Friday, July 7, 2017

Amunisi Ramadhan Untuk Si Kecil

 "Kenapa Abi ga mau makan?"
"Kenapa Abi ga mau minum? Ice Cream nya enak lho bi..."

Pertanyaan demi pertanyaan bermunculan dari mulut mungilnya. Fathan 4 tahun sering sekali melontarkan pertanyaan apapun, termasuk ketika Abinya puasa sunah rajab.

Pertanyaan tersebut menjadi warning bagi kami bahwa kami telah menjadi orangtua. Dan itu artinya mendidik anak untuk menjalankan segala ibadah yang diwajibkan tidaklah instan. Harus ada persiapan jauh-jauh hari dan teladan sejak dini.

Baru Ramadhan tahun inilah kami memperkenalkan rukun Islam yang ke-4 yaitu puasa, terutama Fathan sebagai anak yang sudah engeh akan informasi yang disampaikan. Ya, meskipun di tengah jalan kadang terjadi "roaming" namun kami sadari bahwa itulah proses yang harus dinikmati.

Poster Ramadhan Keluarga Kami

 
Lalu apa saja yang keluarga kami lakukan untuk menyambut Ramadhan tahun ini? Ini dia...
  • Perkenalan
Sebelum memasuki Ramadhan, saya dan suami memberikan pengertian pada Fathan. Mulai dari memberikan informasi apa itu Ramadhan hingga membuat kreativitas sendiri dalam penyambutan bulan penuh berkah ini. Yang paling mengena sih ketika memberikan tontonan Upin & Ipin dengan tema Puasa dan Hari Raya. Dari sanalah, mbrudul pertanyaan "kenapa" dari Fathan.

"Mi, kenapa kita harus puasa sih mi?"
"Allah yang nyuruh nak. Allah perintahkan khusus orang beriman. Fathan mau ga termasuk golongan orang beriman yang disayang Allah?"
"Mauuuu"
"Kalau mau, berarti harus puasa ya."

"Kenapa puasa ga boleh makan dan minum, mi?"
"Agar kita bersyukur. Karena banyak anak-anak di luar sana yang ga seberuntung kita lho, yang bisa sesuka hati makan dan minum."

Terkadang terbolak-balik. Mana Sahur mana Buka. Mana yang ketika waktunya tiba harus disegerakan, mana yang harus diakhirkan. 

"Kita sekarang mau sahur mi?" Saat mau berbuka.

"Umi masak apa? Kita kalau mau puasa harus makan yang banyak kan mi?" 

"Nanti saja ah bukanya kan lebih lama lebih berpahala ya kan mi?"

Memperkenalkan tentang puasa secara visual pada Fathan lebih mudah ditangkap dibanding metode lainnya. Jadi memang harus dicari metode yang cocok untuk belajar anak. Karena setiap anak berbeda-beda.

  • Membuat Poster
Agar semakin terasa, kami membuat poster untuk menyambut bulan Ramadhan. Sederhana saja agar Fathan lebih semangat menyambutnya. Mendesain sendiri dan mencetaknya. Saya menempelnya di depan pintu rumah. Meskipun Fathan belum bisa baca, karena saya bacakan berulang, jadilah ia engeh bahwa poster itu dikhususkan untuk menyambut bulan Ramadhan.

Dari pesan poster ini pula Fathan jadi semangat dan keinginannya semakin kuat.
  • Berproses Dan Tentukan Target
Kami sadari menahan haus dan lapar tidaklah mudah untuk anak-anak. Proses belajar harus dimulai dari from zero to hero. Tahapan itu dimulai dari belajar puasa setengah hari, meskipun kenyataannya Fathan puasa-buka-puasa-buka terus dalam 1 hari, tidak masalah, balik lagi bahwa tidak ada yang instan di dunia ini. Ketika dia lapar mesti minta buka dengan segala macam alasan dan rayuan tingkat dewa 😂

Kendala lainnya yaitu tergoda dengan Nusaiba (adiknya, 2 tahun) yang belum kami ajarkan puasa. Ketika Nusaiba minta makan, Fathan lirik-lirik makanannya. Kemudian minta
"Eits kan Fathan puasa."
"Hehe, sedikit boleh ya mi?"
Hadeuh... 😅

Saya iyakan dengan syarat puasa besok harus lebih baik lagi dari hari ini. Target yang tidak muluk untuk anak saya rasa.
  • Bercerita
Mengajarkan anak secara teori ini dan itu hanya membekas dalam hitungan hari. Namun dengan bercerita tentang masa kecil orangtua ketika Ramadhan menjadi pilihan jitu agar anak dapat meniru yang baik dan meninggalkan yang buruk. Karena banyak sekali cerita kenangan bersama Ramadhan dulu. Dari mulai pura-pura kumur-kumur padahal airnya sedikit diteguk untuk menghilangkan haus kemudian ingat kata Bapak kalau Allah Maha Melihat akhirnya berdoa "Ya Allah ga sengaja ya Allah, airnya keminum." haha

Cerita tentang terawih yang sangat meriah disambut dengan penuh antusias anak-anak kampung. Orangtua terawih, saya dan teman kecil lainnya malah kabur, lari-larian, balik lagi ketika shalat witir. Banyak sekali cerita-cerita seru yang saya sampaikan pada Fathan. Fathan sampai terbahak ketika saya ceritakan kejadian lucu saat Ramadhan dulu. Kalau Nusaiba sih dengernya masih sambil lari sana sini.

Dari bercerita ini pula timbulah motivasi untuk anak. Bahwa mereka harus lebih baik dari  Ibu/Bapaknya.

  • Mengajak anak Tarawih
Yang sangat berkesan saat Ramadhan adalah ketika berbuka dan shalat Tarawih. Apalagi jika dilakukan di Masjid. Buka puasa pasti jadi terasa nikmat walaupun dengan hanya 3 butir kurma atau 1 gelas es buah, rasanya sangat istimewa. Begitu pun Tarawih, saya usulkan agar Fathan selalu ikut bersama Abinya. Awalnya deg-degan takut jika Fathan ngerengek minta pulang. Sesampainya di rumah, saya sambut dengan antusias.

"Assalamu'alaikuuum... Anak shaleh nangis ga? minta pulang ga? ikut shalat kah?"

Dan Alhamdulillah jawabannya melegakan dada. Yang akhirnya Fathan ketagihan untuk ikut Tarawih bersama Abi.

Saat Tarawih anak belajar sabar untuk tidak ribut dan menunggu sampai selesainya shalat. Dari tarawih pula anak jadi tahu makna silaturahim. Karena biasanya, seusai shalat, doa dan diakhiri dengan bersalam-salaman sambil bershalawat. Dari sanalah timbul rasa persaudaraan, sehingga moment tarawih yang 30 hari itu pun bisa terisi dengan saling mengenal dan bercengkrama.

  • Reward
Hadiah ini bisa berupa apa saja yang anak sukai. Fungsinya sih agar si anak tertantang untuk bisa berpuasa. Namun satu hal yang harus disadari, sebagai orang tua, kita wajib memberi arahan bahwa hadiah sifatnya hanya apresiasi saja, sebagai wujud kasih sayang orangtua terhadap anaknya. Karena dalam beribadah, ikhlas-lah yang menjadi ruhnya. Meskipun masih anak-anak, justru dari semenjak dinilah diarahkan untuk paham hakikat ibadah.

Dan pada suatu hari...
"Fathan hari ini ga usah puasa saja ya?"
"Ga mau ah mi."
"Lho, kenapa?"
"Takut Allah ga sayang lagi sama Fathan."

Nyeeesss rasanya... Goalsnya sudah dapat, Alhamdulillah... Yup, jangan salah, anak justru lebih pintar cara berpikirnya dibanding yang kita duga.

  • Sabar & Selalu Ceria
Siapkan sabar yang banyak! Dan tampilkan wajah ceria ketika berpuasa. Karena puasa bukan sebuah beban melainkan bonus yang harus diupayakan dalam menjemputnya. Dengan begitu anak akan menilai bahwa puasa merupakan ibadah yang menyenangkan.

Sabar ini merupakan pintu dari segala pintu yang ingin kita tuju. Sabar tidak berarti pasrah. Dalam makna lebih luas bisa diartikan legowo jika segala usaha yang kita lakukan belum berbuah manis sesuai dengan yang kita harapkan. 

Selayaknya anak yang sedang bersabar belajar puasa. Orangtua pun perlu banget untuk terus bersabar. Sabar pada pukulan pertama. Dengan tidak marah, tidak membentak, tidak egois hanya ingin didengarka tapi tidak mau mendengarkan. Misalkan ya seperti kendala-kendala anak tantrum dan lain sebagainya. Jangankan anak, orang dewasa saja mood-nya sering berubah-ubah, ya kan? Apalagi dengan tiga anak yang masih balita dan usia anak ketiga masih 1 bulan.

Capek? Tentu saja! Itu sebabnya perlengkapan penunjang dalam merencanakan Ramadhan Ceria bersama ketiga balita penting banget untuk dimiliki. Apa saja amunisi tersebut? Simak yuk!

1. Bouncer 









Sugar Baby Rainbow Forest Premium 10 in Bouncer
Warna : Biru
Fungsi : Tempat bermain anak
Harga : Rp. 418.000,-

Saya butuh untuk menemani sang bayi ketika saya harus masak atau menemani 2 balita bermain. Dede bayi bisa santai kayak di pantai dengan bouncer-nya yang lucu ini.

Alasan saya memilihnya sederhana saja, cocok untuk bayi 0-3 tahun. Mampu menampung dengan berat 20kg. Selain itu keungulan lainnya adalah dilengkapi dengan bantal anti peyang, 3 buah mainan. multi fungsi (bisa disulap menjadi seat, bouncer dan rocker) dan ada musiknya pula yang berisi 8 melody yg memang diperuntukan untuk si kecil. Warna dan desainnya pun lucu sesuai karakter anak-anak.

Alasan lainnya? Alasan klasik para ibu-ibu irit 😎. Sedang promo yaitu dari 535 ribu menjadi 418 ribu. Iya dengan 10 in 1-nya bouncer ini termasuk murah dan dari merk-nya pun sudah tidak diragukan lagi. 

Dengan kehadiran bouncer tersebut, saya tidak perlu bulak-balik kamar ketika sedang beraktivitas di luar. Bayi tetap bisa dibawa dan diletakan pada bouncer, sementara saya melakukan aktivitas dengan penuh ketenangan. 

Para Kakak pun bisa sambil ngasuh ketika waktu ngabuburit tiba. So helpfull.

2. Diaper atau Pospak



 Goo.N Excellent Dry Size S44
Fungsi: Popok Si Kecil
Harga : Rp. 70.000,-


Popok sekali pakai merupakan barang yang wajib dimiliki oleh para orangtua yang memiliki anak. Kalau para ibunya santai seperti anak baru 1, full IRT tidak memiliki pekerjaan lain di rumah serta ada asisten, mungkin saja termasuk kategori ga penting. Namun sebaliknya jika seperti saya, anak banyak, freelancer juga yang kadang diuber-uber deadline, mau tidak mau benda ini wajib dimiliki.

Dan yang saya rasakan ketika bayi dipakaikan diaper malah justru tidurnya pulas dibanding kedua kakaknya dulu yang tidak dipakaikan diaper ketika bayi.

Jadi, saya bisa leluasa mengajari sang kakak puasa dan segala ibadah lainnya. Lalu alasan saya memilih 
Diaper Goo.N yaitu cocok untuk kulit si kecil yang sensitif. Anti bocor dan menyerap banyak. Kulit si kecil juga selalu kering sehingga ga mudah iritasi. Beli di sini murah banget Excellent Dry isi 44 cuman 70 ribu, di toko lain biasanya harganya ratusan dengan isi 44. Kalau begini sih saya girang banget

3. Tissue Basah

Mitu Baby Isi 55 Sheet
Warna : Pink
Fungsi : Membersihkan Kotoran Badan
Harga : Rp. 20.000,-

Pospak dan tisu basah merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan, menurut saya. Para ibu yang memiliki anak pasti paham mengenai hal ini. Kegunaannya banyak baik untuk membersihkan pup maupun memberishkan anak-anak yang belepotan. Menguras tenaga juga kan jika setiap kali anak kotor harus bolak-balik kamar mandi? Jadilah saya pilih yang praktis.

Saya memilihnya karena aman untuk kulit anak yaitu dengan memperhatikan ada tidak adanya kandungan alkohol. Pilihan pun jatuh pada tisue ini. Dan lagi-lagi, harganya sedang promo, buy 1 get 1 free, yeaay!

4. Minyak Kayu Putih 

Kayu Putih Cap Lang 210ml
Fungsi : Menghangatkan badan
Harga : Rp. 63.000,-


Kalau ini andalan banget. Sehabis mandi, pasti anak-anak dipakein minyak kayu putih. Biar ga masuk angin. Tahu kan kalau anak rentan masuk angin dikarenakan kulitnya yang tipis. Jadi saya memilihnya memang kebutuhan banget. Dan kebetulan harganya pas  lagi promo. Dari 74 ribu jadi 63 ribu. Itu untuk ukuran yang jumbo lho, yang paling besar. 

Bisa berhemat plus-plus. Juga mendukung untuk kelangsungan keceriaan Fathan selama berpuasa, agar perut ga mudah kembung.

5. Madu


Madu Syamil Madu Lengkap Si Buah Hati
Fungsi : Nutrisi anak
Harga : Rp. 19.000,-


Untuk anak yang baru pertama kali mengenal puasa. Amunisi ini penting banget untuk jaga tahan tubuh anak semasa berpuasa. Kebetulan memang Fathan sangat suka sekali dengan madu. Selain manfaatnya yang banyak, Fathan juga suka dengan rasanya. Madu ini juga dilengkapi dengan sari kurma, zaitun, habbatusauda, Propolis, Omega 3, Curcuma dan vitamin C yang mendukung staminanya selama berpuasa.

Pas banget deh madu ini untuk diminum saat sahur dan berbuka.

Itulah amunisi yang saya butuhkan untuk anak selama Ramadhan. Saya pun memasukannya ke dalam keranjang belanja, login, pilih pengiriman kemudian bayar. Tidak lama, notifikasi pun muncul melalui SMS. Setiap ada update pengiriman akan ada notifikasi melalui SMS. Jadi tidak perlu repot lagi mengeceknya di website. 

Selang beberapa hari, barang pun sampai dengan selamat. Anak-anak happy ketika pak kurir mengantarkan bingkisannya dengan rapih. Menyambutnya dengan wajah ceria.

Ketika dibuka? Alhamdulillah, semuanya sesuai ekspektasi. Tidak mengecewakan sehingga semuanya dapat langsung digunakan.


Sebagai Ibu Rumah Tangga, saya bersyukur sekali dengan kemudahan berbelanja di Elevenia, apalagi saat menyiapkan Ramadhan seperti ini, pilihannya banyak, banyak promonya dan yang paling penting para seller yang amanah sehingga tenang untuk berbelanja.

Semoga tahun depan, Fathan bisa lancar dan full puasanya, menjadi teladan adik-adiknya, dengan amunisi berbeda dari Elevenia tentunya. Do'akan ya 💓

4 comments:

  1. fathan hebat yaa.. aaamiin, mudah2n doanya diijabah Allah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin tante, makasih doanya ya 😘

      Delete
  2. Amin, Fathan semoga jadi anak yang sholeh dan berbakti pada Orangtua ...
    Harus dikenalkan / edukasi sejak dini, namun dengan porsi yang berbeda pula

    ReplyDelete
  3. belanja di elevenia sangat membantu ibu2 yang gak punya banyak waktu buat hunting berjam2 di mall ya mak, dan yg pasti komplit mau beli apa aja ada

    ReplyDelete