Wednesday, December 2, 2015

5 Guru Kecilku

Bismillah 

Sebenarnya sudah lama sekali saya berniat untuk memprint tulisan-tulisan parenting mba Kiki Barkiah diblognya. Untuk pengingat, kalau-kalau suatu waktu tensi saya naik karena ulah krucil, ahaha…

Dan ternyataaa, teman menawari bukunya. Wow, tanpa pikir panjang, saya langsung memesannya.

Dari Mbah Google, au kenapa dari tadi USB-ku ga bisa connect -_-"


Alasannya, simple sih, semenjak tahu tentang the Kiki Barkiah dan baca tulisannya, saya jatuh hati, hehe… Sukaaa..

Mungkin banyak pula yg memiliki banyak anak tanpa pembantu, semua terkendali dengan baik.

Tapi tak banyak yang bisa menuliskannya seperti the Kiki Barkiah.

Jujur, saya terkagum-kagum dengan semua actionnya yang dituliskan dalam buku tersebut. Bukan hanya teori, namun semua kejadian ditulis sarat makna dan penuh hikmah secara case by case.

Saya sampai hafal dan tahu kepribadian anak-anaknya dari cerita-cerita tersebut. Ali si Sulung yang digemari, Shafiyah si pemalu yang keibuan, Siddiq si aktif yg cerdas, Faruq si kakak yg sedang cemburu-cemburunya dan si kecil yg saya lupa namanya, wkwkwk (males liat buku). Mencocokkannya dengan kasus Fathan – Nusaiba (duo krucil yang sedang hot-hotnya saling cemburu) dan meniru satu dua problem solving yang teh Kiki suguhkan. Karena cemburu itu tanda cinta. Sering, ketika saya nga-ASI, Fathan teriak-teriak dikuping dedenya, mengganggu dedenya yg sedang anteng main, mukul, cubit dan adegan cemburu lainnya. Yang bikin hati saya terkejut-kejut. Dan benar, kata teh kiki, anak bisa diberi pengertian kok dan Alhamdulillah sih sedikit-sedikit Fathan nya ngerti, hihi, meski kadang kambuh-kambuhan. 

Selain penuh akan hikmah dan teladan, buku ini ditulis dengan jujur dan tulus dari hati. mungkin masih ingat dengan seorang bijak berkata : Sesuatu yang datangnya dari hati akan jatuh pula ke hati. 

Yup, saya mengamininya. 

Kekonsistenan teh kiki dalam menerapkan peraturan, pendisiplinan, pembentukan karakter anak, patut diacungi jempol karena tak banyak dari kita bisa memilihkan apa yang terbaik untuk anak ketika anak merengek bahkan tantrum menginginkan hal diluar batas yg telah kita sepakati. Karena betul, kasih sayang itu bukan menuruti apa yang anak mau namun lebih kepada memilihkan apa yg terbaik untuk anak.

Semuanya memang  butuh proses (dalam hal apapun), termasuk dalam mendidik anak yang tak pernah ada pendidikan formalnya.

Saya yang background IT, berpikir statis, jika tidak A maka B, telah terbentuk dengan hal-hal pasti, dihadapkan dengan anak-anak yang subhanallah Luar Biasa Istimewa,, aktif luar biasa, semakin ditegur semakin sengaja merajalela. Terkadang keluar dalam batas waras, kemarahan yang memuncak yang akhirnya berujung penyesalan. 

Namun belum terlambat untuk berubah bukan? Dengan ilmu semuanya terasa lebih mudah. Tak perlu ada drama-drama lagi dalam keseharian. Baca, renungi, resapi, terima dengan penuh kesadaran, amalkan. 

Tahan marah, tahan marah! La taghdab walakal jannah. Selalu diakhiri dengan Surga, apa saja yang berhubungan dengan kesabaran.

Ujian para ibu ya begitulah, namun ada kebahagian ketika melihat hasilnya sedikit demi sedikit anak mengalami perkembangan yang luar biasa.

Ya, akhirnya saya hanya bisa berkata Ibu hebat untuk anak yang hebat, anak hebat terlahir dari seorang ibu yg luar biasa... SABAR!

The best parenting book I’ve ever read.
Kudu Baca!

Salam
Emak NuFa

Repot urusan anak diusia dini itu pasti…

Repot urusan anak di usia dewasa itu pasti…
Ada yg salah.

Repot urusan anak di negeri akhirat itu pasti…
Merugi, (Hal 158)



4 comments:

  1. huaaaaaaaa,, kayak ditampar ini maahh, Tahan Marah tahan marah nyaa... hiikkss, pinjam bukunya dunk Shine :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Xixixixi mba diaaaah :*
      Sini sini ambil ke Depok :p

      Delete
  2. Tahan marah alias sabar berbuah surga yaaa ;-)

    ReplyDelete