Monday, August 8, 2011

Wanita Pengukir Sejarah


Ahad, 7 Agustus 2011

Bismillah…


Tepat pada hari ke 7 dibulan ramadhan, para akhwat menggelar pengajian yang bertemakan Annisa atau Wanita. Dimulai dengan pembukaan, tilawah dan pada akhirnya menginjak materi.
Pengisinya yang menjadi pembeda. Seorang ustadz yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi mereka, namun tidak bagiku, karena aku memang baru menginjak wilayah itu.

Video antara Bidadari dan Penghuni Syurga itu pun dimainkan. Hanya sebuah slide show saja sih sebenarnya, yang menjadikan takjub adalah kata-kata yang dirangkai indah penuh sastra. Menyatakan bahwa bidadari pun cemburu pada penghuni syurga yang tentu saja berasal dari diantara kita.
Masuk pada materi pembahasan tentang wanita-wanita pengukir sejarah. Hatiku semakin takjub dengan apa yang telah diceritakan. Haru, bangga, dan perasaan yang membuncahkan indah, menyeruak ruang di dada.
1.       Maryam.
Siapa yang tak kenal dengan Maryam binti Imran? Namanya terkenang abadi dalam Al-Qur’an. Bahkan salah satu Qalam Nya berisikan surat yang mengkhususkan untuk Maryam, subhanallah…
Ya, wanita suci itu, wanita yang setiap menitnya adalah dzikir. Sepanjang hayatnya adalah suci. Menjaga ibadah dan penuh harga diri itu dipilih Allah untuk melahirkan generasi Rabbani. Tak pernah sedikitpun tersentuh oleh lelaki bukan muhrim. Bahkan ketika ia nya membutuhkan makanan, Allah langsung memberikan buah-buahan di musim penghujan ketika kemarau, dan sebaliknya. Subhanallah… takjub itu tak terhenti sampai disini.
2.       Aisyah
Aisyah? Wanita cerdas yang dinikahi Rasul karena harapan tersirat Abu bakar. Dilahirkan empat tahun setelah Rasulullah diutus sebagai Rasul. Rasulullah menikahi aisyah pada usia 12 tahunan, ketika itu pula Rasulullah meninggalkan aisyah. Tidak langsung membersamainya, karena memang sunnahnya isteri yang wajib digauli oleh suami adalah ketika sudah menginjak masa baligh. Namun sebelum baligh? Dilarang, tidak dibenarkan oleh sunnah dan secara medis tidak baik.
Aisyah adalah wanita paling kritis, energik dan provokator. That’s why Rasulullah love her. Provokator disini bukan soal provokator untuk masalah yang menyesatkan, lebih kepada adu argument yang kritis dan cerdas. Sehingga Rasulullah tidak heran jika ada keributan dalam Rumah tangganya sudah bisa dipastikan biangnya adalah Aisyah atau Hafsah. Karena mereka berdua lah yang sering menjadi biang keributan.
Aisyah hafal 2.210 hadist, sementara kita? Hadist arba’in saja mungkin belum hafal.
Aisyah jika dibandingkan dengan kecerdasan laki-laki di zaman sekarang, sungguh tak sebanding dan laki-laki di zaman sekarang tak ada apa-apanya. Itulah mengapa pada masa itu, Aisyah menjadi tempat bertanya mengenai hadist, fikih dan akidah. Khumairah, yang kemerah-merahan. Subhanallah…
3.       Khadijah
Ah… sungguh jika hendak membahas tentang wanita tangguh satu ini rasanya selalu air mata ini tak bisa dihentikan lajunya.
Wanita pertama yang masuk islam. Wanita pertama yang meridhokan harta, jiwa dan raganya untuk islam, untuk dakwah.
Ketika Aisyah cemburu dikarenakan Rasulullah sering menyebut wanita tersebut. Rasul pun menjawab : “Dia tak tergantikan. Dia adalah sebaik-baik wanita. Ia yang mempercaiku ketika orang-orang mendustaiku, ia menemaniku ketika orang-orang berpaling dariku, ia tak akan tergantikan.” Dan Aisyah pun terdiam mendengar jawaban dari Rasulullah…

Bahkan Allah mengutuskan malaikat Jibril untuk berbicara secara pribadi pada Rasulullah, untuk menitipkan salam pada Khadijah : “Ya Rasulullah, titip salam untuk Khadijah, beritakan bahwa Allah telah menyiapkan tempat yang paling indah untuknya.” Subhanallah… Merinding rasanya…
4.       Fathimah
Fathimah, anak dari Rasulullah… Puteri kesayangan Rasulullah, namun tak pernah dimanjakan. Pada usia 15 tahun menikah dengan Ali bin Abu thalib. Mungkin kisah cinta antara mereka berdua sudah taka sing lagi kita jadikan sebuah inspirasi. Cinta kasih yang suci, pada akhirnya memetik indah penuh pesona.
Menikah denga mahar baju besi.
Panggilan Fathimah biasa dengan Az-zahra atau Al-batul yang artinya tekun beribadah.
Pekerja keras adalah ciri khas Fathimah. Dikatakan oleh Ali bahwa tangan Fathimah itu kasar karena memang ia pekerja keras. Ia yang selalu menggiling roti dengan tangannya dan selalu bersyukur atas keadaan.
Ketika ia lapar, ia shalat.
Ketika ia kelelahan, ia dzikir untuk menghibur hatinya.
Dan ketika Rasulullah mendapatkan banyak budak dari hasil harta peperangan. Fathimah pun mengajukan permintaan pada Ayahnya, melalui Ali. Yaitu untuk meminta satu budak saja untuk membantu mengurusi pekerjaannya yang sering kerepotan. Namun, apa kata Rasulullah : “Wahai Ali, sampaikanlah pada Fathimah bahwa ada yang lebih memerlukan budak-budak ini daripada Fathimah. Hendaklah membaca Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali dan Allahu Akbar 33 kali, sebelum tidur.”
Subhanallah… Minta budak eh disuruh dzikir. Namun, fathimah tak pernah mengeluh sedikitpun, ia yang memang tekun, terus menekuni perjuangannya dan kemudian mengamalkan apa yang diperintahkan Rasulullah…
5.       Siti Mashitah
Ketika melewati sebuah kuburan. Rasulullah bertanya pada Jibril : “Ya Jibril, orang seperti apakah yang di kubur ini yang menjadikan wanginya sewangi kasturi?”
Ya, Siti Mashitah adalah seorang tukang sisir puteri Fir’aun. Ketika itu seperti biasa, siti Mashitah menyisiri puteri Fir’aun, kemudian sisirnya itu terjatuh dan ketika hendak mengambilnya, Mashitah berujar “Bismillah”, sehingga terdengarlah oleh puteri.
Puteri fir’aun bertanya pada mashitah : “Apa yang kau ucapkan?”
Siti Mashitah pun menjawab : “Tuhanku, Tuhan musa, dan Tuhan Ayah mu adalah Allah.” Katanya tanpa getir sekalipun. Mendapati kabar tersebut, puteri melapor pada Ayahnya yaitu Fir’aun.
Lalu kemudian, dikumpulkanlah Siti Mashitah bersama Suami dan anak-anaknya.
Fir’aun bertanya : “Apakah benar?”
Siti Mashitah pun menjawab dengan lantang bahwa ia bersaksi bahwa Tuhannya adalah Allah yang satu.
Fir’aun pun memerintahkan pengawal-pengawalnya untuk menyiapkan benjana yang berisi batu dan api yang menggolak.
Fir’aun hendak menggoyahkan siti Mashitah, namun Siti Mashitah menjawab : Rabbana wa Rabbikum, Allah!
Dilemparkanlah suaminya pada bejana yang berisi api yang menggolak.
Fir’aun bertanya lagi, mashitah pun tetap teguh pendirian menjawab : “Rabbana wa Rabbakum, Allah!”
Anaknya yang agak besar menyusul suaminya, terpanggang api.
Namun ketika ditanya lagi, ia sedikit ragu dan kasihan melihat anaknya yang masih bayi yang tak mempunyai dosa apa-apa harus menanggung perih yang diakibatkan oleh nya. Ia pun ragu. Dan mukjizat Allah pun datang, bayi tersebut bisa bicara.
“Ibu, jangan ragu… katakanlah Rabbana wa Rabbakum, Allah! Aku siap untuk itu.” Kata anaknya meyakinkan. Dan ragu itu pun sirna sudah, akhirnya Siti mashitah beserta anaknya yang masih bayi dilemparkan pada bejana yang berisi api yang menggolak. Lalu wangi harum yang semerbak menghiasi udara langit itu. Subhanallah… Allahu Akbar!!!
Keimanan itu sungguh mahal! Ia tidak dapat digadaikan dengan apapun.

Nah, dari kisah-kisah nyata penuh inspirasi itu pun aku berpikir dan menarik kesimpulan bahwa, menjadi wanita pencetak sejarah  memiliki 3 faktor, yaitu :
1.       Dilihat dari factor ruhiyah. Kecerdasan, mengalahkan laki-laki dengan ilmu dan tidak superioritas.
2.       Dilihat dari sisi pengorbanannya di dalam mempertahankan akidah dan keyakinan, bahkan rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk membela akidah dan keyakinannya tersebut.
3.       Dilihat dari keberaniannya. Yang dengan keberanian itu, rasa takutnya bisa diserahkan dengan Tawakal kepada Allah.
Dan adapun 4 hal untuk wanita yang dijamin masuk syurga kata Rasulullah, yaitu :
1.       Shalat 5 waktu
2.       Puasa di bulan Ramadhan
3.       Menjaga kehormatan
4.       Taat pada suami.
Subhanallah… Mudah sekali ya ternyata… namun, terkadang hawa nafsu kita yang selalu menghambat kita untuk melakukan 4 hal tersebut. (Namun, jika belum punya suami bagaimana? Ya, laksanakanlah ketiga hal tersebut. :P)
Tidak masalah bagi kita tidak mencetak sejarah untuk cakupan yang luas. Namun, ciptakanlah sejarah paling tidak untuk keluarga. Semangaaat fastabiqul khairat! J
Sesi Tanya-Jawab :
Pertanyaan 1     : “Ustadz apakah syurga itu ada tahapan-tahapannya? Missal antara siti Khadijah dan Aisyah itu ada level-level nya atau bagaimana?”
Ustdz menjawab              : “Yupz, betul sekali! Syurga itu ada tahapan-tahapannya. Dan pemimpin untuk wantia syurga adalah Fathimah.”

Pertanyaan 2     : “apakah bidadari-bidadari syurga itu memang diciptkan Allah atau seperti kita, yang kemudian ketika meninggal masuk syurga, maka ia dikatakan bidadari syurga?”
Ustadz menjawab           : “Bidadari syurga itu memang diciptakan Allah. Analoginya, jika kita masuk syurga, kita adalah Permaisurinya dan bidadari-bidadari syurga itu adalah dayang-dayangnya. Jadi, masih lebih cantikan kita dunk ya dari pada bidadari syurga?”
Gelak tawapun membuncah menutupi session Tanya jawab.
Dan terakhir sebelum penutup, panitiapun menampilkan video tentang permaisuri hati. Entah siapa musyidnya yang jelas tuh lagu, baik syairnya maupun iramanya enak banget didengar.
Setelah video itu selesai, kemudian ditanyangkan video tentang Ibu! Ah, kata itu selalu menjadi sensitive dimanapun ia dibahas. Slide show berjalan, senandung iwan fals dengan judul Ibu mengalir, Air mata bercucuran tanpa bisa dihentikan. Subhanallah… Benar-benar menguras air mata.

No comments:

Post a Comment