Sunday, September 4, 2011

Serunya, Lebaran di Kampungku


Ada apa dengan Lebaran di kampungku? Ada yang berbeda tentu!
Perkenalkan… Nama kampungku bernama Tanjung sari timur desanya Tanjung Sari, terdaftar di kecamatan Cikaum, namun herannya jika ada teman atau sanak saudara yg belum pernah ke kampungku, maka kami akan dengan lebih mudah memberikan alamat Binong! Seolah-olah desa ku terletak di kecamatan Binong. Karena memang letaknya lebih dekat ke Binong dibandingkan Cikaum itu sendiri.

Lebaran! Ku pertegas, Le-Ba-Ran! Sudah tak asing bukan? Namun, ada yg menjadi pembeda antara kampungku dengan kampung-kampung lainnya. Di kampungku, jika gema takbir telah berkumandang di malam hari, pastinya akan ada satu kebiasaan yang acaranya sangat semarak. Tarling! Alias Takbiran Keliling. Ah, sudah biasa… Eits, tunggu… Yang bagaimana dulu?
Jika di kota atau di kampung lain mengadakan takbir keliling lebih kepada seperti konfoi menggunakan motor atau mobil dengan bertakbir ria. Nah, dikampungku, tidak hanya sebatas itu. Ada perlombaan euy! Yupz, aku lebih senang menyebutnya dengan Takbir Fastabiqul Khairat.

Prosedurnya gimana? Just   a simple answer! Yaitu setiap masjid mengirimkan maha karyanya untuk diikutkan dalam Takbir Fastabiqul Khairat tersebut. So, pasti sudah mendaftar terlebih dahulu pada panitia penyelenggara. Siapa sih panitia penyelenggaranya? Para remaja mesjid, para tokoh dan aktivis dakwah di kampung. Sekedar info, aku juga sebenarnya diajak untuk menjadi panitia. Namun sayangnya aku bekerja di Bekasi T.T, beberapa kali para panitia yang lain meyakinkan dengan cara berkomunikasi dengan mereka di hp, pada kenyataannya? Bagaimana bisa, lha wong yg dibutuhkan bukan hanya sekedar pembicaraan, konsep ataupun gagasan-gagasan melainkan kerja nyata! Maka dari itu aku menyatakan ketidaksanggupanku dengan syarat aku tetap berkomunikasi apabila ada ide teranyar tentang perlombaan, apapun itu!
Bocah-bocah pada semangat unggulkan mesjidnya ^_^
Nah, kembali pada Takbir Fastabiqul Khairat, seperti apa ya pelaksaannya?
Setiap masjid mempertunjukan mahakaryanya yang diarak oleh beberapa perwakilan jamaah. Bentuk mahakaryanya macam-macam. Bebas, sebebas kreativitas kita. Ada unta-untaan, kuda-kudaan, mesjid-mesjidan atau sekedar bedug mesjid yang dirias. Yang kesemuanya itu ada penunggangnya. Penunggangnya pun unik-unik. Berpakaian seperti orang arab, ya semisal habib gitu dech, dengan menggunakan rambut panjang bersorban, kemudian jenggot-jenggotan panjang, menggunakan kacamata dan gamis putih seraya mengacungkan pedang dan bertakbir penuh semangat. Wah, sensasinya berasa kayak mau perang ya… Tentu saja, ini kan merayakan kemenangan hasil perang kita menahan hawa nafsu selama satu bulan full. Mungkin begitu kira-kira kolerasinya. 

Salah satu perwakilan mesjid dari Blok Bata
Penilaian lombanya bagaimana? Dinilai dari segi kekompakan setiap mesjid, kreativitas dari pembuatan mahakarya masing-masing dan tak kalah penting adalah poin semangat bertakbir, Allahu Akbar!!!
Duh, jika ingat poin semangat, jadi ingat lebaran tahun kemarin. Tahu ga sih? ga kan… lebaran tahun kemarin mesjidku menjadi juara 3 lomba takbir keliling karena apa coba? Karena semangatnya rek! Kereeen banget dech semangat perwakilan dari mesjid Al-huda, ehmmm… Siapa dulu biang keroknya kalau bukan a Toplak, alias kakaku Mustofa, gkgkgk… padahal ya ampuuun, dari segi mahakarya, mesjid Al-huda hanya membuat bedug dirias kemudian dimasukan kedalam gerobak, gerobak tersebut digeret, didorong oleh banyak pemuda dan tentu saja ditabuh dengan lantunan takbir yang tak ada duanya, semangat bangeeet! Suaranya mengalahkan suara-suara dari mesjid lain. Wow, sebuah semangat dapat mendobrak dinding kelemahan!
Mesjid-mesjidan berisikan ustadz di dalamnya ^.^

Well, Penasaran kan ya betapa semaraknya Lebaran di kampungku? Tahun depan, jika ada kesempatan, datanglah ke kampungku, kan ku tunjukan betapa serunya lebaran di kampungku, ckckck…

***Maaf yaaa, foto2nya pada burem, maklum malam soalnya dan si aku-nya juga malu2 motoinnya :D, peace ^.^ 

No comments:

Post a Comment