Sunday, September 3, 2017

BM MeetUp : Kolaborasi Dunia Literasi Dan Kecantikan

Bismillah...

Ketika Jurnalisme dibungkam, sastra harus bicara - Seno Gumira Ajidarma


Menarik! Setiap ada kesempatan saya selalu membatin, ilmu itu rugi jika harus disia-siakan. Tepat ketika mendapatkan informasi mengenai Blogger Muslimah Meet Up, spontan saya tertarik dan berniat untuk datang. Apatah lagi narsum yang hadir kualified sekali.

Dan tibalah hari itu, 27 Agustus 2017.saya menghadiri acara kece penuh dengan para penulis handal. Beberapa ada yang saya kenal namun banyak diantaranya yang baru bertemu saat itu. Pas sekali moment untuk bersilaturahim, berkenalan dan saling mengakrabkan seperti keluarga sendiri.



Acara pertama diisi oleh seorang yang sudah malang melintang di dunia penerbitan. Tebak? Ya, Rahmadiyanti Rusdi atau kerap kali dipanggil Dee dari Penerbit Naura berbagi tentang dunia penerbitan.Mba Dee mengatakan bahwa yang terpenting dari dunia penerbitan itu adalah rasa percaya diri untuk tidak takut naskah ditolak, kirim saja dulu, soal tolak ataupun terima kemudian saja.

Beliau juga menjelaskan bahwa dunia buku merupakan dunia gagasan yang aspeknya mencakup Content, Context, Ceativity dan Community. Mari kita jembrengkan satu per satu apa yang dimaksud dengan kesemua itu.

Content
Merupakan isi dari naskah itu sendiri. Dalam content terbagi lagi menjadi 3 yaitu Solicited yang merupakan naskah pesanana yang biasanya mengandalan pangsa pasar dan disesuaikan dengan momentum yang ada. Lalu Unsolicited atau naskah kiriman yang sifatnya random, bisa sesuai dan tidak dengan penerbit, kesesuaian itulah yang menjadikan takdir naskah selanjutnya. Terakhir yaitu Translated atau naskah penerjemahan yang untuk pembidikannya bisa dengan rajin melihat katalog atau penerbit luar.

Context
Merupakan buku-buku yang disesuaikan dengan sesuatu yang sifatnya dapat menginspirasi. Kebanyakan buku-buku yang dicari seperti buku motivasi dan yang sejenis.

Creativity
Merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan cover buku, promosi, penjualan dan hal-hal yang dapat memikat masyarakat untuk membeli sebuah buku.

Community
Ide mengilhami terbentuknya komunitas-komunitas yang medukung industri penerbitan.

Lalu how to make briliant book? Hal ini tidak lepas dari faktor penunjangnya seperti Momentum, Potensi tokoh/penulis, tren kehidupan dan kebutuhan masyarakat. Mba Dee pun memberikan Tips Menembus Penerbit, diantaranya sebagai berikut :
  • Miliki hal-hal baru yang menarik perhatian publik
  • Punya kejelasan segmen buku yang ditulis
  • Kualitas penulisan, sistematis, aktual
  • Buat sinopsis yang menarik + daftar isi + 3 bab awal
  • Amati tren buku dengan sering mengunjungi toko buku
Nah sudah tahu kan poin apa saja yang dibutuhkan untuk mengirimkan naskah terbaik? Yuk PD! Selanjutnya beliau menjelaskan tentang Ekonomi dalam penerbitan, hal ini terkait keuntungan dan detail anggaran baik pengeluaran maupun pendapatan itu sendiri. Pendistribusian buku pun disampaikan yang dalam hal ini diperlukan strategi komunikasi. Dan di era kekinian, social media menjadi penentu laku tidaknya bukumu. Yup, cos social media changed the game!


Acara kedua yaitu demo kecantikan dari Viva Cosmetics. Pasti familiar dong dengan Viva? Sebagai anak generasi 90tahunan saya ingat betul dengan bedak cepuknya yang melegenda. Bedak paling cetar deh pas jaman-jaman saya kecil. Kalau kemana-mana menggunakan bedak viva mesti merasa paling cantik dan banyak yang lirik, haha... Seriusan, bedaknya nempel, ringan dan menjadikan kulit halus sekali.

Dari pihak Viva menjelaskan bahwa yang harus diperhatikan dalam memilih cosmetic adalah yang paling sesuai dengan jenis kulit kita. Mau tidak mau kita harus cari tahu dulu, berjenis kulit apakah kita? Kering, normal, berminyak? Karena menurutnya, jangan menjadi prilaku konsumtif yang hanya tahu beli-beli saja tapi pikirkan manfaatnya buatmu apa. Wah, jleb sekali ya perkataan dari si Ibu. 

Viva juga menjadi salah satu top brand dari semua produk lokal yang ada lho. Viva tahu betul kebutuhan jenis kulit wanita Indonesia. 

Sekarang mari kita dandan cantik!

Yang pertama bersihkan terlebih dahulu wajah dengan menggunakan Milk cleanser dan face tonic Viva. Caranya oleskan milk cleanser dengan menggosok dari dagu ke atas ke arah luar. Fungsinya agar kotoran terangkat. Kemudian bersihkan dengan menggunakan kapas yang telah diberi face tonic. Untuk mata dan bibir ada pembersihnya khusus dari viva. Kemudian oleskan peeling yang fungsinya untuk mengangkat komedo dan kotoran lainnya. Namun hati-hati jika wajahmu sedang berjerawat, sebaiknya tidak digunakan dulu. Saya pun yang tak berjerawat rada terasa perih sih, namun setelahnya kulit terasa sangat halus dan cling! Enteng dan segar banget. Peeling ini sebaiknya digunakan 1 minggu sekali. Sedangkan Milk cleanser dan face tonic idealnya 3 kali sehari. Karena kulit wajah harus sering dibersihkan setidaknya 3 kali sehari.

Setelah bersih membersih selesai. Kulit wajah pun didempul dengan foundation dari Viva. Jika membersihkan wajah arahnya ke atas, sebaliknya mendempul dilakukan dari atas ke bawah. Dengan cara ditepuk-tepuk, tidak digeser-geser. Wah! Selama ini saya salah berarti, biasa ketika pakai bedak seringnya digeser-geser bukan ditepuk. FYI, foundation Viva benar-benar enteng lho, saya ketika menggunakan foundation ga pernah ada yang betah, terasa berat sekali di wajah, ini sebaliknya, saya suka saya suka! :D

"Kita sedang belajar kelas kecantikan ya bu ibu, bukan belajar dandan. Semua ada tekhniknya."

Saya dibuat tergelak dengan kalimat si Mba. Cara memegang kapas pun ada tekhniknya. Caranya tempelkan dijari tengah dan apit sisi-sisi kapas dengan jari telunjuk dan jari manis.

Menghalis, menggunakan lipstik, eye shadow, dan lain-lain hingga selesai, semua memiliki tekhnik dan ada ilmunya. Keren deh, saya jadi dapat hidayah untuk rajin dandan di depan suami, ihiiir eaaa. :D


Dan tak kalah menarik dari acara ini adalah sesi terakhir yaitu Sesinya sang founder Blogger Muslimah, Novia Syahidah Rais yang menyampaikan tentang Dasar-dasar Menulis Fiksi. Siapa cuuung yang suka nulis fiksi? Sayaa, dulu tapi.

Menurut Mba Novia, Fiksi merupakan sebuah prosa naratif yang bersifat imajiner. Meskipun imajiner sebuah karya fiksi tetaplah masuk akal dan mengandung kebenaran yang dapat mendramatisasikan hubungan-hubungan antar tokohnya. Intinya walaupun bersfat imajier tetap harus logis dan sesuai logika pada umumnya.

Fiksi terbagi menjadi dua yaitu cerpen dan novel. Perbedaan dari keduanya ada pada panjang kata. Jika cerpen tidak lebih dari 10.000 kata, sedangkan novel bisa lebih dari 35.000 kata. Dalam segi cerita dan tokoh pun cerpen lebih sederhana, tidak mendetail seperti novel.

Unsur-unsur fiksi pun terbagi menjadi dua yaitu unsur instrinsik berupa ide, tokoh, alur, latar, sudut pandang, gaya bahasa, pesan, fokus, konflik, klimaks, penyelesaian dan logika. Dan ekstrinsik berupa keadaan subjektivitas pengarang, kondisi masyarakat suatu daerah, berbagai karya seni lain dan sebagainya. Unsur-unsur tersebut harus saling melengkapi satu sama lain. Bersesuaian sehingga memiliki hubungan sebab-akibat. 

Lalu apa sebenarnya modal dasar seorang penulis? Sederhana saja yaitu Mencintai, Membaca dan Latihan menulis itu sendiri. Dari ketiga hal itu jika dilkukan dengan konsisten aka menghaslkan kaakter penulisan yang berbeda sesuai jiwa masing-masing.

Terakhir kami diberikan waktu untuk Wokil alias Workhop Kilat. Yang menuliskan kalimat pembuka menarik, menggelitik 2 paragraph saja di FB yang membuat orang penasaran. Done saya pun melakukannya meski tidak menang :D.

Pulang-pulang membawa cosmetic dari Viva, Gogobli, Gamis dari Margaw dan assesoris lucu dari She Collection. Yeaay!




8 comments:

  1. Nah, jadi ingat lagi cara saya megang kapas sewaktu acara...canggung banget ! :D

    ReplyDelete
  2. Merasa dipuaskan ya, selain dikasih ilmu jg dibagi hadiah

    ReplyDelete
  3. Meski nggak ikutan tapi baca tulisan dirimu jadi nambah wawasan mak..thanks for sharing

    ReplyDelete
  4. Jadi banyak tahu seluk beluk dunia kecantikan ya Mba...

    ReplyDelete
  5. Senang ya acaranya berjalan lacar meski sangat padat. Sampai jumpa ya Shine Fikri, di Meet Up selanjutnya! :-)

    ReplyDelete
  6. pengen ikutan waktu itu sayang saya lagi di Jogja hiks...
    anyway itu hidayah itu bisa turun pas belajar dandan ya wkkwkwk :D dodol ,,??

    ReplyDelete