Thursday, November 23, 2017

Peran Blogger Untuk Asian Games 2018 & Kemajuan Indonesia

Bismillah...

Assalamu'alaikum Sahabat Daring....

Pagi aku membelah Palembang yang sedang gerimis manja. Bersama duo krucilku aku menuju Novotel untuk menghadiri acara Flash Blogging yang mengambil tema Asian Games 2018 & Kemajuan Indonesia yang dilaksanakan oleh Kominfo. Aku sangat exited menghadiri acara ini. Banyak tema menarik dan  berbagai macam pertanyaan yang masih terpatri di hati.



Siapa yang belum tahu tentang Asian Games? Rasanya semua sudah tahu ya ajang sportivitas yang digelar 4 tahunan ini. Ya, ASIAN Games 2018 kali ini akan dihadiri oleh negara Asia. Sebuah kebanggaan untuk Indonesia, karena lagi-lagi ditunjuk untuk menjadi tuan rumah ajang bergengsi ini.

Seperti yang disampaikan oleh Kadiskominfo Prov. Sumsel bahwa Blogger memiliki bagian untuk mensukseskan Asian Games 2018. Maka, disinilah aku hadir bersama 74 blogger lainnya yang ingin mengambil banyak ilmu di event ini.

Lagu Indonesia Raya dilantunkan dengan khidmatnya. Merinding rasanya saya melantunkannya. Membayangkan betapa bangganya jika aku berada sebagai salah satu atlit yang mewakili Indonesia, halu sih, olahraga saja cuman seminggu sekali :D

Sambutan disampaikan oleh Dirjen IKP yaitu Ibu Niken Sari Widiastuti. Sebanyak 250 orang yang mengikuti kegiatan Saiki dengan tujuan mempertemukan stake holder Kominfo, Lintas komunitas seperti KIM (Kelompok Informasi Masyarakat), Blogger dan lainnya. Disini aku terharu karena Bu Niken mengatakan bahwa Blogger merupakan ujung tombak desiminasi informasi dimana begitu riuhnya lalu lalang informasi yang ada. Para Blogger ada sebagai penggiat sosial media setiap saat yang bisa menyampaikan info tak terbatas ruang dan waktu.

Mengubah cara masyarakat mendapatkan informasi. Atau dengan istilah lain Mediamorfosis Media yang mengubah orang mendapatkan informasi mainstream (yang sebelumnya telah terverifikasi) menjadi semua informasi tumpah ruah tanpa adanya verifikasi. Tentunya hal ini seperti dua mata pisau. Tergantung dari posisi mana kita berperan. Ibu Niken juga mengharapkan agar Blogger tetap Saring before Sharing. Agar informasi yang masuk pada masyarakat berupa fakta dan data bukan berdasarkan persepsi semata. Blogger juga harusnya mempunyai etika dalam menulis. Harapannya agar Bangsa Indonesia yang sudah berbeda dari keberagamannya tidak semakin terpecah belah karena hanya info hoax atau bahkan hanya fitnah belaka.

Eliminasi konten negatif, lalu perbanyak konten positif, hujani dengan informasi yang positif, lambat laun informasi negatif tersebut akan terminimalisir dengan sendirinya.

Wah, dari sini saja PR kita banyak ya ternyata?

Insya Allah, kalau sudah tekad, apapun bisa dilalui betul? Yuk, kita sama-sama menjadi Blogger yang beretika!

Kemudian, sesi pertama diisi oleh Bapak Bambang perwakilan dari INASGOC yang membahas tentang Indonesia Menghadapi Asian Games 2018. Beliau merupakan Wakil Direktur 2 bidang Athlete Village. Sebagaimana kita ketahui bahwa ASIAN Games 2018 ini diadakan di 2 kota yaitu Jakarta dan Palembang. 40 cabang olahraga akan dipertandingkan di kedua kota tersebut. 12 di Palembang dan 24 Di Jakarta serta 4 di Jawa Barat.

Banyak hal yang harus dipersiapkan untuk sukseskan Asian Games 2018 diantaranya sesuai bidang Pak Bambang yaitu tentang hunian yang nantinya akan ditempati oleh para atlit. Yaitu diantaranya :
Hunian Athlete Jakabaring Zona 1 yang terdiri dari 369 kamar. Dengan kuota atau daya tampung sebanyak 1107 pax. Satu kamar terisi oleh 3 orang. Zona 2 terdiri dari 960 pax. Dan Zona 3 yaitu Rusunawa yang tadinya rencana akan dibuatkan tower  2 lantai namun faktanya karena mendesak menjadi 10 tower saja.

Sebegitu pentingkah hunian ini untuk Asian Games 2018? Ya, karena kesuksesan Asian Games 2018 tidak lepas dari unsur infrastruktur itu sendiri. Dan yang menarik dari ketiga zona di Jakabaring tersebut memiliki akses yang sangat dekat dengan dengan area Jakabaring Sport City. Jaraknya hanya 600 km atau maksimal 700 km. Sehingga tidak membutuhkan mobilitas untuk pulang pergi dari hunian ke acara pertandingan. Bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Untuk seorang atlit, tibang 700km mah heum cemen, wkwk...

Lalu apa kabar yang di Jakarta? Mobilitas masih sangat diperlukan karena jaraknya lumayan jauh dari Kebayoran. Total hunian di Jakarta yaitu 3030 pax. Wow, rasanya deg-degan ya membayangkannya saja.

Fasilitas untuk menunjang acara adanya Dinning hall yang dimaksudkan untuk menjunjung tinggi asas sportivitas, bertukar budaya, sharing dan perkenalan lintas bangsa.
Art Perfomance diperuntukan pertunjukan tari tradisional dan pentas tradisional lainnya.
Welcome merupakan pusat pertama kali para peserta (atlit) datang.

Kendaraan menggunakan kendaraan Eco Green yaitu berbasis Non Gas. Kemudian, para peserta akan melakukan screaning sebagai berikut :
  • Desk Validasi 
  • Desk Finance
  • Desk Pembagian Hunian
Screening tersebut dilakukan secara ketat oleh petugas yang ada. Hal ini berlaku juga untuk setiap masyakarat yang ingin berkunjung, menonton ataupun mendukung kawannya. Setiap masyarakat diberikan Guest Pass yang berlaku 1 Day Visit. So, perlu diketahui ya tentang ini jika ingin menghadiri Asian Games 2018.

Sesi  Dua diisi oleh Pak Handoki sebagai Tim Komunikasi Presiden. Ia memulai acaranya dengan sesi penyatuan antara Sabang dan Merauke. Hal tersebut sebagai gambaran bahwa Indonesia itu luas, Indonesia itu kaya, Indonesia itu kita. Oleh karenanya kita sebagai Indonesia tidak boleh minder. Indonesia merupakan negara terbesar ke-4 Di Dunia, oleh karenanya kita harus terus bersatu dengan begitu banyaknya keberagaman untuk Indonesia Maju.

Itu mengapa Momen Asian Games ini menjadi Energi Asia yang menantang kita untuk tetap maju sebagai anak bangsa yang percaya diri dan menunjukan jati dirinya.

5 tahun masa kepresidenan, tahun ini menginjak tahun ke-3 masa Presiden Jokowi. Dari 3 Tahun tersebut Presiden memiliki fokus ke depan yaitu :
Pondasi
Dipercepat
Pemerataan Ekonomi Berkeadilan.

3 hal tersebut yang mendukung Indonesia Sentris. Karena Indonesia bukan hanya Jawa namun Indonesia adalah kita semua rakyat Indonesia. Termasuk Papua yang selama ini terpinggirkan, tertinggal, terdalam harus menikmati kebijakan pemerataan ekonomi berkeadilan ini.

Apakah pemerataan dapat dicapai dengan persamaan keadilan? Big No! Pemerataan hanya dapat dicapai atas asas keadilan. Yang kecil diberikan kebijakan retribusi. Yang besar didukung dan hendaknya tidak mengambil apa yang bukan menjadi haknya.

Pesannya yaitu Jagan pernah Berhenti Mencintai Indonesia seperti yang disampaikan oleh Sukardi Nakit. Sedangkan pesan untuk para Blogger :
1. Sensitif melihat lingkungan. Jangan mudah kecewa.
2. Data, data, data... Jangan terlalu banyak persepsi
3. Cek & Ricek kebenaran suatu berita.

Sesi ketiga diisi oleh Enda Nasution. Siapa tidak kenal abang Blogger kece yang satu ini? Beliau didengungkan sebagai Bapak Blogger Indonesia. Karena merupakan pelopor terbentuknya Blogger di jaman now, hehe...

Menurut Mas Enda Jika ingin kreatif nge-blog hal pertama yang harus dilakukan adalah
Jangan menuli yang biasa-biasa saja. Menulislah sesuatu yang unik, memiliki esensi yang dengannya banyak pengunjung yang tertarik untuk baca. Seperti Ria Ricis yang memang pribadinya ngocol suka bercanda terus, bukan hanya sekedar pencitraan semata.

Gali lebih jauh untuk mewujudkan Blog post yang bagus meliputi:
1. Memperhatikan emosional pembaca
2. Spesifik
3. Personal
4. Berguna
5. Dibagikan
6. Reaksi.

Terakhir kita sama-sama berikrar untuk bijak bermedia sosial.

Nah bagaimana? Banyak manfaat sekali ya mengikuti acara ini. Semoga ke depan semakin banyak acara-acara serupa yang meningkatkan kualitas Blogger yang memiliki peran penting pondasi sosial media, wkwkwk...



No comments:

Post a Comment