Saturday, April 15, 2017

#CantSmileWithoutYou, My Syai


Dulu saya sering sekali mengidolakan banyak teman entah itu kakak kelas, adik kelas bahkan teman sekelas yang memiliki prestasi tinggi. 

Saking gampang kagumnya, seorang teman sempat kesal dan berucap : “Ah lu Shine, ke si A ngefans, ke si B ngefans, ke siapa aja ngefans. Biasa aja kali. Setiap orang punya keunggulan masing-masing. Termasuk elo.” Katanya makjleb.

Semenjak itu, saya tidak pernah mengidolakkan siapapun. Kagum sih iya, tapi sampai ngefans dan menyebut-nyebut namanya? Ga!hihi...

Bahkan sejak mau menikah, saya hanya kagum biasa saja pada calon suami saya itu. Terpesona? Ga! Naksir? Ga! Jatuh Cinta? Boro-borooo :D


Lha, gimana orang pertama kali ketemu. Siapa dia, saya pun belum tahu. Hanya karena identitasnya kuliah di universitas bonafid dan pernah ikut olimpiade saja yang membuat saya yakin *lha? Aneh kan? Saya pun :D

Sehari ketemu, setelah itu lamaran dan 3 bulan kemudian nikah. Amazing banget kaaan? Bahkan saya saja tak menyangka bisa berjodoh dengannya. Kok bisa ya? Sekarang sudah mau anak 3. Aduh, ini benar-benar rahasia Allah deh.

Hampir 5 tahun pernikahan, Ia menjadi sosok yang paling menyebalkan sekaligus ngangenin kalau lagi ga ada. Apalagi ketika moment LDR. Perannya sangat terasa dalam dunia saya.

Ia yang selalu membantu tanpa diminta. Mencuci, nyapu, ngepel bahkan memasak ia lakukan dengan enteng saja. Dibanding saya? Masakannya lebih jago, saya mah lewat dah, wkwk...

Ketika LDR, tukang sayur pada nanya :
“Si Abangnya kemana teh?”
“Lagi keluar kota, bu...”
“Oh, pantes. Biasanya dia yang belanja sayur.” Kata si ibu tukang sayur. Bukan hanya si ibu, abang-abang tukang sayur yang lain pun sering kali bertanya tentangnya. Jika saya yang belanja justru mereka merasa “aneh”. 

Sempat sih saya diomelin abis-abisan oleh teman dekat saya :
“Parah banget lu, Shine. Kok bisa-bisanya nyuruh suami beli sayur.”

“Lhaaa, aku ga pernah nyuruh. Orang dianya aja yang senang belanja.”

Iya, Si Doi memang senang belanja keperluan pokok. Kalau Ia sudah belanja, apa saja dibeli dengan dalih untuk ‘stok’, katanya. Jelaslah, para tukang sayur bahagia jika Ia yang belanja. 
Beda hal dengan saya yang kalau belanja pake perhitungan. Paling banter abis 30ribu. Beli ikan sama sayur, sudah capcus pulang. Gimana ga ngangenin coba si Abang di mata tukang-tukang sayur ini? Ahaha...

Dan lagi, bukan hanya itu. Ia memiliki jiwa mental kaya. Dalam artian baik sama siapa saja. Ga pelit, ya bisa dibilang dermawan gitu deh. 

Ketemu aki-aki di mesjid, ngobrol-ngaler-ngidul, diajak ke rumah si aki. Prihatin dengan si Aki, ia pun memberikan apa saja yang ia punya. Jika adanya uang 100ribuan dikantong, ia ga segan-segan untuk memberikannya.

Dari Ustadz sampai tukang penyeum (tape) yang jualannya bapak-bapak tua pun mengenalnya. Bahkan, saya merasa terganggu (kadang-kadang), risih dengan teriakan si bapak tua, ketika pagi-pagi buta sudah teriak-teriak dari kejauhan menyebut-nyebut namanya :

“Aaaaaaaammmm, Tapeeeee... Aaaam Tapeeeee...”  (nama suami Syaibathulham, panggilan 'Aam')

Kalau suami sedang tidak ada di rumah, saya sering tak gubris panggilannya. Lagian, ga pengen juga makan Tape tiap hari. Namun, beda hal. Jika suami sedang ada di rumah, si doi pasti nyari-nyari uang dan keluar rumah sembari bawa piring. 10ribu dapat banyaaak. Dimakan? Kagak! T.T

Paling dicuil-cuil sedikit. Abis itu, sisanya dikasi ke tetangga atau diberikan ke siapa saja yang kira-kira pasti dimakan. 

Awal-awal menikah, terkaget-kaget dengan sifatnya yang dermawan itu. Ia belain bantu siapa saja yang minta pertolongannya meskipun itu bisa merugikan bagi dirinya sendiri. 

Saya kadang berpikir, kenapa ya teman-temannya itu ngehubungi suami ketika ada masalah/ada perlunya saja? 

Jangan berkecil hati jika orang lain hanya mengingat kita saat butuh pertolongan, saat susah, tapi  cuek bebek jika tidak butuh, sedang enak, seolah tidak kenal lagi. Karena dengan demikia, sebenarnya malah keren, kita dianggap seseorang yang amat penting dalam hidupnya. Kita adalah solusi, sedangkan dia adalah masalahnya.” –Ter Liye

Jleb! Quote Tere Liye tersebut membuat saya teringat dengan si Abang yang selalu menjadi solusi bagi siapa saja yang butuh bantuan. 

Tapi ya begitu, terkadang kebaikan suami malah justru dimanfaatkan oleh sebagian orang.

Pernah suatu waktu saya bertanya padanya : “Kenapa sih kamu baik banget pada semua orang? Sedangkan kita sendiri kerap kali jadi korban?”

Jawabannya pun membuat nyeeess : “Kamu tahu kan sapi? Sapi itu kan besar. Tapi isinya apa aja? Ada tulang, ada kotorannya dan dagingnya pun hanya 1/3 saja. Begitupun kita. Ada hak-hak orang lain dalam harta kita.”

Aaaakkk, I can’t smile without you, dear... Logis banget prinsip kebaikan yang ia genggam. Itulah sebabnya saya selalu tersenyum dengan kebaikan-kebaikan yang ia ciptakan.

Dengan segala kebaikan yang ada padanya, tentu saja ada hal yang menyebalkan. Termasuk soal kesehatan, karena dunia tak seindah drama. Apalagi saat melihat si Doi meringis, menahan sakit karena sariawan.

Duh, ga tega deh kalau melihatnya kesakitan begitu. Jadi lebih banyak diam, makan pun jadi ga nafsu. Iya, biasanya kekurangan minum dan vitamin C menjadikan sariawan tumbuh di tempat-tempat seperti lidah dan bibir. 

Lalu bagaimana solusinya? Biasanya saya menyediakan obat yang rasanya pun bikin tambah meringis. Memang langsung berkhasiat sih namun menahan nyerinya itu lho, ampuuun...

Tapi itu dulu, saat saya belum menemukan obat sariawan yg nyaman dan tidak perih. Apa itu? Yup, namanya Aloclair Plus dengan kandungan Aloe Vera dan asam hialuronat mendukung terjadinya proses penyembuhan yg alami dari jaringan yg mengalami kerusakan. 


Dari meringis sampai pulih tersenyum seperti sedia kala, si Doi tidak mengalami jejeritan karena perih. Jadi lega deh.. Seriusan tidak perih!

Btw, sudah pada tahu kan Sariawan itu apa? 
Yuk, kita cari tahu tentang Sariawan yang suka bikin meringis dan membuat siapapun jadi males senyum karenanya!

Sepertinya hampir rata-rata setiap orang pernah mengalami ya? Baik dalam skala sedang maupun sariawan yang parah. Biasanya jika lalai diobati, malah akan merembet menjadi luka besar dan bertambah. Kalau sudah begitu, aktivitas yang mengandalkan daerah mulut pasti terganggu. Boro-boro mau senyum, yang ada malah manyun terus-terusan.

Lalu, apa ya kira-kira Penyebab dari Sariawan?
Tuh, jelas kan? Kebersihan mulut yg tidak terjaga bisa menjadi faktor utama terjadinya sariawan. Dan, selalu ingat kan pasti dengan slogan : "Kamu adalah apa yg kamu makan.", jadi faktor makanan juga bisa menjadi salah satu faktor terjadinya sariawan.

Kalau sudah tahu penyebabnya, apakah Sariawan Dapat Dicegah?
Bisa banget! Dengan cara berikut ini
Gimana? Masih enggan gosok gigi? Hehe... Apapun,sebenarnya bisa diupayakan ya, kalau kita mau sedikit usaha. Pada akhirnya kan tetap kita juga yg merasakan betapa perih dan sakitnya ketika sariawan hadir...

Jika semua sudah diupayakan namun tetap saja sariawan, bagaimana? Adakah obat yang tepat?

Saya kembali rekomendasikan Aloclair plus. Dengan 3 varian berbentuk Oral Rinse, Gel dan Spray. 

Mau tahu lebih lanjut keunggulannya? yuk cari tahu di Facebook Aloclair Plus

14 comments:

  1. Hihihi, suaminya romantis yah mbaa :) seneng bacanya

    ReplyDelete
  2. Dengan adanya Aloclair saya tertolong banget karena jadi bisa mengobati sariawan tanpa perih.

    ReplyDelete
  3. Acieeeee shineee kata-kata ini nampol banget...."Aaaakkk, I can’t smile without you, dear."

    ReplyDelete
  4. Mashaallah.
    Rejeki, mba Shine.

    Semoga Allah memberkahi setiap rejeki mba Shine dan kluarga.


    *jadi koreksi ke diri sendiri.
    Sudahkah saya bersedekah hari ini?

    ReplyDelete
  5. Suamiku juga suka belanja sayur mesin gak sering sih, aku suka kalau dia belanja banyak dan lengkap hihi...Jadi terbantu deh kita cuma beli pelengkapnya aja

    ReplyDelete
  6. Senangny smp prhatiin mndetail... yg d rmhku sk sariawan pak suami n ank lk... noted infny

    ReplyDelete
  7. Hahahha sama, suamiku jg bh sering belanja. Biasanya abis pulang subuhan. Kalau aku belanjanya siang jam 9 pas udah pd abis :P

    ReplyDelete
  8. Seneng ya mba kalo suami ga gengsian. Alhamdulillah suamiku juga ga segan2 nolongin..

    ReplyDelete
  9. Sama... suamiku jago masak trus biasa belanja di pasar sampai punya langganan ibu-ibu penjual ayam. Kalau aku yang beli ayam, si ibu pasti deh cariin pak suami

    ReplyDelete
  10. Aih, Mbak Shine bikin baper para jofisa nih ><

    ReplyDelete
  11. Setuju sama mba Hafidza Cumlaude, Baca artikel ini jadi bikin baper.. hhe

    ReplyDelete
  12. Aku kira sariawan cuma disebabkan kalo kegigit aja, ternyata kebersihan mulut jg bs jd faktor yaa

    ReplyDelete
  13. Wah enak banget suamimu pinter dan suka belanja sayur, Mbak. Kalo suamiku paling nemanin aja sambil bawain belanjaannya.

    ReplyDelete