Sunday, January 5, 2014

Pemahaman

Bismillah...

2014 apa kabar? hehe... Sudah siapkah kita berpacu dengan melodi? Radio kali :p. Ga kerasa ya waktu berjalan dengan cepatnya. Bukan cepat sih sebenarnya, perasaan saja yang bilang demikian. Yup, perasaan. Ngomong-ngomong masalah perasaan, barusan tetanggaku abis curhat habis-habisan. Sebenarnya sih masalah privasi, masalah rumah tangga dia, ngeri! Tapi, mau gimana sebagai tetangga yang baik aku mencoba untuk setia, ckckck (apaaa coba).

Berceritalah ia...

"Aku tuh keseeel banget sama suamiku, dia kan bukan tukang ojeg ya mba. Bo ya kalau jalan tuh ngobrol gitu, atau misal pegangan tangan, ga ada inisiatif banget. Aku mah kadang ngiri lihat suami istri kalau di mall2 bergandengan. Kita? Boro-boro, naek eskalator aja masing-masing, beda tangga. Dia di depan, aku di belakang. Gimana ga marah-marah mulu coba? Errrr... " Bertaring.

Aku diceritain begitu bukannya empati atau paling enggak pura-pura simpati gitulah, malah ngakak sejadi-jadi.

Serius? 
What? 
Masa Sih?

Ya ampuuun, jangan mau kalah sama yg belum halal donk bun, kataku kemudian. *Ups!

Iya, memang kadang suami (ga semua) rata-rata begitu, ga peka terhadap apa maunya istri. Terlalu cuek, ga berperasaan abis-abisan :P. Tapi itu bukan type suamiku lho yak, wkwk siapaaa pula yg tanya.

Karena menikah itu ibadah dan ibadah itu sering kali banyak ujiannya maka dengan berijab kabulnya kita di depan para saksi dan Allah, itu sebuah tanda komitmen kita bahwa kita menerima apa adanya suami/istri kita. Ya memang begitu tabiat suami kita, terus mau diapain? Ia dicipta untuk lebih memakai logika. Mungkin menurutnya tak ada masalah dengan tabiatnya itu. 

Udah bun, ga usah misuh-misuh, ga ada manfaatnya, yg ada capek sendiri, selow aja :). Cara terbaik untuk merubahnya adalah dengan berkomunikasi, berikan pemahaman bahwa kamu sebagai istri inginnya blablabla biar ga garing dan selalu sakinah, serta satu hal berikan kepercayaan padanya bahwa dia mampu menjadi suami idaman, hihi... Ayo bun, support teruuus!!! ^.^

SAMARA selalu ya bunda, aamiin
*udah kayak nulis di majalah :D :P

3 comments:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  2. yang penting suaminya kan nggak macem2, bunda :) => ngomong ke temennya Nur :p

    ReplyDelete
  3. Kepedulian Kepada Sesama

    Sudah Banyak Kita Melihat
    Tapi Semua Terasa Sirna
    Sudah Banyak Kita Mengerti
    Tapi Sedikit Yang Kita Pahami

    Kemilau Harta Melimpah Ruah
    Justru Hati Kian Gelisah
    Hanya Orang Suka Bersedekah
    Hidup Jadi Makin Barokah

    Harta Hanyalah Titipan
    Pada Saatnya Pasti Dikembalikan
    Mengapa Tidak Dikeluarkan
    Agar Hidup Terselamatkan


    <<=0=>>

    Bank DKI => Kode : 111
    No Rek : 50323030085
    a/n : Setiawan Budiarto

    ReplyDelete