. Besoknya ia cerita, Alhamdulillah sudah ga keinjek-injek lagi kakinya." Subhanallah... Banyak kejadian-kejadian yang di luar nalar logika manusia, namun itulah Allah bekerja dengan apa yang Ia kehendaki.

"Terus ya dek, ayuk sendiri baru ngebatin : mumpung di tanah suci, mau nyicip kurma ajwa ah, kurma yang paling enak dan mahal harganya. eh ga lama kemudian, ada yang nyolek Ayuk dari belakang, ngasongin kurma sambil bilang Ustadzah, Ajwa-ajwa, halal-halal, katanya." Berasa sim salabim ya?

Dan banyak lagi pengalaman-pengalaman berhaji kecil (umroh) kakak iparku kemaren. Aku yang setia mendengarkan sambil ngebatin : Ya Allah, plis ya Allah, panggil Aku ke tanah suci-Mu. Kemudian nangis dipojokan. Sambil kebawa-bawa mimpi pula, haha...

Menyambung pertanyaan di atas, jika kita diberikan keberlimpahan rezeki, cobalah nabung dan daftar di travel agent umroh yang dipercaya. Kakak iparku sendiri ia berangkat menggunakan travel agent Sako Holidays. Paketnya komplit, dari paket backpacking (hanya istilah saja, karena harganya yang murah) sampai paket istimewa ada.

Head Office Sako Holidays

For Your Information, UMROH SAKO HOLIDAYS merupakan UMROH yang tidak menerapkan skema Fonzi, Money Game ataupun MLM. Dimana Unsur Sistem ini Sangat merugikan Masyarakat. Terbukti Skema dan money Games hampir rata-rata berakhir tidak berangkat, karena menggunakan Harga Umroh yang sangat tidak wajar.
 
Begitupun Skema MLM, sangat merugikan Masyarakat karena Janji yang diberikan tidak seperti yang diharapkan. Skema MLM harga menjadi lebih mahal, sistem ini menaikkan harga jual bagi masyarakat alias sistem berantai.

Alhamdulillah, Sako Holidays tidak menerapkan ketiga sistem tersebut. Karena Sako Holidays menjual dengan harga Pasti tanpa Tambahan di akhir.

Sako Holidays amanah dan terpercaya karena jadwal berangkat pasti. Pasti Book tiketnya dan Pasti Book Hotelnya.
 
Per-hari ini Sako Holidays sudah memiiliki 2 kantor yang sama yaitu di Palembang :
  • Jalan kampar Raya No 4 A, belakang Pasar Sako sebelah Pegadaian Syariah
  • Jalan swadaya lr perikanan 4 dekat Stisipol
Mengutamakan Kualitas, dengan Harga yang masuk akal dan lebih murah karena buatan sendiri Umrohnya. Ditambah jarak hotel sangat dekat dan bintang 5 di Mekah serta manasik di Hotel Berbintang, plus perlengkapan Umroh yg exclusive

Ust. Bagus Setiawan, Lc & Ust. Ria Astina, Lc.

Kakak sendiri pakenya paket exclusive dengan harga senilai 24juta rupiah. Bisa dicicil beberapa kali. November kemarin sebanyak 86 jamaah yang sudah pergi ke sana. Muntowib (kepala rombongan, guide tour)-nya pun cukup kompeten dan bertanggung jawab, insya Allah. Iya tidak lain tidak bukan adalah suaminya kakak iparku sendiri. Yaitu Ustadz Bagus Setiawan, Lc. Keduanya sama-sama lulusan Al-Azhar. Insya Allah dong ya lulusan Al-Azhar amanah dan faseh dibidang beginian mah.

Nah sekarang sedang buka pendaftaran Umrah bulan november 2018 dengan  DP 3juta masih, harga 18.5juta rupiah. Selain itu sedang dibuka juga tour ke tiga negara yaitu Al-Quds (al aqsa), Turki, Amman Yordania (Petra). Hotel bintang 4 dan 5 harga 24.5 jt.... Sudah all in : Perlengkapan, hotel, handling, dll.  Aduuuh, mupeeeng! Harus lebih getol nabung lagi ni. Terlepas dari dipanggil atau tidaknya, yang penting ikhtiar dulu kan kan kan? hehe...

“Janganlah memaksakan (berusaha keras) mengadakan perjalanan kecuali pada tiga masjid, Masjidil Haram, Masjid Rasul saw, dan Masjid Al Aqsha.” (HR. Bukhori)


So, bagi kamu yang udah kebelet dan ada rezeki untuk pergi, segerakanlah, sebagaimana kata Bimbo : Berbuat baik janganlah ditunda-tunda, ihiiiir....

Info selengkapnya bisa banget hubungi :


081367257457/ust.ria
081294436600/ust.bagus


Liat-liat aja dulu, siapa tahu jodoh 💕

8 comments:

  1. Kalau dengar cerita orang yang berhaji (kecil) sangat bervariasi. Semoga nanti kalau ada kesempatan ke Tanah Suci, dari rezeki yang halal, gak main sogok-sogokan, ngeri kalau langsung dibalas di sana, iya kalo cuma kaki yang diinjak, kalau sebadan-badan? hiiy.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin. iya om selalu menarik mendengarkan orang yg pulang haji.

      hiiy, naudzubillah jangan sampe deh om

      Delete
  2. Masyaallah banyak cerita - cerita menarik ya selama di tanah suci. Aku juga mau lah kesana suatu saat nanti. Yang penting usaha dan berdoa lebih banyak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, seneng kalau orang cerita2 di tanah suci tuh, ada aja keajaibannya. Aamiin, sama2 berdoa kita mak

      Delete
  3. aamiin, allahumma aamiin, pengennya sih di tahun 2020, bisa ke tanah suci bareng keluarga, aamiin

    ReplyDelete
  4. kalo pergi ama keluarga pasti lebih seru ceritanya ya,

    ReplyDelete
  5. pengen bangeet ke mekkah lagi sama keluarga kecilku. beberapa tahun lalu dapat rezeki diajak orang tua umroh dan ada beberapa pengalaman yang menarik juga selama di sana

    ReplyDelete
  6. Menjejak di tanah suci menjadi impian terbesar sebagai muslim untuk mengunjunginya, semata karena niat ibadah

    ReplyDelete