Friday, December 9, 2011

Melibas Si Marah

Marah? Sebuah kewajaran bukan? Karena toh fitrahnya manusia diberikan nafsu berupa marah, mengkel, ga enak hati, dll.

Yang jadi masalah adalah bagaimana cara kita memanaj kemarahan itu sehingga tidak menjadi marah yang salah. Emm, memangnya ada marah yg benar Shine? Bukankah hidup terlalu berpacu pada benar dan salah? Maka boleh dunk aku mengatakan jika marah ada yg salah dan benar;)

Dan untungnya, ketika hati mulai tersundut api, ada begitu banyak teman yang selalu mengalirkan gletser gunung es. Syukurku panjatkan, ya Rabb! Atas anugerah teman, sahabat, saudara yang begitu istimewa. Hingga bara bernama api itu hilang tak bersisa, yang ada hanya kedamaian dan kelapangan dada, Alhamdulillah…

Seperti salah satu pesan temanku yang dirasa sangat mendamaikan jiwa…


Bahkan Mario Teguh pun seolah menasehatiku dalam statusnya…

Engkau yang sedang marah, … sudahlah …

Janganlah kau teruskan memarahinya,
yang sesungguhnya sudah tahu bahwa dia salah.

Bukankah penyesalannya sudah cukup menyiksanya?

Apakah engkau menjadi lebih mulia
dengan membuatnya merasa semakin rendah
dan terluka dalam penyesalannya?

Apakah dunia ini menjadi lebih baik
denganmu yang marah tanpa arah,
dan dia yang meminta maaf kepadamu
yang tanpa rasa kasihan?

Sudahlah …

Lembutkanlah hatimu, dan lihatlah dia dengan kasih sayang.

Ingatlah,
suatu ketika nanti engkau akan juga berada
dalam keadaan yang sama.
Dan engkau akan tahu rasa dari penyesalan
dan permintaan maaf yang ditepis seperti lalat yang kotor.

Sudahlah …

Berkasih sayanglah. Damaikanlah hatimu dengan memaafkannya.

Dan dalam tangis yang bersulam tawa kecil,
dan dalam senyum haru yang berlelehkan air mata,
lupakanlah masa lalu,
hiduplah sepenuhnya hari ini,
dan jadilah pribadi yang sehat, damai,
dan bernafas lapang
menyambut semua kemungkinan baik masa depan -
yang disediakan bagi jiwa
yang meneruskan kehidupan dengan damai,
walau keadaan dan kejadian
seperti memberimu hak untuk marah
dan merusak dirimu sendiri.

Berhentilah marah.

Memaafkan menjadikan jiwamu berpendar indah.

Memaafkan menjadikanmu sesuai bagi keindahan hidup yang kau rindukan.

Tersenyumlah, dan bernafaslah dalam selapang-lapangnya dada.

~ Mario Teguh - Loving you all as always ~

Huaaah, terimaksiiih.. benar-benar terharuuu aku, wkwkwk *PD banget gue*

16 comments:

  1. Yaaa kalau mau marah tahan tunggu aja satu jam, ntar udah ga pengen marah lagi mbak...

    ReplyDelete
  2. huuh na, ditahan dg sekuat tenaga itu jg, seperti sabda Rasul : "Jika kamu marah dalam keadaan berdiri hendaklah duduk, jika kamu dalam keadaan duduk maka hendaklah bersandar, jika dalam keadaan bersandar maka hendaklah berbaring.”

    ReplyDelete
  3. otak n hati harus bersatu biar bisa nahan marah :-D

    ReplyDelete
  4. lohhh lohh, ada apa ini?? ada apaaaa?? sinii #hugs

    klo marah gk baik lohh ;)

    ReplyDelete
  5. kalo marah ingat muka una aja, pasti ketawa lagi XP XP

    ReplyDelete
  6. kalau marah denger lagu jazz aja,pasti tenang deh,soalnya itu yang biasa aku lakukan untuk meredam emosi yang berlebih

    ReplyDelete
  7. tarik nafas dan hembuskan..asal jgn abis makan jengkol ya. hua ha hah..bisa pingsan ntar yg di depannya

    ReplyDelete
  8. Kalo marah pas berdiri, maka duduklah. :D

    Intinya cari posisi nyaman biar agak sedikit lega dan ga emosian lagi. hehe... btw, quotenya bagus, shine :D

    ReplyDelete
  9. Aku pernah nulis tips untuk ngilangin marah diblogku loh hehehe :)) hahaha *otak sales*

    ReplyDelete
  10. Apa-apaan itu Mbak Uchi inget muka aku segalaaa...
    Eh mbak S, aku tag yaaa... mampir gak ke tempatku >,<

    ReplyDelete
  11. Ide yang bagus, disaat marah ya posting hal yang bermanfaat di blog. Puisi Pak Mario teguh bagus untuk referensi.

    Be proud to posting as always.

    Dont forget to help me!

    Selamat sore

    ReplyDelete
  12. janganlah engkau marah..
    janganlah engkau marah..
    janganlah engkau marah..

    ^____^

    ReplyDelete
  13. itu makanya pas saya nambrak orang, karena kesalahannya, saya gak marah2 ama dia. menguasai emosi itu penting untuk mendinginkan keadaan

    ReplyDelete
  14. Marah itu capek banget, tahu... :(
    Bikin capek hati juga. :(

    ReplyDelete