Tuesday, January 5, 2016

Tentang 2015

Bismillah...

Hi Blogger, sudah 2016 ya? Deuh, saya kemana aja? Ada, hanya saja ketika ingin nge-blog ada saja halangannya, xixi... Baru buka kompi, krucil pada bangun, baru mau nulis krucil rusuh, hadeuh, sampai kapan ya? Sampai masanya tiba pasti. Ah tenang, hanya sebentar kok, paling ketika krucil sudah dewasa, akan ada kalimat yg terucap : "Subhanallah, baru kemaren kalian lahir. Subhanallah, baru kemaren kalian tertatih-tatih berjalan." Dan takjub lainnya yang akan membuat diri seolah tak percaya. Trust me!

Ok.
Lalu?

Ya seperti waktu yang sekarang telah genap menginjak tahun 2016. Perasaan baru saja kemaren 2015, baru saja milad yg ke-26, sekarang sudah 2016? Itu artinya sebentar lagi saya akan merangkak menuju 30, oohhh Nooo, tua banget ya? hehe... Sebenernya ga masalah sih dengan usianya, hanya saja apa kabar karya yang telah dihasilkan diumur yg sekian-sekian? *tutupmuka...

Malulah rasanya kalau bicara karya. 2015 benar-benar nothing karya. Hanya 1 buku yg terbit, itupun antologi, itupun udah syukur banget :D :P

Hanya ini saja? -,- . Mau tau isinya? Grab it fast on your bookstore


Eh ada denk, 2 postingan job review ketika HarBOlNas kemaren,hihi... Alhamdulillah :D

Ehm, Karena di 2015 saya lahiran anak yg kedua, di 2015 pula saya harus berjuang melawan ego agar mau seutuhnya menjadi IRT yg tulus, penuh kasih sayang, ekstra sabar dan tak mengeluh... Berat? Tentu! Mana ada perjuangan yg dilakukan dengan leha-leha jaya? Dan kurangnya ilmu parenting menjadikan saya terus bersemangat belajar tentang parenting. Walaupun tak menghasilkan karya dengan ilmu tersebut, setidaknya saya sudah berkarya nyata mengaplikasikannya dikehidupan rumah tangga ini. Bukankah sebaik-baik ilmu adalah yg diamalkan? Yippie..

Di 2015 pula, saya harus kehilangan orang yang paling saya sayang di dunia ini, orang terdekat saya, sosok yang paling asyik diajak curhat, bertukar pikiran, berdiskusi, bercanda, menertawakan kehidupan(juga kesusahan), best partner ever, Bapak, 25 Agustus 2015. Saya ingat benar kejadian tersebut dan saya merasa tak ada mimpi seburuk ini seumur hidup saya. Setiap kenangan adalah candu tentang rindu, setiap nasehatnya adalah doa mengangkasa yg menyayat jiwa, Bapak,, harus pergi secepat itu. Tak pernah disangka! Jika saja tak ada orang-orang pilihan yg diutus Allah untuk menguatkan imanku, entah apa kabar!

Hufffhh, sakit yg menyesakkan dada bila menyadari ini, biarlah menjadi penguat dan bukti bahwa Bapak benar-benar orang istimewa! I Love you, Bapak... Lapangkan, Terangi, Mulyakan Kuburnya, ya Rabb dan masukkan Ia kedalam golongan orang-orang yang Engkau Ridhai iman islam taqwanya, aamiin...

What's next?

Rasanya tak ada yg lebih pantas untuk dishare tentang mimpi kita kecuali diary, teman seperjuangan dan todo list yg harus konsisten terlaksana... 

Semoga Allah mudahkan mimpi-mimpi kita ya, teman...
Dan semoga 2016 ini kita bisa gemuk karya dalam artian luas dan sebaik-baik karya, aamiin...

Do'aku untuk kita semua :)


7 comments:

  1. apa kabar...lama ga bersua nih...hehhee.satu buku ya udah baguslah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba faniii, Alhamdulillah baiik :)
      Iya ni mba, kangeeen *peluk.
      Ehm, 1 buku kroyokan lebih tepatnya :), iya disyukuri aja :D

      Delete
  2. Aamiin, semoga semua bisa terlaksana, ya? ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin, terimakasih mba nisaaa :)
      terimakasih juga sudah difollow.
      Salam hangat *peluk

      Delete
  3. BTW, sudah follow blognya, ya? ^^

    ReplyDelete
  4. BTW, sudah follow blognya, ya? ^^

    ReplyDelete