Monday, October 10, 2011

Kesetiaan

Bismillah

Kau! Generasi muda janganlah engkau terlena, habiskan waktu dengan percuma… ikuti hawa nafsumu hanya untuk kepentingan dunia, tanpa kau pikirkan akibatnya…  jangan biarkan dirimu terjerumus dalam dosa, oh sayang hidupmu sia-sia… *nyanyi*

Dari pagi sampai sore aku benar-benar merasa bad mood. Kenapa? Karena ada yang hajatan persis di depan kosan. Aduuuh, mana ga  bisa keluar sama sekali coba. Udah gitu, banyak aktivitas yang harus dipenuhi. Dan gara-gara, panggung itulah, aku jadi ga bisa bebas berekspresi seperti hari minggu biasanya.

Benar-benar menjenuhkan, dari pagi hingga sore kerjaannya di kamar mulu, tidur, baca buku, ngerjain tugas dan tiduuur lagi. Memang tidur adalah aktivitas yang sangat aku sukai, tapi ketika dihadapkan dengan kondisi harus memenuhi hak dan kewajiban, rasanya gimana gitu, resah dan gelisah. Akhirnya, aku berpikir, ya sudahlah, mungkin Allah kasihan terhadap tubuhu yang sering ku banting dan pontang-panting kemana-mana, wkwkwk *lebay*

Sedikit komen untuk yang hajatan. Maaf banget nih, aku sama sekali ga setuju kalau missal hajatan itu malah justru mengganggu aktivitas khalayak ramai. Masa demi kepentingan pribadi harus mengorbankan orang lain untuk hilir mudik sih? Yang benar saja? Mungkin kebanyakan kita menganggap wajar itu semua, tapi lagi-lagi aku hanya komen, jika ditilik dari tujuan hajatan untuk walimatul ursy (tujuan yg mulia), harusnya tidak merugikan salah satu pihak (apalagi pihak yang sama sekali ga bersangkutan). Kembali lagi pada kesadaran sih, hiks…

Karena memang ga bisa kemana-mana, si mba suster wulan yang hendak menemuai mertuanya, ngobrol dulu di kamarku. Eh, tak taunya ia mengeluarkan tensi darah. Aku pun ditensi dan hasilnya? Oh No!!! darahku darah rendah, hanya mencapai 90 per 70. Harusnya normal itu 120 per 80, katanya. Eh, si ocy yang tak punya hati juga ternyata samaan segitu. Wuahahahaha…. Akhirnya bisa ngakak juga, gimana ga darah rendah, lha wong tiap hari makannya mie mulu, biasa anak kosan, ahahaha :D *tragis!*

Well, sorenya sesuai rencana ketika si ochy yang tak punya hati pulang dari kantornya *jopa alias jongos padang* kita pun merencakan sesuatu, Alhamdulillah yang hajatan udah pada kelar, kursi-kursi sudah dibenahi. Dan bergegaslah kita menuju tempat tujuan dengan membawa visi misi, ehm… Si mas’ul (ketua badaris *pen) pun ternyata pengen menemani kita. Akhirnya, sekitar jam 7an kita mengawang ke suatu tempat bernama Gabus! Entah, dimana dan kemana yang jelas kita hanya mengikuti arus jalan sajah. Kesana kemari mencari alamat *ayu ting2, wkwkwk* upz bukan alamat denk tapi visi dan misi. 

“Dimana nih?” Kataku dengan melihat kesekililing hanya ada pesawahan.
“Ga tau dimana, kalau Gabus tadi harusnya belok kiri.” Kata mas’ul.
“Ya elah, bukannya kasih tau dari tadi.” Ochy menimpali.
“Abis diklaksonin ga engeh2, make motornya udah kayak orang kesurupan sih.” Mas’ul ngeles. Kita pun nanya-nanya sama warung kecil yang hanya ada kakek sama si nenek. 

Kita diinstruksi untuk mampir ke rumah lurah.
Ketika sampai rumah lurah, lurahnya ga ada, hanya ada tetangganya dan entah itu isterinya atau ibunya. Yang membuatku kagum adalah rumah lurahnya itu lho jauh dari mewah dan keangkuhan. Sangat sederhana.
Akhirnya kita ngobrol-ngobrol. Sehingga kesimpulannya bahwa di Gabus tersebut sudah banyak pengajian dan pondok-pondok yang mewadahi anak-anak untuk belajar ngaji. Intinya sudah terkondisikan, Alhamdulillah…

Waktu menunjukan jam 9 malam, sementara kita belum menemukan sama sekali yang kita tuju. Terus mengawang bersama si beaty yang tak pernah kenal lelah menemani. I like your style, beaty. You are the real my soul mate, hiks terhura…

Karena waktu telah menunjukan jam 10 malam, kita pun memutuskan untuk pulang dan melanjutkan misi dihari selasa besok. Ya, mau ga mau aku harus bolos kerja, ga apa-apa, sesekali, hehe…. Tempat berikutnya adalah muara gembong. Seperti kata warga bilang, kalau muara gembong merupakan daerah terisolasi, jauh kemana-mana, sulit terjamah, makanya bismillah, semoga selasa besok kita sudah bisa menemukan hasil, agar selanjutnya sudah bisa terjun langsung. Mardhotillah ya Rabbana….

Siap-siap beaty, kau akan bekerja ekstra keras dari biasanya. Dan bukankah kau telah melakukan semenjak kita bertemu? Terimakasih beaty, kau benar-benar setia menemaniku. Pintaku pada Rabbku, semoga kau tak pernah lelah menemaniku meskipun aku jarang memanjakan mu, lebih sering menelantarkan mu, mengotorimu, menarik tanganmu, membuatmu scot dan lecet-lecet. Namun dibalik itu semua, betapa aku amat sayang dan bangga padamu. Aku sangat bersyukur atas kehadiran mu, my beaty.
Dan arti sebuah kesetiaan itu bisa ku dapatkan dengan hadirnya dirimu. Kau setia menemaniku kemana ku pergi, menungguiku, membawaku kemana ku mau, menghiburku dengan suara merdu mu dan dengan lajumu kau membelaiku dengan angin kehidupan. Semoga kau tak akan pernah lelah!  Aamiin ya Rabb…

Riweuh bersama si Beaty
***Ditulis dengan do’a setulus hati dan air mata yang masih tergantung dikantung kelopak mata. *edisi cengeng mode on tapi beneran aku saluuut sama kesetiannya si beaty! Sabtu besok kau harus ganti oli, okey beaty! Aku sayang kamu, my beaty, semoga kamu juga ya, aamiin ^^*

2 comments:

  1. Moga tetap sabar dan gak darah tinggi yaa mbak.... hehehe...Dinanti kunjungan baliknya...

    ReplyDelete
  2. siiip, terimakasih... salam kenal yaaa ^^

    ReplyDelete